Saya Selektif: Formula Mapping Joint Income
Saya Selektif:
Formula Mapping Joint Income
Assalamu'alaikum..
Naah...lanjut lagi tema "Saya Selektif" ... semoga teman-teman tidak bosan ya π
Kali ini saya akan share mengenai bagaimana formulasi pemetaan financial di keluarga kami.
Ribet amat hidupnya Bu...??!!
Hidup itu mengalir saja seperti air, dinikmati, dibawa santai, Tuhan tidak akan membiarkan kita terlantar...
Hmm... demikiankah??
__
Big No for our family.
Saya dan suami sepakat menata semuanya secara terarah. Kami punya short and long term goals.
Seperti yang saya sampaikan di tema "Saya Selektif, bukannya Pelit". Sudah ditata saja belum tentu hasilnya baik, apalagi tidak ditata atau direncanakan.
Fungsi managerial yang baik selalu diawali dengan planning, lalu organizing, actuating dan diakhiri dengan controlling.
Short dan long term goals, masing-masing keluarga pasti akan berbeda.
Short term goals disini dapat didefinisikan sebagai tujuan yang harus dipenuhi dalam waktu kurang dari 1 tahun.
Misal: membeli barang elektronik, berlibur, kebutuhan peralatan rumah tangga dan lain-lain.
Long term goals didefinisikan sebagai tujuan yang harus dipenuhi dalam waktu lebih dari 5 tahun.
Misal: rencana dana hari tua (pensiun), membeli rumah, dana pendidikan, dan yang lainnya
Saya tekankan lagi, masing-masing keluarga akan berbeda kebutuhannya. Tapi semuanya akan tetap bisa diklasifikasikan termasuk dalam kategori short ataukah long term goals.
Goals setting berpengaruh besar terhadap kinerja seseorang dalam merencanakan target keuangan, untuk mencapai cita-cita tentunya.
__
Mengapa banyak orang memiliki masalah keuangan?
Karena mereka tidak merencanakan bagaimana akan menggunakan uang yang mereka miliki.
Ya..itu tadi...tidak dipungkiri masih banyak yang memakai prinsip hidup mengalir saja...yang endingnya tetiba butuh uang misal untuk masukin anak sekolah, baru deh kebingungan nyari dananya, yang akhirnya ngutang sana sini.
Sedih khan??
__
Okay...dalam keluarga kami perlakuan joint income penggunaannya sesuai dengan formulasi berikut ini:
1. Sedekah : minimal 2,5 %
2. Investasi : minimal 10%
3. Cicilan : maksimal 30%
4. Kebutuhan hidup: SISANYA
__
SEDEKAH
Sesuai agama kami, bahwa baik dalam keadaan sempit kami dianjurkan untuk bersedekah (QS Al-Baqarah: 195). Ayat ini memerintahkan umat Islam untuk selalu berbuat baik dan menginfakkan harta yang dimiliki di jalan Allah atau untuk kebaikan.
Sebenarnya tidak ada minimal berapa nilainya karena seberapapun jika dilakukan secara ikhlas, Allah tetap akan memberikan pahala. Namun untuk menetapkan suatu formulasi, kami tetapkan minimal sebesar 2,5% dari nett income setelah Pph sesuai dengan ketetapan Majelis Ulama Indonesia mengenai zakat terhadap penghasilan. Bakal rancu dong dengan zakat profesi?!
Wallahu a'lam
Semua kami niatkan untuk menyisihkan penghasilan kami untuk niatan sedekah, supaya kami tidak serakah, karena disana tersimpan hak orang lain.
Lalu apakah boleh nominalnya dilebihkah?
Sangat boleh, karena memang kami tuliskan MINIMAL, jadi kalau mau nambah, sangat diharapkan π
__
INVESTASI
Menurut pakar financial, sebenarnya nilai investasi yang ideal adalah 20-30% dari nett income setelah PPh.
Sehingga dalam formulasi kami, kami tetapkan nilai investasi MINIMAL 10% dari nett income setelah PPh.
Bagaimana kalau mau nambah?
Ya tetap boleh dong...malah diharapkan prosentasenya harus naik terus.
Mengapa kita perlu berinvestasi?
Pastinya untuk mencapai tujuan keuangan seperti dana pendidikan dan dana pensiun.
Tanpa investasi tujuan keuangan akan sulit tercapai karena hanya mengandalkan tabungan yang bunganya rendah dan tidak bisa mengejar kenaikan harga (inflasi).
Lalu apa bedanya dengan Tabungan?
Tabungan merupakan salah satu metode untuk menyelamatkan uang, yang nantinya dapat kita gunakan untuk berjaga-jaga jika ada kebutuhan mendadak atau jika ingin diambil sewaktu-waktu. Demikian juga dengan deposito. Jangan pernah mengharapkan return yang terasa melalui 2 produk tersebut.
So, dua produk tersebut tidak ideal untuk tujuan jangka panjang karena time value of money nya tidak worth it. Bunga tabungan dan deposito saat ini hanya 5% pertahun.
Next tema Investasi akan saya bahas secara tersendiri ya.
__
CICILAN
Bagi teman-teman yang berniat untuk mengajukan kredit ke bank, tentu ada sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Ini berlaku untuk semua jenis kredit yang diterbitkan bank, yang salah satunya adalah rasio kredit.
Menurut definisinya, rasio kredit adalah nilai perbandingan antara penghasilan (gaji) dan total jumlah cicilan serta kredit/utang yang dimiliki orang tersebut. Melalui rasio kredit, bank dapat melihat kemampuan keuangan seseorang.
Para ahli keuangan menyarankan rasio kredit lebih baik tidak lebih (MAKSIMAL) dari 30% dari total penghasilan setelah Pph. Jumlah tersebut adalah batasan maksimal seseorang dalam memiliki utang, supaya teman-teman tetap merasakan hidup yang aman, tentram, damai tanpa dihantui oleh cicilan bank.
Serta saya tegaskan disini, teman-teman harus bijak dalam mengambil pinjaman. Usahakan pinjaman hanya untuk pembelian Fixed Asset yang nilainya cenderung naik.
Misal untuk membeli tanah, rumah, ruko.
Naah..jika suatu saat teman-teman memiliki penghasilan tak terduga semisal dapat bonus atau rejeki lainnya, sebaiknya gunakanlah terlebih dahulu untuk menyelesaikan pinjaman.
Lumayan khan jika digunakan untuk melakukan pelunasan sebagian, sehingga angsuran atau cicilan teman-teman setiap bulannya bisa menjadi lebih kecil.
__
KEBUTUHAN HIDUP
Yup... akhirnya untuk point ini, kita harus pandai mengendalikan diri.
Mengapa?
Karena apa yang kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup adalah sisa dari point 1-3.
Untuk keluarga kami, saya membuat anggaran atau budget kebutuhan kami secara bulanan, misal: kebutuhan dapur (baik keperluan masak memasak dan kebutuhan rumah lainnya seperti cuci mencuci dan cleaning needs lainnya), listrik, telfon, bahan bakar, dana sosial (kondangan, nengok orang sakit, dll), dana darurat (untuk obat-obatan ringan) dan dana gaya hidup (jajan, makan di luar,fashion).
Semua saya buatkan anggaran supaya sisa penghasilan bisa dimanfaatkan dengan baik dan tentunya untuk meminimalkan pelanggaran π
Ingat ya: Pengendalian Diri
Inilah instrumen terpenting dari pengelolaan keuangan, karena semua akan sia-sia jika teman-teman tetap konsumtif dalam berbelanja.
Seorang ibu rumah tangga harus pandai mengelola keuangan keluarganya, so... mari segera membuat anggaran kebutuhan keluarga. Dan jangan ketinggalan untuk membuat catatan pendapatan dan pengeluaran untuk melakukan fungsi managerial yang terakhir yaitu controlling atau mereview kembali transaksi keuangan yang terjadi setiap bulannya dalam keluarga kita.
__
Pada dasarnya bukan seberapa banyak pendapatan yang kita terima, namun seberapa baik kita dalam mengelola pendapatan kita.
Selamat mencoba ya mom π
“Family is a life jacket in the stormy sea of life.”- J.K. Rowling
Formula Mapping Joint Income
Assalamu'alaikum..
Naah...lanjut lagi tema "Saya Selektif" ... semoga teman-teman tidak bosan ya π
Kali ini saya akan share mengenai bagaimana formulasi pemetaan financial di keluarga kami.
Ribet amat hidupnya Bu...??!!
Hidup itu mengalir saja seperti air, dinikmati, dibawa santai, Tuhan tidak akan membiarkan kita terlantar...
Hmm... demikiankah??
__
Big No for our family.
Saya dan suami sepakat menata semuanya secara terarah. Kami punya short and long term goals.
Seperti yang saya sampaikan di tema "Saya Selektif, bukannya Pelit". Sudah ditata saja belum tentu hasilnya baik, apalagi tidak ditata atau direncanakan.
Fungsi managerial yang baik selalu diawali dengan planning, lalu organizing, actuating dan diakhiri dengan controlling.
Short dan long term goals, masing-masing keluarga pasti akan berbeda.
Short term goals disini dapat didefinisikan sebagai tujuan yang harus dipenuhi dalam waktu kurang dari 1 tahun.
Misal: membeli barang elektronik, berlibur, kebutuhan peralatan rumah tangga dan lain-lain.
Long term goals didefinisikan sebagai tujuan yang harus dipenuhi dalam waktu lebih dari 5 tahun.
Misal: rencana dana hari tua (pensiun), membeli rumah, dana pendidikan, dan yang lainnya
Saya tekankan lagi, masing-masing keluarga akan berbeda kebutuhannya. Tapi semuanya akan tetap bisa diklasifikasikan termasuk dalam kategori short ataukah long term goals.
Goals setting berpengaruh besar terhadap kinerja seseorang dalam merencanakan target keuangan, untuk mencapai cita-cita tentunya.
__
Mengapa banyak orang memiliki masalah keuangan?
Karena mereka tidak merencanakan bagaimana akan menggunakan uang yang mereka miliki.
Ya..itu tadi...tidak dipungkiri masih banyak yang memakai prinsip hidup mengalir saja...yang endingnya tetiba butuh uang misal untuk masukin anak sekolah, baru deh kebingungan nyari dananya, yang akhirnya ngutang sana sini.
Sedih khan??
__
Okay...dalam keluarga kami perlakuan joint income penggunaannya sesuai dengan formulasi berikut ini:
1. Sedekah : minimal 2,5 %
2. Investasi : minimal 10%
3. Cicilan : maksimal 30%
4. Kebutuhan hidup: SISANYA
__
SEDEKAH
Sesuai agama kami, bahwa baik dalam keadaan sempit kami dianjurkan untuk bersedekah (QS Al-Baqarah: 195). Ayat ini memerintahkan umat Islam untuk selalu berbuat baik dan menginfakkan harta yang dimiliki di jalan Allah atau untuk kebaikan.
Sebenarnya tidak ada minimal berapa nilainya karena seberapapun jika dilakukan secara ikhlas, Allah tetap akan memberikan pahala. Namun untuk menetapkan suatu formulasi, kami tetapkan minimal sebesar 2,5% dari nett income setelah Pph sesuai dengan ketetapan Majelis Ulama Indonesia mengenai zakat terhadap penghasilan. Bakal rancu dong dengan zakat profesi?!
Wallahu a'lam
Semua kami niatkan untuk menyisihkan penghasilan kami untuk niatan sedekah, supaya kami tidak serakah, karena disana tersimpan hak orang lain.
Lalu apakah boleh nominalnya dilebihkah?
Sangat boleh, karena memang kami tuliskan MINIMAL, jadi kalau mau nambah, sangat diharapkan π
__
INVESTASI
Menurut pakar financial, sebenarnya nilai investasi yang ideal adalah 20-30% dari nett income setelah PPh.
Sehingga dalam formulasi kami, kami tetapkan nilai investasi MINIMAL 10% dari nett income setelah PPh.
Bagaimana kalau mau nambah?
Ya tetap boleh dong...malah diharapkan prosentasenya harus naik terus.
Mengapa kita perlu berinvestasi?
Pastinya untuk mencapai tujuan keuangan seperti dana pendidikan dan dana pensiun.
Tanpa investasi tujuan keuangan akan sulit tercapai karena hanya mengandalkan tabungan yang bunganya rendah dan tidak bisa mengejar kenaikan harga (inflasi).
Lalu apa bedanya dengan Tabungan?
Tabungan merupakan salah satu metode untuk menyelamatkan uang, yang nantinya dapat kita gunakan untuk berjaga-jaga jika ada kebutuhan mendadak atau jika ingin diambil sewaktu-waktu. Demikian juga dengan deposito. Jangan pernah mengharapkan return yang terasa melalui 2 produk tersebut.
So, dua produk tersebut tidak ideal untuk tujuan jangka panjang karena time value of money nya tidak worth it. Bunga tabungan dan deposito saat ini hanya 5% pertahun.
Next tema Investasi akan saya bahas secara tersendiri ya.
__
CICILAN
Bagi teman-teman yang berniat untuk mengajukan kredit ke bank, tentu ada sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi terlebih dahulu. Ini berlaku untuk semua jenis kredit yang diterbitkan bank, yang salah satunya adalah rasio kredit.
Menurut definisinya, rasio kredit adalah nilai perbandingan antara penghasilan (gaji) dan total jumlah cicilan serta kredit/utang yang dimiliki orang tersebut. Melalui rasio kredit, bank dapat melihat kemampuan keuangan seseorang.
Para ahli keuangan menyarankan rasio kredit lebih baik tidak lebih (MAKSIMAL) dari 30% dari total penghasilan setelah Pph. Jumlah tersebut adalah batasan maksimal seseorang dalam memiliki utang, supaya teman-teman tetap merasakan hidup yang aman, tentram, damai tanpa dihantui oleh cicilan bank.
Serta saya tegaskan disini, teman-teman harus bijak dalam mengambil pinjaman. Usahakan pinjaman hanya untuk pembelian Fixed Asset yang nilainya cenderung naik.
Misal untuk membeli tanah, rumah, ruko.
Naah..jika suatu saat teman-teman memiliki penghasilan tak terduga semisal dapat bonus atau rejeki lainnya, sebaiknya gunakanlah terlebih dahulu untuk menyelesaikan pinjaman.
Lumayan khan jika digunakan untuk melakukan pelunasan sebagian, sehingga angsuran atau cicilan teman-teman setiap bulannya bisa menjadi lebih kecil.
__
KEBUTUHAN HIDUP
Yup... akhirnya untuk point ini, kita harus pandai mengendalikan diri.
Mengapa?
Karena apa yang kita gunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup adalah sisa dari point 1-3.
Untuk keluarga kami, saya membuat anggaran atau budget kebutuhan kami secara bulanan, misal: kebutuhan dapur (baik keperluan masak memasak dan kebutuhan rumah lainnya seperti cuci mencuci dan cleaning needs lainnya), listrik, telfon, bahan bakar, dana sosial (kondangan, nengok orang sakit, dll), dana darurat (untuk obat-obatan ringan) dan dana gaya hidup (jajan, makan di luar,fashion).
Semua saya buatkan anggaran supaya sisa penghasilan bisa dimanfaatkan dengan baik dan tentunya untuk meminimalkan pelanggaran π
Ingat ya: Pengendalian Diri
Inilah instrumen terpenting dari pengelolaan keuangan, karena semua akan sia-sia jika teman-teman tetap konsumtif dalam berbelanja.
Seorang ibu rumah tangga harus pandai mengelola keuangan keluarganya, so... mari segera membuat anggaran kebutuhan keluarga. Dan jangan ketinggalan untuk membuat catatan pendapatan dan pengeluaran untuk melakukan fungsi managerial yang terakhir yaitu controlling atau mereview kembali transaksi keuangan yang terjadi setiap bulannya dalam keluarga kita.
__
Pada dasarnya bukan seberapa banyak pendapatan yang kita terima, namun seberapa baik kita dalam mengelola pendapatan kita.
Selamat mencoba ya mom π
“Family is a life jacket in the stormy sea of life.”- J.K. Rowling


Komentar
Posting Komentar