Saya Selektif: Investasi Dengan Dana Minim

Saya Selektif:
Investasi Dengan Dana Minim


Aha..."Saya Selektif" the Series hadir kembali...
Jangan bosan ya 😉
Khan kita sebagai Super Mom memang harus jago mengkreasikan pendapatan keluarga untuk masa depan yang lebih lebih baik. Masa depan untuk anak-anak dan juga masa depan kita sendiri (suami dan istri saat usia produktif telah usai).

Seperti yang sudah saya sampaikan di tema sebelumnya, ada beberapa produk investasi yang bisa kita ambil. Semua ada plus dan minus nya.
But... jangan kuatir, yang namanya investasi lebih banyak plusnya. Perbanyak literasi, cari informasi dari teman-teman yang bisa memberikan testimoni, serta siap tahan diri.

Lho kok Tahan Diri?
Maksudnya apa?
Yup, harus selalu diingat pada saat kita berniat untuk menaruh dana kita pada pos Investasi, jangan sampai belum 1 tahun kita sudah gatel pengen nge-break, lalu ada isu goncangan ekonomi, langsung ketakutan dan ikutan rush bahkan menjual semua instrumen investasinya.
Pesan saya.... cooling down jika keadaan semacam ini terjadi. Ingat, bahwa perekonomian global tidak akan terus melemah, pasti ada titik kebangkitan.
Jangan takut jika ada yang bilang dana kita akan lenyap. Malah kalau ikutan rush, kemungkinan kerugian kita bakal lebih banyak.
So... stay calm... Semua akan kembali sehat bahkan dana kita akan recover lagi seperti sedia kala. Stay happy 😉
__

Lalu... apa ada investasi dengan dana minim?
Ada dong...
Pasti teman-teman sudah familiar dengan nama produk Reksa Dana atau Mutual Fund.


Reksadana merupakan salah satu alternatif pilihan investasi yang cocok untuk investor pemula yang ingin memulai berinvestasi.

Reksa dana cocok untuk investor pemula karena dapat dimulai dengan modal yang sedikit dan dana tersebut kemudian akan dikelola secara profesional oleh manajer investasi yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).
__

Dana yang telah terkumpul tersebut nantinya akan diinvestasikan oleh manajer investasi ke dalam beberapa instrumen investasi seperti saham, obligasi, atau deposito.

Dana kita akan dikelola oleh manajer investasi yang handal dan OJK akan terus mengawasi. Jadi teman-teman tidak perlu khawatir mengenai kemungkinan dana hilang.

Namun sebelum berinvestasi ada baiknya teman-teman mengetahui panduan awal berinvestasi Reksa Dana. Informasi via gooling sudah banyak tersedia atau kalau pengen lebih afdol, teman-teman bisa main ke bank-bank kepercayaan teman-teman, karena saat ini sudah banyak bank yang memfasilitasi produk ini.
__

Selama ini jika ada teman-teman yang minta advice mengenai produk investasi yang cocok untuk mereka, pertanyaan awal yang saya lontarkan adalah:
Tujuan investasinya untuk apa? dan kira-kira tujuan itu memerlukan jangka waktu berapa lama?

Sebagai misal:
Teman saya adalah pengantin baru yang alhamdulillah tidak berapa lama istrinya hamil.
Jika tujuan investasi adalah untuk biaya anak masuk SD (karena anak akan disekolahkan ke SD swasta yang ada dikotanya yang tentunya uang pangkalnya sudah mencapai 2 digit). Dan dengan pertimbangan nominal investasi tidak akan mengganggu stabilitas ekonomi pasutri pengantin baru. Maka saya akan sarankan untuk mengambil produk Reksa Dana ini.

Mengapa?
Karena saat ini penempatan dana dalam produk ini bisa hanya dengan Rp.100.000,- perbulannya. Jadi sangat ramah dengan kantong pasutri pengantin baru.

Misal teman saya mengambil yang perbulan Rp.100.000,-
Setiap bulan selama 12 bulan, dia harus siap standby dana senominal itu dalam rekeningnya di bank untuk diauto debet masuk ke rekening Reksa Dananya.
Nah... selama 12 bulan, dia bakal punya saldo setidaknya Rp.1.200.000,-
Apakah ada kemungkinan saldo berkurang?
Bisa jadi, bila ada gejolak perekonomian.
Tapi... ingat pesan saya. Jangan hiraukan keadaan itu. Tetap fokus. Biarkan uang tetap duduk manis di dalam rekening Reksa Dana. InsyaAllah semua akan baik-baik saja.

Nah, jika keadaan baik-baik saja, lalu jangan beranggapan uang sebesar Rp. 1.200.000,- dalam 12 bulan akan berubah menjadi Rp.5.000.000,- . Tidak akan ada magic yang membuat uang beranak pinak dalam waktu sekejab.
So, kalau ada yang menawarkan atau mengiming-imingi investasi dengan return yang tidak masuk akal. Mohon jangan diambil. Kalau tidak ingin uang teman-teman hilang dan menangis kemudian.
Kita harus berpikir realistik.

Lalu, apakah setelah 12 bulan autodebet selesai lalu kita stop tidak buka rekening baru Reksa Dana?
Tentu tidak...
Lanjutkan untuk buka lagi mininal sebesar dana seperti semula yaitu Rp.100.000,-
Jika ternyata kita ada rejeki lebih (gaji naik), bisa juga buka rekening Reksa Dana baru dengan nominal pendebatan ditambah dikit. Misal jadi Rp.200.000,-

Mengapa demikian?
Ini merupakan salah satu cara untuk mengendalikan hasrat konsumtif kita. Jadi jika terjadi kenaikan pendapatan, bukan berarti pola konsumtif kita berbanding lurus.
Kita harus tahan diri.
Yang berbanding lurus adalah budget Invetasi kita. Pendapatan naik, Investasi naik. Ini pesan saya 😉

Nah...12 bulan kemudian jika sudah selesai masa auto debetnya. Kita jangan stop, terus buka lagi rekening baru Rekdana Dana. Begitu seterusnya. Punya lebih dari 5 rekening Reksa Dana why not? Lanjutkan!

Lalu kapan kita akan melakukan Redemption atau menjual atau mencairkan Reksa Dana kita?
Jawabnya:
Ya pada saat kita butuh dana itu, yaitu sesuai tujuan awal yang kita inginkan.
Jika untuk biaya masuk sekolah seperti contoh di atas, berarti baru setelah anak berusia 7 tahun, barulah dicairkan.

Coba kita ambil kalkulator.
Dengan menyisihkan uang Rp.100.000,- saja perbulan selama 7 tahun atau 84 bulan. Maka kita akan saving sebesar Rp.8.400.000,-.
Belum return yang akan kita terima selama durasi 84 bulan dari selisih kenaikan NAB (Nilai Aktiva Bersih).
Hmm...sangat lumayan dengan hanya menyisihkan Rp.100.000,- perbulan khan? Karena saat ini nominal Rp.100.000,- jika kita bawa ke mall, kita cuma dapat secangkir kopi dan sepotong Donat 😅

Itu adalah salah satu cara menyelamatkan uang bulanan dengan minimal nominal Rp.100.000,-. Jika ingin menambah jumlahnya.... Sangat disarankan.
___
Lalu bagaimana dengan investasi pada Aset Riil?
Jika memungkinkan, tetap harus dilakukan.
Misal teman-teman mendapatkan bonus tahunan atau bonus kinerja atau bonus-bonus lainnya. Bisa juga bonus itu diambil beberapa semisal untuk membeli Logam Mulia (LM).
__

Back to Reksa Dana:
Jadi...
Dengan berinvestasi di reksadana, kita sebagai investor pun tidak perlu repot-repot untuk memantau kinerja investasinya. Sebab, hal tersebut telah ditangani oleh manajer investasi profesional yang sudah berpengalaman dalam hal pengelolaan dana. Kita manut saja dan selalu sedia dana untuk proses auto debet.

Apakah ada yang modelnya menaruh langsung sejumlah nominal tanpa auto debet bulanan?
Ada dong...
Jika teman-teman menghendaki menaruh sekali langsung glondongan juga bisa.
Misal dapat bonus tahunan langsung ditempatkan di rekening Reksa Dana, sangat disarankan. Daripada uang bonusnya habis buat beli Hp baru ya 🙈
__

Jenis - jenis Reksadana
Secara umum jenis reksadana terbagi menjadi empat yakni reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham.

1. Reksadana Pasar Uang (Money Market Fund)
Reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang melakukan investasi pada jenis instrumen investasi pasar uang dangan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Bentuk instrumen investasinya dapat berupa time deposit (deposito berjangka), certificate of deposit (sertifikat deposito), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan berbagai jenis instrumen investasi pasar uang lainnya.
Merupakan jenis Reksa Dana dengan Risiko paling rendah dibanding jenis Reksa Dana yang lain.

2. Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)
Reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek utang atau obligasi.
Risikonya relatif lebih besar daripada reksadana pasar uang.

3. Reksadana Campuran (Balance Mutual Fund)
Reksadana campuran adalah jenis reksadana mengalokasikan dana investasinya dalam portofolio yang bervariasi. Instrumen investasinya dapat berbentuk saham dan dikombinasikan dengan obligasi.
Risiko reksadana campuran bersifat moderat dengan potensi tingkat pengembalian yang relatif lebih tinggi dibandingkan reksadana pendapatan tetap.

4. Reksadana Saham (Equity Fund)
Reksadana saham adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat ekuitas.
Risikonya relatif lebih tinggi dari reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap, namun memiliki potensi tingkat pengembalian yang paling tinggi.

So...untuk pilih Reksa Dana yang mana, kembali kepada preferensi teman-teman dan apakah teman-teman type risk taker person (menyukai risiko) ataukah risk averse person (tidak menyukai risiko alias main aman).
__

RISIKO
Mau tidak mau ataupun suka tidak suka, risiko akan selalu ada dalam dunia bisnis dan investasi. Oleh sebab itu, kemungkinan adanya risiko dalam investasi tidak bisa dihindari. Meski demikian, kemungkinan timbulnya risiko bisa diminimalisir dengan penerapan strategi yang tepat.

Misal:
Jika kita suka dengan produk Reksa Dana, ya..jangan semuanya ditempatkan dalam Reksa Dana Saham.
Seperti kita ketahui bahwa Reksa Dana Saham returnnya paling tinggi dibadingkan dengan jenis Reksa Dana lainnya.

High Risk, High Return memang sangat biasa dalam hal investasi.
Reksa Dana Saham, return besar namun risk juga besar karena harga saham cukup sensitif dengan isu pasar.
Sebaiknya dikombinasikan dengan mengambil jenis Reksa Dana yang lain atau dikombinasikan dengan investasi pada Aset Riil.
Jadi risiko kita bagi-bagi ke berbagai produk.

Banyakin literasi dan beranikan diri untuk melangkah.
So... tidak ada salahnya untuk dicoba 😍

" Don't put all your eggs in the one basket "


* ilustrasi bagan mengambil dari google

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Money Manners dalam Pertemanan

Investasi Untuk Generasi Milenial