Saya Selektif: Mengapa saya pilih ngASI?

Saya Selektif:
Mengapa saya pilih ngASI?


Saya memiliki 2 anak. Nah, dari anak pertamalah saya bisa memperbaiki diri untuk memperlakukan anak kedua saya. Biasa khan..anak pertama seolah menjadi anak uji coba sebagai mama baru.

Hal yang menjadi concern saya yaitu mengenai pemberian ASI (Air Susu Ibu).
Saya berhasil memberi ASI secara full hanya sampai usia 12 bulan untuk anak pertama saya.


Mengapa tidak sampai 24 bulan?
Saat itu ada suatu keadaan yang mana saya harus pelatihan ke Jakarta selama 1 minggu dan ternyata persediaan ASIP (ASI Perah) tidak mencukupi.

Memang anak pertama saya kuat sekali minumnya.
Lalu tidak ada pilihan lain, akhirnya suami saya memberi dia susu formula.
Buruknya lagi, sesampai saya kembali dari pelatihan, bukannya saya melanjutkan kembali untuk memberi ASI.
Saya malah keenakkan tinggal nyolokin dot ke anak saya 😭
MashaAllah...apa yang ada dalam pikiran saya waktu itu. Saya serasa bahagia melihat anak saya tumbuh gendut, bahkan nyaris obesitas.
Memang begitulah dampak dari pemberian susu formula
__

Awal bulan kedua di tahun 2011 hasil test pack saya menunjukkan 2 garis biru.
Alhamdulillah..kehadiran anak kedua waktunya sesuai dengan rencana.
Saat itulah saya berkomitmen bahwa untuk anak kedua ini nanti, saya tidak akan mengulangi kesalahan untuk kedua kalinya.
Saya harus sukses ngASI sampai usia anak 2 tahun.

Alhamdulillah...akhirnya semua berjalan dengan baik dan saya berhasil ngASI hingga 2 tahun 8 bulan.
__


Yup, dari pengalaman saya ini, pada tema "Saya Selektif" the series kali ini, saya akan share penghematan yang dapat kita peroleh jika kita berhasil memberikan ASI kepada anak kita minimal selama 6 bulan bahkan sampai 24 bulan.
Dan... bagaimana jika jumlah penghematan itu kita tempatkan dalam produk Reksa Dana, karena kita punya rencana untuk mempersiapkan dana pendidikan anak sebaik mungkin khan?


__
Perkiraan kebutuhan ASI harian pada bayi adalah sebagai berikut:

Usia Bayi
Minimal
Maksimal
Rata-rata
1-6 bulan
570 ml
900 ml
750 ml
7 bulan


875 ml
12-24 bulan
400 ml
550 ml
550 ml
24-36 bulan
300 ml
360 ml
360 ml
Secara umum, beberapa pakar investasi menyatakan bahwa target return per tahun masing-masing jenis reksadana adalah sebagai berikut:

Jenis Reksadana
Return
Reksadana Saham
16-20%
Reksadana Pendapatan Tetap
7-10%
Reksadana Pasar Uang
5-6%
Reksadana Campuran
11-15%

Harga susu formula saat ini:
Usia
Ukuran
Range Harga (Rp.)
0-6 bulan
400 gr
28.200-137.750
1-3 tahun
400 gr
26.000-133.300

Yuk kita coba mulai berhitung jika kita kasih anak kita sufor dengan harga paling murah yaitu Rp. 28.200,-

Maka Beban yang dikeluarkan:
Usia
Kebutuhan Rata-Rata ASI per hari
Kebutuhan Rata-Rata Sufor per bulan (400 gr)
Nilai Rupiah
per bulan
Total
1-6 bulan
750 ml
60 box
1.692.000
10.152.000
7-11 bulan
875 ml
75 box
2.115.000
10.575.000
12-24 bulan
550 ml
45 box
1.170.000
15.210.000
Jumlah beban yang dikeluarkan
35.937.000
Keterangan:
Rata-rata satu sendok takar susu formula ukuran 35 gram dapat dihasilkan sebanyak 30 mili liter (ml) susu

Dari perhitungan di atas, tampak bahwa kita akan mengeluarkan beban sebesar Rp.35.937.000,- selama 24 bulan untuk memenuhi kebutuhan pembelian sufor. Iiih...serem ya?! 😲
__

Yuk kita pencet kalkulator lagi..
Kira-kira kalau nominal tersebut kita investasikan dalam produk Reksa Dana saham:

 Nilai investasi dalam reksadana saham jangka waktu 1 tahun
Usia bayi
Nilai Rupiah Penghematan
Return per tahun
Total Rupiah
1-6 bulan
10.152.000
1.668.000
11.820.000
7-11 bulan
10.575.000
1.692.000
12.267.000
12-24 bulan
15.210.000
4.867.200
20.077.200
Jumlah nilai investasi selama 1 tahun
44.164.200
Keterangan: asumsi return reksadana saham 16% per tahun

Sesuai dengan saran para pakar investasi bahwa semakin lama periode investasi, semakin tinggi pula probabilitas tujuan tercapai. Jangka waktu ideal investasi adalah minimal 7 tahun.

Maka, Nilai investasi dalam reksadana saham jangka waktu 7 tahun
Usia bayi
Nilai Rupiah Penghematan
Return per tahun
Total Rupiah
1-6 bulan
10.152.000
1.668.000
21.828.000
7-11 bulan
10.575.000
1.692.000
22.419.000
12-24 bulan
15.210.000
4.867.200
49.280.400
Jumlah nilai investasi selama 7 tahun
93.527.400
Keterangan: asumsi return reksadana saham 16% per tahun

Dari perhitungan di atas, jika seorang ibu mampu menyusui anaknya secara eksklusif selama usia 6 bulan pertama, maka dari keluarga tersebut akan berhasil melakukan penghematan dana pengeluaran untuk pembelian susu formula sebesar Rp.10.152.000,-. 

Nominal penghematan ini jika diinvestasikan dalam bentuk reksadana saham selama jangka waktu ideal investasi yaitu 7 tahun akan menjadi Rp.21.828.000,-.

Apabila pemberian ASI dilanjutkan hingga anak berusia 24 bulan, maka dana yang berhasil dilakukan penghematan untuk pembelian susu formula adalah sebesar Rp. 35.937.000,- dan jika nominal ini diinvestasikan dalam bentuk reksadana saham selama 7 tahun akan menjadi Rp.93.527.400,-. Wow.... amazing....😎

__

Makanya benar-benar tiada penyesalan kalau kita memberi anak kita ASI bahkan hingga usia 24 bulan. Selain anak akan tumbuh sehat dan cerdas, penghematan pengeluaran yang dapat kita peroleh sangat luar biasa.

So... jika ingin mengASIhi anak kita, sepanjang tidak ada kendala medis yang akan menganggu kesehatan ibu dan anak, Go ahead!
Hipnotis diri!
Yakin Bisa!

Ingat...bahwa Tuhan sudah mendesign seorang ibu dengan sempurna. Kita diberi kelenjar mammae. Jadi...pastilah bisa memberikan susu (ASI) kepada anak-anak kita 😍

Tujuan keluarga sehat secara pari purna akan tercapai dangan baik.
Terus semangat ya moms...😗
__

Bayi yang baru lahir hanya memiliki tiga tuntutan, yaitu kehangatan dalam pelukan ibunya, dengan makanan dari payudaranya, dan keamanan dalam ilmu kehadirannya. ASI memenuhi ketiganya- dr.Grantly Dick.


* tulisan diambil dari ASI adalah Awal Investasi dalam Jurnal Yin Yang Vol.12 No.2 tahun 2017. Jurnal studi islam,gender dan anak. Penulis: Ida Puspitarini
* Ilustrasi gambar diambil dari google



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Money Manners dalam Pertemanan

Saya Selektif: Investasi Dengan Dana Minim

Investasi Untuk Generasi Milenial