Investasi Untuk Generasi Milenial
Investasi Untuk Generasi Milenial
Dewasa ini Reksadana disebut sebagai salah satu bentuk investasi yang cukup aman dan menguntungkan, sehingga tidak dapat dielakkan jika portofolio investasi ini, kini telah menjadi primadona baru bagi para generasi milenial.
Mengapa?
Karena hanya dengan modal mulai dari Rp.10.000,- (sepuluh ribu rupiah), kita sudah bisa menjadi investor reksadana. Nominal sebesar ini sudah banyak ditawarkan oleh fintech, dan e-commerce karena mereka ingin menjaring lebih banyak investor ritel domestik. Dan tujuan yang paling utama adalah supaya generasi muda Indonesia melek investasi, dimulai dengan reksadana.
Reksadana merupakan wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal, untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi (pengertian reksadana menurut Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995, Pasal 1 Ayat 27).
Jadi modal yang kita investasikan ke reksadana, akan dikelola oleh manajer investasi yang pastinya jago dalam analisa fundamental maupun teknikal sebuah perusahaan. Mengenai keuntungan, menempatkan modal di reksadana menjanjikan return yang lebih tinggi dibanding produk tabungan. Selain itu, investasi di reksadana juga bebas pajak (PPh).
Sebelum memulai investasi di reksadana, mari kita kenali dulu jenis-jenisnya:
Jenis - jenis Reksadana
Secara umum jenis reksadana terbagi menjadi empat yakni reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham.
1. Reksadana Pasar Uang (Money Market Fund)
Reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang melakukan investasi pada jenis instrumen investasi pasar uang dangan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun.
Bentuk instrumen investasinya dapat berupa time deposit (deposito berjangka), certificate of deposit (sertifikat deposito), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan berbagai jenis instrumen investasi pasar uang lainnya.
Merupakan jenis Reksadana dengan Risiko paling rendah dibanding jenis Reksadana yang lain.
2. Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)
Reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek utang atau obligasi.
Risikonya relatif lebih besar daripada reksadana pasar uang.
3. Reksadana Campuran (Balance Mutual Fund)
Reksadana campuran adalah jenis reksadana mengalokasikan dana investasinya dalam portofolio yang bervariasi. Instrumen investasinya dapat berbentuk saham dan dikombinasikan dengan obligasi.
Risiko reksadana campuran bersifat moderat dengan potensi tingkat pengembalian yang relatif lebih tinggi dibandingkan reksadana pendapatan tetap.
4. Reksadana Saham (Equity Fund)
Reksadana saham adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat ekuitas.
Risikonya relatif lebih tinggi dari reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap, namun memiliki potensi tingkat pengembalian yang paling tinggi.
Type Investor yang Manakah Anda?
Type investor bermacam-macam: sangat konservatif, konservatif, moderat, atau agresif. Nah...type yang manakah kita? apakah teman-teman type risk taker person (menyukai risiko) ataukah risk averse person (tidak menyukai risiko alias main aman).
Jadi, sebelum investasi di reksadana, ada baiknya kita kenali profil risiko diri kita masing-masing. Hal ini bisa didiskusikan kepada pihak bank sebagai agen penjual produk reksadana. Dengan begitu, kita tidak akan salah memilih jenis produk reksadana yang tepat untuk kebutuhan kita.
__
Yuk jangan tunggu lama lagi? Segera main ke bank kesayangan teman-teman. Disana bakal ada tenaga sales yang telah memegang sertifikat waperd yang akan membantu.
WAPERD merupakan sebutan untuk perorangan yang telah mendapatkan sertifikasi dari OJK untuk menjalankan kegiatan pemasaran reksadana.
Jika ingin melalui fintech ataupun e-commerce, supaya lebih tenang, pelajari dulu reputasinya. Pilih fintech yang sudah berijin OJK.
* Baca juga topic serupa dalam blog saya Saya Selektif: Investasi dengan Dana Minim, dan Mengapa Saya Memilih Reksadana?
** Ilustrasi gambar dari goole
Dewasa ini Reksadana disebut sebagai salah satu bentuk investasi yang cukup aman dan menguntungkan, sehingga tidak dapat dielakkan jika portofolio investasi ini, kini telah menjadi primadona baru bagi para generasi milenial.
Mengapa?
Karena hanya dengan modal mulai dari Rp.10.000,- (sepuluh ribu rupiah), kita sudah bisa menjadi investor reksadana. Nominal sebesar ini sudah banyak ditawarkan oleh fintech, dan e-commerce karena mereka ingin menjaring lebih banyak investor ritel domestik. Dan tujuan yang paling utama adalah supaya generasi muda Indonesia melek investasi, dimulai dengan reksadana.
Reksadana merupakan wadah yang digunakan untuk menghimpun dana dari masyarakat pemodal, untuk selanjutnya diinvestasikan dalam portofolio efek oleh manajer investasi (pengertian reksadana menurut Undang-undang Pasar Modal Nomor 8 Tahun 1995, Pasal 1 Ayat 27).
Jadi modal yang kita investasikan ke reksadana, akan dikelola oleh manajer investasi yang pastinya jago dalam analisa fundamental maupun teknikal sebuah perusahaan. Mengenai keuntungan, menempatkan modal di reksadana menjanjikan return yang lebih tinggi dibanding produk tabungan. Selain itu, investasi di reksadana juga bebas pajak (PPh).
Sebelum memulai investasi di reksadana, mari kita kenali dulu jenis-jenisnya:
Jenis - jenis Reksadana
Secara umum jenis reksadana terbagi menjadi empat yakni reksadana pasar uang, pendapatan tetap, campuran dan saham.
1. Reksadana Pasar Uang (Money Market Fund)
Reksadana pasar uang adalah jenis reksadana yang melakukan investasi pada jenis instrumen investasi pasar uang dangan masa jatuh tempo kurang dari satu tahun.
Bentuk instrumen investasinya dapat berupa time deposit (deposito berjangka), certificate of deposit (sertifikat deposito), Sertifikat Bank Indonesia (SBI), Surat Berharga Pasar Uang (SBPU) dan berbagai jenis instrumen investasi pasar uang lainnya.
Merupakan jenis Reksadana dengan Risiko paling rendah dibanding jenis Reksadana yang lain.
2. Reksadana Pendapatan Tetap (Fixed Income Fund)
Reksadana pendapatan tetap adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek utang atau obligasi.
Risikonya relatif lebih besar daripada reksadana pasar uang.
3. Reksadana Campuran (Balance Mutual Fund)
Reksadana campuran adalah jenis reksadana mengalokasikan dana investasinya dalam portofolio yang bervariasi. Instrumen investasinya dapat berbentuk saham dan dikombinasikan dengan obligasi.
Risiko reksadana campuran bersifat moderat dengan potensi tingkat pengembalian yang relatif lebih tinggi dibandingkan reksadana pendapatan tetap.
4. Reksadana Saham (Equity Fund)
Reksadana saham adalah jenis reksadana yang menginvestasikan sekurang-kurangnya 80 persen dari aktivanya dalam bentuk efek bersifat ekuitas.
Risikonya relatif lebih tinggi dari reksadana pasar uang dan reksadana pendapatan tetap, namun memiliki potensi tingkat pengembalian yang paling tinggi.
Type Investor yang Manakah Anda?
Type investor bermacam-macam: sangat konservatif, konservatif, moderat, atau agresif. Nah...type yang manakah kita? apakah teman-teman type risk taker person (menyukai risiko) ataukah risk averse person (tidak menyukai risiko alias main aman).
Jadi, sebelum investasi di reksadana, ada baiknya kita kenali profil risiko diri kita masing-masing. Hal ini bisa didiskusikan kepada pihak bank sebagai agen penjual produk reksadana. Dengan begitu, kita tidak akan salah memilih jenis produk reksadana yang tepat untuk kebutuhan kita.
__
Yuk jangan tunggu lama lagi? Segera main ke bank kesayangan teman-teman. Disana bakal ada tenaga sales yang telah memegang sertifikat waperd yang akan membantu.
WAPERD merupakan sebutan untuk perorangan yang telah mendapatkan sertifikasi dari OJK untuk menjalankan kegiatan pemasaran reksadana.
Jika ingin melalui fintech ataupun e-commerce, supaya lebih tenang, pelajari dulu reputasinya. Pilih fintech yang sudah berijin OJK.
* Baca juga topic serupa dalam blog saya Saya Selektif: Investasi dengan Dana Minim, dan Mengapa Saya Memilih Reksadana?
** Ilustrasi gambar dari goole



Kak mau tanya bisakah reksadana digantungkan sebagai sumber penghasilan?
BalasHapus