a Mom's journal



a Mom’s Journal


Sepertinya saya sudah sangat ketinggalan jaman dalam hal perblog-an. Dari dulu pengen banget bikin blog, tapi apa daya kemalesan selalu jadi alasan utama saya.


So? ..Apa yang terjadi dengan saya kali ini? Mengapa saya jadi pengen memulai sebuah hubungan dengan si blog?? Aah.. anggap saja saat ini saya sedang jatuh cinta dan harapan saya suatu saat saya menjadi jatuh hati padanya. He..he..sudah mirip sama lagunya Raisa kah?


Saya ingin sedikit bercerita dulu mengenai masa kecil saya.
Saya mulai suka menulis cerita sederhana mengenai kejadian keseharian yang saya alami sejak saya kelas 6 SD di buku diary. Hal-hal sepele seperti digodain teman, kesel sama salah satu guru, sedih karena nilai ujian jelek dan hal remeh temeh seperti mengidolakan Jimmy Lin, Kotaro Minami, mengagumi rambut Tuxedo bertopengnya Sailor moon, membahas episode serial Candy Candy serta hal yang agak sensitif seperti “naksir” seseorang. 
Hmm..ketebak deh umur saya..
Mengapa kata naksir saya kasih tanda petik? Ha..ha.. karena naksirnya bareng-bareng teman yang lain.
Jadi gini, kami itu (saat itu kurang lebih ada 5 cewek) kalau ada si doi yang kami idolakan lewat di depan kelas, kami berlima kompak ngintip di balik jendela sambil cubit-cubitan. Pokoknya tingkah kami konyol banget.
__

Nah, dulu saja yang belum jaman ada laptop saya rajin nulis tangan di buku diary. Lalu kenapa sekarang dijaman yang serba mudah ini dan ada laptop tergeletak tidak dipakai untuk menulis lagi?
Sebenarnya bukan berarti laptop sama sekali tidak terpakai. Jelas terpakai secara tuntutan pekerjaan. Tapi... kali ini saya ingin menulis kembali mengenai kejadian-kejadian ataupun pengalaman yang saya alami selama menjadi seorang istri bahkan kini sudah menjadi seorang ibu dari dua anak perempuan saya yang mulai menginjak remaja.Jadi bukan hal remeh temeh yang akan saya tulis, tapi sedikit serius ya..  
Mana mungkin saya bisa serius?? 
Kita coba saja nanti sejauh mana saya bisa sedikit serius.He..he...he...
__

Ada yang bilang begini. Cerita akan menjadi sekedar cerita jika tidak dituliskan. Dan cerita ini akan menjadi pengalaman yang berharga jika dapat menginspirasi, memotivasi atau istilah kerennya enlighten somebody. Dan saya semakin ingin menulisnya karena beberapa teman saya sudah merequest sejak lama.


Seberapa kerenkah kejadian atau pengalaman yang saya alami sampai-sampai ada yang meminta saya untuk menuliskannya dalam sebuah blog?Saya sendiri juga tidak tahu. Tapi.. apa salahnya jika saya melakukannya? Toh seperti yang saya sampaikan tadi, saya ingin throwback dengan hobi masa kecil saya, menuliskan hal-hal yang saya rasa attractive yang kini saya anggap sebagai sebuah journal dalam kehidupan seorang wanita dewasa sesuai status saya.
__


Semoga tidak akan menjadi tulisan yang membosankan 😃

“Let me live, love and say it well in good sentences”




Komentar

Postingan populer dari blog ini

Money Manners dalam Pertemanan

Saya Selektif: Investasi Dengan Dana Minim

Investasi Untuk Generasi Milenial