Saya Selektif: LM vs Perhiasan Emas
Saya Selektif:
LM vs Perhiasan Emas
Hmm... sepertinya tema "Saya Selektif" bakal jadi banyak episode deh. Saya mau nyaingin episode nya sinetron "Tersanjung" .
Yang seusia dengan saya jelas paham dengan sinetron yang durasinya barangkali bisa masuk seleksi guinness world record 😅
__
Okay disini saya akan share mengenai habit selektif saya yang saya lakukan setelah memiliki penghasilan tetap alias sudah bekerja.
Saya mulai bekerja di tahun 2003 di sebuah bank di Semarang.
Godaan saya saat itu sangat luar biasa, bagaimana tidak, lawong secara layout, depan kantor adalah mall, seminggu 2x kami juga jaga pameran di mall.
MasyaAllah...setelah dapat gaji pertama, rasanya seperti orang kalap, uang berganti rupa menjadi baju, tas, sepatu, tapi alhamdulillah saya masih sempat mentraktir keluarga 😂
Bagaimana dengan gaji kedua, ketiga??
Yup, otak saya masih kacau, emosi menghadapi penghasilan masih belum bisa terbendung.
Lalu, kemana saya yang dulu, saya yang selektif sejak SD, saya yang rajin mencatat pendapatan dan pengeluaran??
__
Alhamdulillah...meskipun saat itu saya sedang "pingsan" tapi kebiasan mencatat saya masih berlangsung.
Jadi...suatu ketika saya tersadar, "polisi" saya datang dan menjewer saya.
Saya amati mutasi debet dan kredit catatan saya. Saat itu saya langsung tersadar, untuk apa saya membeli barang-barang yang seharusnya punya 2 saja cukup, mengapa saya harus punya 5? Terlebih barang itu nilai ekonomisnya tidak bertahan lama bahkan hilang.
Puaskah saya dengan tampak memakai atau menenteng barang secara berganti-ganti tapi saya tidak punya tabungan ataupun investasi?
Jujur saja apa yang saat itu saya beli harganya tidak jutaan. Tapi kalau dikalikan beberapa biji dan saya melakukannya tanpa kontrol, pastilah sampai kapanpun saya tidak akan memiliki sesuatu yang value nya bisa memberikan jaminan masa depan saya.
__
Suatu ketika saya bertemu teman saya yang menjadi marketing sebuah perusahaan asuransi. Dia menawarkan salah satu produk unggulannya.
Tanpa berpikir panjang akhirnya saya menandatangani form pembukaan aplikasinya. Saat itu saya mesti membayar premi triwulanan selama 10 tahun.
Alhamdulillah... at least setiap 3 bulan sekali rekening saya auto debet utk membayar premi tersebut.
Lalu, apakah saya masih boros?
Menurut saya iya. Saya masih berpikir panjang apa lagi yang harus saya lakukan.
__
Tahun 2005 saya berpindah bank. Begitulah banker, saat mendapatkan peluang yang lebih baik, biasanya suka nemplok ke tempat lain 😄.
Saya sangat bersyukur, di kantor baru ini saya mendapatkan manajer yang sangat baik dan menularkan saya ilmu positif untuk menyelamatkan penghasilan.
Sejak saat itu mulailah saya mengenal Logam Mulia (LM).
Saya mulai membeli dari hanya 3 gram hingga akhirnya jika saya dapat rejeki lebih semisal dari uang perjalanan dinas luar kota, bonus tahunan ataupun bonus-bonus yang lain, saya selalu sempatkan untuk main ke toko emas.
__
Mengapa yang saya pilih LM bukan perhiasan?
Kalau LM pada saat kita ingin menjualnya, harga akan mengikuti harga pada saat kita jual dan tidak ada potongan, paling-paling kalau ada biaya 10-15K itu masih sangat wajar untuk biaya administrasi, karena LM ada sertifikatnya dan harganya terus akan naik meskipun tidak meroket jika kita bandingkan berinvestasi dalam bentuk saham.
Bagaimana dengan perhiasan emas?
harga perhiasan emas yang dijual ke toko tempatnya berjualan akan dipotong 10-25% dari harga beli konsumen. Jika emas tersebut sebelumnya dibeli dari toko lain, kena potongan lagi. Pasalnya dikurangi ongkos jasa pembuatan emas lebur menjadi perhiasan.
So?? What do you think? Pastilah worth it jika pilih LM.
Lalu apakah kita tidak boleh beli perhiasan emas?
Jelas boleh dong.. Khan kita perempuan, pasti suka memakai aksesoris. Tapi hemat saya, belilah secukupnya untuk daily use atau punya sepaket (anting,kalung,gelang dan cincin) yang sewaktu-waktu untuk acara resmi semisal kondangan.
__
Alhamdulillah... akhirnya saya mencintai hobi baru saya ini.
Saya terus kumpulkan LM-LM itu.
Setiap kali ada hasrat semisal ingin ganti Hp atau belanja baju, sepatu, tas dan yang lainnya. Saya selalu mengingat bahwa akan ada toko emas yang siap menanti saya 😄
Lalu, apakah saat itu saya menjadi udik, penampilan menjadi kusut, kumal dan tidak menarik??
Aah.. tidak juga. Saya membuat budget kapan saya harus membeli barang-barang itu.
Jujur saja kalau baju, saya anggarkan setiap 1 sampai 1,5 bulan sekali saya harus membeli maksimal 2 potong baju baru (entah atasan ataupun bawahan). Mengapa?
Karena saat itu tuntutan pekerjaan. Saya bekerja di unit bisnis sebuah bank yang menuntut penampilan dan kebetulan kami tidak diberi uniform seperti layaknya frontliner.
Namun, dengan sistem budget yang saya tetapkan, akhirnya batasan-batasan itu tidak berani saya langgar.
Apakah saya selalu tertib?
Hahaha...namanya juga manusia, bukan malaikat.
Pernah sesekali saya melanggar peraturan, tapi dengan kembali melihat buka catatan pendapatan dan pengeluaran, akhirnya pengakuan dosa akan segera bisa dilakukan.
__
Bagaimana dengan membeli gadget?
Hmm...jujur saja, gangguan gadget merupakan gangguan terbesar. Mengapa?
Kadang lihat teman yang punya agak bagus apalagi yang bisa menghasilkan kualitas foto yang super keren yang bisa mengubah wajah bak seorang artis korea tanpa punya pori-pori. Kadang kegalauan itu terjadi.
Tapi... akhirnya saya merenung, sampai kapan godaan itu akan saya ladenin.
Sebenarnya apa yang saya butuhkan? Alat komunikasi ataukah alat selfie?
Ingat, bahwa harga elektronik akan cepat terjun bebas dan selepasnya kita akan dapat meringis saja 😄
__
Akhirnya saya back to LM.
Saat itu saya tidak berpikir macam-macam, saya yakin apa yang saya pilih ini pasti akan memberikan manfaat untuk saya kedepannya.
Naah.. akhirnya benar, pada tahun 2008 pada saat saya dan suami mencari tambahan untuk DP rumah, LM itu menjadi penyelamat kami.
LM adalah fixed asset dan harus dijualnya atau diubah bentuknya juga dalam bentuk fixed asset.
So... we still get its gain alias cuan.
It's very simple right?
"When you are discontent, you always want more, more, more. Your desire can never be satisfied. But when you practice contentment, you can say to yourself, 'Oh yes, I already have everything that I really need'. - Dalai Lama
* gambar LM diambil dari google
LM vs Perhiasan Emas
Yang seusia dengan saya jelas paham dengan sinetron yang durasinya barangkali bisa masuk seleksi guinness world record 😅
__
Okay disini saya akan share mengenai habit selektif saya yang saya lakukan setelah memiliki penghasilan tetap alias sudah bekerja.
Saya mulai bekerja di tahun 2003 di sebuah bank di Semarang.
Godaan saya saat itu sangat luar biasa, bagaimana tidak, lawong secara layout, depan kantor adalah mall, seminggu 2x kami juga jaga pameran di mall.
MasyaAllah...setelah dapat gaji pertama, rasanya seperti orang kalap, uang berganti rupa menjadi baju, tas, sepatu, tapi alhamdulillah saya masih sempat mentraktir keluarga 😂
Bagaimana dengan gaji kedua, ketiga??
Yup, otak saya masih kacau, emosi menghadapi penghasilan masih belum bisa terbendung.
Lalu, kemana saya yang dulu, saya yang selektif sejak SD, saya yang rajin mencatat pendapatan dan pengeluaran??
__
Alhamdulillah...meskipun saat itu saya sedang "pingsan" tapi kebiasan mencatat saya masih berlangsung.
Jadi...suatu ketika saya tersadar, "polisi" saya datang dan menjewer saya.
Saya amati mutasi debet dan kredit catatan saya. Saat itu saya langsung tersadar, untuk apa saya membeli barang-barang yang seharusnya punya 2 saja cukup, mengapa saya harus punya 5? Terlebih barang itu nilai ekonomisnya tidak bertahan lama bahkan hilang.
Puaskah saya dengan tampak memakai atau menenteng barang secara berganti-ganti tapi saya tidak punya tabungan ataupun investasi?
Jujur saja apa yang saat itu saya beli harganya tidak jutaan. Tapi kalau dikalikan beberapa biji dan saya melakukannya tanpa kontrol, pastilah sampai kapanpun saya tidak akan memiliki sesuatu yang value nya bisa memberikan jaminan masa depan saya.
__
Suatu ketika saya bertemu teman saya yang menjadi marketing sebuah perusahaan asuransi. Dia menawarkan salah satu produk unggulannya.
Tanpa berpikir panjang akhirnya saya menandatangani form pembukaan aplikasinya. Saat itu saya mesti membayar premi triwulanan selama 10 tahun.
Alhamdulillah... at least setiap 3 bulan sekali rekening saya auto debet utk membayar premi tersebut.
Lalu, apakah saya masih boros?
Menurut saya iya. Saya masih berpikir panjang apa lagi yang harus saya lakukan.
__
Tahun 2005 saya berpindah bank. Begitulah banker, saat mendapatkan peluang yang lebih baik, biasanya suka nemplok ke tempat lain 😄.
Saya sangat bersyukur, di kantor baru ini saya mendapatkan manajer yang sangat baik dan menularkan saya ilmu positif untuk menyelamatkan penghasilan.
Sejak saat itu mulailah saya mengenal Logam Mulia (LM).
Saya mulai membeli dari hanya 3 gram hingga akhirnya jika saya dapat rejeki lebih semisal dari uang perjalanan dinas luar kota, bonus tahunan ataupun bonus-bonus yang lain, saya selalu sempatkan untuk main ke toko emas.
__
Mengapa yang saya pilih LM bukan perhiasan?
Bagaimana dengan perhiasan emas?
harga perhiasan emas yang dijual ke toko tempatnya berjualan akan dipotong 10-25% dari harga beli konsumen. Jika emas tersebut sebelumnya dibeli dari toko lain, kena potongan lagi. Pasalnya dikurangi ongkos jasa pembuatan emas lebur menjadi perhiasan.
So?? What do you think? Pastilah worth it jika pilih LM.
Lalu apakah kita tidak boleh beli perhiasan emas?
Jelas boleh dong.. Khan kita perempuan, pasti suka memakai aksesoris. Tapi hemat saya, belilah secukupnya untuk daily use atau punya sepaket (anting,kalung,gelang dan cincin) yang sewaktu-waktu untuk acara resmi semisal kondangan.
__
Alhamdulillah... akhirnya saya mencintai hobi baru saya ini.
Saya terus kumpulkan LM-LM itu.
Setiap kali ada hasrat semisal ingin ganti Hp atau belanja baju, sepatu, tas dan yang lainnya. Saya selalu mengingat bahwa akan ada toko emas yang siap menanti saya 😄
Lalu, apakah saat itu saya menjadi udik, penampilan menjadi kusut, kumal dan tidak menarik??
Aah.. tidak juga. Saya membuat budget kapan saya harus membeli barang-barang itu.
Jujur saja kalau baju, saya anggarkan setiap 1 sampai 1,5 bulan sekali saya harus membeli maksimal 2 potong baju baru (entah atasan ataupun bawahan). Mengapa?
Karena saat itu tuntutan pekerjaan. Saya bekerja di unit bisnis sebuah bank yang menuntut penampilan dan kebetulan kami tidak diberi uniform seperti layaknya frontliner.
Namun, dengan sistem budget yang saya tetapkan, akhirnya batasan-batasan itu tidak berani saya langgar.
Apakah saya selalu tertib?
Hahaha...namanya juga manusia, bukan malaikat.
Pernah sesekali saya melanggar peraturan, tapi dengan kembali melihat buka catatan pendapatan dan pengeluaran, akhirnya pengakuan dosa akan segera bisa dilakukan.
__
Bagaimana dengan membeli gadget?
Hmm...jujur saja, gangguan gadget merupakan gangguan terbesar. Mengapa?
Kadang lihat teman yang punya agak bagus apalagi yang bisa menghasilkan kualitas foto yang super keren yang bisa mengubah wajah bak seorang artis korea tanpa punya pori-pori. Kadang kegalauan itu terjadi.
Tapi... akhirnya saya merenung, sampai kapan godaan itu akan saya ladenin.
Sebenarnya apa yang saya butuhkan? Alat komunikasi ataukah alat selfie?
Ingat, bahwa harga elektronik akan cepat terjun bebas dan selepasnya kita akan dapat meringis saja 😄
__
Akhirnya saya back to LM.
Saat itu saya tidak berpikir macam-macam, saya yakin apa yang saya pilih ini pasti akan memberikan manfaat untuk saya kedepannya.
Naah.. akhirnya benar, pada tahun 2008 pada saat saya dan suami mencari tambahan untuk DP rumah, LM itu menjadi penyelamat kami.
LM adalah fixed asset dan harus dijualnya atau diubah bentuknya juga dalam bentuk fixed asset.
So... we still get its gain alias cuan.
It's very simple right?
"When you are discontent, you always want more, more, more. Your desire can never be satisfied. But when you practice contentment, you can say to yourself, 'Oh yes, I already have everything that I really need'. - Dalai Lama
* gambar LM diambil dari google


Komentar
Posting Komentar