Saya Selektif: Asuransi dan Perlindungan Keluarga

Saya Selektif:
Asuransi dan Perlindungan Keluarga
                                                                                 
                       
Asuransi secara umum merupakan istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis dimana perlindungan atau ganti rugi financial untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan, sakit yang mana hal ini akan melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu untuk mendapatkan jaminan perlindungan tersebut. 
Dengan kata lain asuransi merupakan perlindungan terhadap risiko atau mengalihkan risiko.
Definisi lain:
Asuransi berasal dari bahasa Inggris, yakni insurance yang memiliki makna sebagai jaminan dan perlindungan. Dalam produk penanggulangan risiko, asuransi menjadi mekanisme yang dapat mengalihkan risiko yang mungkin menimpa tertanggung kepada penanggung atau pihak asuransi.
Pengalihan risiko ini dilakukan dengan pembayaran klaim yang diberikan oleh pihak asuransi kepada pihak tertanggung yang mendapat kerugian dari suatu peristiwa atau keadaan yang diasuransikan.
Asuransi memang tidak dapat menghentikan risiko yang mungkin menimpa teman-teman maupun keluarga dan aset yang teman-teman miliki. Namun, jenis layanan yang satu ini mampu mereduksi atau mengurangi dampak kerugian yang timbul dari sebuah risiko. 
_____
Melakukan perencanaan keuangan merupakan hal yang sangat penting dalam sebuah keluarga dengan harapan keluarga akan terlindung dari risiko-risiko yang dapat terjadi kapanpun. Asuransi memiliki peranan yang sangat penting dalam perlindungan keluarga, sehingga asuransi perlu masuk dalam list perencanaan keuangan keluarga.

Jika kita menyadari betapa besar peranan kepala keluarga yang merupakan topang utama atau backbone dalam kehidupan berkeluarga karena secara ekonomi kepala keluarga yang berperan besar dalam mencari nafkah, maka proteksi kepala keluarga akan menjadi prioritas utama. 
Dengan adanya proteksi terhadap kepala keluarga setidaknya terdapat dana perlindungan yang bisa diwariskan kepada keluarga dan anak-anaknya. Bagaimanapun juga kehidupan keluarga harus tetap berjalan terus dan diharapkan tidak akan menjadi beban bagi keluarga atau orang lain.

Hal ini sejalan dengan ajaran Islam yang mendorong umatnya untuk memiliki harta yang memadai. Islam memerintahkan untuk memerhatikan keluarga (ahli waris) yang akan ditinggalkan, supaya mereka jangan sampai hidup susah dan menadahkan tangannya kepada manusia. Sebagaimana sabda Nabi Muhammad SAW:

“ Sesungguhnya, engkau tinggalkan ahli warismu dalam keadaan kaya (cukup) lebih baik daripada engkau tinggalkan mereka hidup miskin yang menadahkan tangan-tangannya kepada manusia (meminta-minta)”- HR Bukhari dan Muslim.

Asuransi merupakan salah satu bentuk ikhtiar meskipun tidak dapat dipungkiri masih terdapat beberapa kalangan cendekiawan yang melihat bahwa asuransi sama dengan melawan takdir dan mengurangi tawakal kepada Allah SWT.
 Hal ini perlu diluruskan secara jelas terutama yang terkait dengan kematian. Dalam pandangan Islam, kematian adalah urusan Allah dan manusia tidak memiliki kemampuan untuk merubah datangnya kematian. Namun manusia mampu untuk berusaha mengantisipasi dampak financial yang muncul jika pencari nafkah utama meninggal dunia. Manusia mampu untuk mengupayakan dalam meminimalisir risiko keuangan jika pemberi nafkah utama meninggal dunia.
Berkaitan dengan ikhtiar, Allah SWT meminta manusia untuk hidup rapi penuh rencana dan strategi. Dengan paradigm ini berasuransi bukanlah upaya melawan takdir, tetapi justru melakukan ikhtiar dan hidup penuh dengan rencana sesuai anjuran Allah.



Dengan pertimbangan inilah saya sebagai manajer keuangan keluarga harus menyisihkan budget untuk premi asuransi jiwa dan asuransi kesehatan (selain BPJS) untuk suami saya.

Mengapa saya tetap mengambil asuransi kesehatan padahal sudah ada BPJS?
Saya sangat menyadari bahwa suami saya 12 tahun usianya di atas saya, saya harus berjaga-jaga. Karena masa depan entah siapa yang tahu khan? Meskipun doa yang terbaik tetap kita panjatkan, tapi yang terbaik menurut versi kita belum tentu terbaik menurut versi Sang Pencipta. Dan itu merupakan hal yang alamiah dan penuh keniscayaan.

Bagi saya, asuransi ibarat payung. Saat hujan kita memakai payung bukan berarti kita tidak akan terkena air hujan, tapi setidaknya kita bisa meminimalkan air hujan yang akan mengenai kita.
Saya menyadari betapa besar peranan suami saya bagi keberlangsungan keluarga saya. He is our backbone. 
Bagaimana dengan teman-teman?
Saya yakin teman-teman juga sepemikiran dengan saya.
So... yuk kita siapkan dari sekarang 😍

"Family is not an important thing. It's everything."



* tulisan ini dimuat dalam Buletin Rafahiyah Edisi VII Juni 2019 Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IAIN Purwokerto
* ilustrasi gambar diambil dari google

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Money Manners dalam Pertemanan

Saya Selektif: Investasi Dengan Dana Minim

Investasi Untuk Generasi Milenial