Saya Selektif: Tabungan vs Investasi

Saya Selektif:
Tabungan vs Investasi


"Saya Selektif" the series kali ini saya akan bahas secara sederhana saja.
Seperti yang kita ketahui bahwa pengelolaan keuangan keluarga memiliki peran yang sangat penting ketika seseorang sudah mulai menapaki bahtera rumah tangga.
Sebenarnya tidak sulit asalkan dari awal sudah dibicarakan dengan pasangan.

Nah... seperti formula yang sudah saya sampaikan pada tema sebelumnya, bahwa keuangan keluarga yang sehat yaitu jika sudah berhasil menyisihkan MINIMAL 10% penghasilan nett setelah PPh untuk alokasi dana Tabungan atau Investasi.

Untuk masalah Tabungan atau Investasi bukanlah urusan suami. Kita sebagai supermom harus pandai juga membuat budget untuk kedua case ini.
__

Mari kita ulas ulang perbedaan Tabungan dan Investasi.

TABUNGAN
Simpanan yang kita percayakan kepada bank. Yang mana penarikan uang dari rekening tabungan dapat dilakukan dengan menggunakan buku tabungan atau slip penarikan di bank ataupun ATM. Sedangkan penyetorannya dapat dilakukan melalui mesin cash deposit (CDM) atau langsung ke mengunjungi kantor cabang bank dengan buku tabungan.
Yup, dapat digarisbawahi bahwa penarikan rekening dapat dilakukan sewaktu-waktu.

Hmm...lalu bedanya dengan Deposito?
Rekening deposito adalah produk simpanan bank yang penyetoran dana dilakukan saat pembukaan rekening saja dan penarikan dana hanya dapat dilakukan setelah jangka waktu tertentu (jatuh tempo).
Jangka waktu tersebut dapat dalam 1, 3, 6, 9, 12, dan 24 bulan. Berbeda dengan tabungan, dana deposito tidak dapat ditarik kapan saja. Jadi nasabah tidak memiliki kebebasan untuk menambah jumlah deposito ataupun menguranginya.

INVESTASI


Menurut seorang pakar, arti Investasi adalah:
Penundaan konsumsi sekarang untuk dimasukkan ke aktiva produktif selama periode waktu tertentu.
Duh, uraiannya bahasa langit banget ya.😅

Kalau secara bahasa buminya:
Penempatkan dana pada satu periode tertentu dengan harapan penggunaan dana tersebut bisa menghasilkan keuntungan dan/atau peningkatan nilai investasi.

Kalau dengan bahasa sederhana saya:
"Menghilangkan dana kita untuk beberapa waktu dan suatu saat kita temukan dengan jumlah yang berbeda alias bertambah"

Saya memakai kata "menghilangkan" karena.. pada saat kita sudah berniat untuk berinvestasi, kita harus kuat dan mantap untuk tidak mengutak-atik dana tersebut.
Ingat, bahwa investasi diperuntukkan untuk keperluan Jangka Panjang.
Menurut pakar, waktu ideal penempatan investasi minim 5 atau 7 tahun.
So.. jika ingin return yg optimal, ya kita harus bisa menahan diri.

Apakah manfaat Investasi?
1.Meningkatkan Aset
Salah satu contohnya adalah ketika seseorang membeli tanah atau properti saat ini sebagai investasi, kemudian menjualnya di masa depan dengan nilai yang berkali-kali lipat dari harga saat membelinya.

2. Mempersiapkan Kebutuhan di Masa Mendatang
Berinvestasi pada saat ini tujuannya untuk digunakan sebagai pendukung kebutuhan hidup di masa depan. Salah satu contohnya adalah berinvestasi dalam emas, dimana tujuannya adalah untuk dijual di masa depan sebagai dana pendidikan anak.

3. Gaya Hidup Hemat dan Sederhana
Dengan berinvestasi maka seseorang akan berupaya untuk mengalokasikan uangnya untuk hal-hal penting saja. Pada akhirnya hal ini akan membuat orang tersebut menjadi lebih hemat.

4. Menghindari Terjerat Hutang Piutang
Masih berhubungan dengan poin nomor 3 dengan gaya hidup yang hemat dan sederhana, dapat dipastikan seseorang akan terhindar dari masalah hutang.

Mereka yang telah berkomitmen untuk berinvestasi secara rutin akan terhindar dari masalah hutang piutang. Dan akhirnya akan membuat keuangannya menjadi lebih tertata.

Macam bentuk investasi:
1. Aset Riil
Merupakan aset yang memiliki wujud, contohnya emas, tanah, rumah, logam mulia.

2. Aset Finansial
Merupakan aset yang tidak terlihat, namun tetap memiliki nilai yang cukup tinggi. Biasanya aset financial ini terdapat di dunia perbankan dan juga di pasar modal atau kalau di Indonesia dikenal dengan Bursa Efek Indonesia (BEI) dan Jakarta Islamic Index (JII).
Contoh dari aset finansial yaitu saham, obligasi, reksadana.
__

Menurut beberapa literasi, tabungan dan deposito dikategorikan sebagai Investasi Jangka Pendek.
Namun...untuk saya pribadi tabungan saya anggap sebagai tempat untuk menyimpan dana darurat.
Maksud darurat disini adalah jika sewaktu-waktu butuh, kita dapat ambil.
Disini rekening tabungannya bukan yang model berjangka waktu (tabungan berjangka).
Jadi, untuk memanage keuangan keluarga, saya sengaja memiliki beberapa rekening tabungan:
1. Rekening tabungan untuk fast moving needs, seperti kebutuhan dapur, toiletries, kebutuhan kebersihan rumah, bayar air, bayar listrik, langganan koran. Atau kebutuhan keluarga yang memang tiap bulan selalu dikeluarkan
2. Rekening tabungan untuk season needs, seperti dana untuk beli obat-obatan, untuk kegiatan sosial (kondangan, bezuk, melayat), fashion.
Saya memakai istilah season needs karena kebutuhan-kebutuhan tersebut tiap bulan belum tentu dikeluarkan.
3. Rekening tabungan berjangka
Naah... untuk rekening ini memang saya istiqomah tetap membuatnya, seperti yang saya sampaikan di tema terdahulu. Kantong ini saya gunakan untuk Family Trip.

Dan ingat bahwa return tabungan dan deposito tidak terlalu menggeliat, jika teman-teman senang menyimpan uangnya dalam kedua bentuk ini, perhatikan the value of money nya dimasa mendatang.
__

Lalu mengenai bentuk investasi dalam aset financial yaitu untuk membeli saham dan obligasi, disini saya berpesan bahwa jual beli saham dalam short time (trader) di bursa efek tidak termasuk dalam kategori ini.
Mengapa?
Karena para trader bisa jadi hanya dalam hitungan detik menggenggam saham atau obligasinya.
Type meraka adalah buy and sell.

Ingat dengan the Bold Note investasi: disimpan dalam jangka waktu minimal 5-7 tahun.
Jadi kita ijinkan uang kita untuk digunakan sebagai modal suatu perusahaan tempat kita berinvestasi untuk mengembangkan usahanya. Dan...akhirnya mereka akan memberikan kontraprestasi kepada kita.

Jika investor berfokus pada fundamental produk yang akan dibeli, trader berfokus pada sentimen dan kondisi pasar. Seorang trader di pasar saham kurang mempedulikan performa saham perusahaan yang akan dibeli, selama sentimen pasar terhadap perusahaan tersebut positif, ia akan membeli sahamnya untuk secepatnya dijual kembali. Selain itu, ia akan mempertimbangkan kondisi pasar, jika pasar saham sedang terpukul oleh suasana politik yang tidak kondusif hingga indeks harga saham turun, maka ia tidak akan masuk pasar hingga kondisinya normal kembali.

Dibandingkan dengan investor, transaksi yang dilakukan trader lebih bersifat jangka pendek dengan frekuensi yang jauh lebih besar. Dari hasil survey yang pernah dilakukan, sebagian besar trader mengandalkan pendapatannya hanya dari trading (trading for living), baik di pasar saham, indeks saham futures, forex, atau komoditi.
__
Duh...materi blog saya kali ini ternyata tidak jadi simple ya?
Bikin mengernyitkan dahi.

Tapi... sebagai manajer keuangan keluarga, seorang istri harus rajin memperkaya khasanah informasinya terutama di bidang investasi. Supaya semakin menjadi istri yang smart dan sangat aware dengan masa depan keluarga.

Apakah teman-teman sudah memikirkan masa pensiun atau masa dimana kita sudah tidak produktif lagi?
Apakah teman-teman sudah mempersiapkan dana untuk mengcover kehidupan dimasa tua?
Jangan sampai dimasa tua kita akan merepotkan anak-anak kita lho ya...
Biarkan anak-anak kita bahagia dan fokus mempersiapkan masa depan keluarganya.

Yup...next sesuai janji saya, saya akan bahas mengenai investasi dengan dana yang minim.

Salam Ibu Hebat ya.. 💕

" One thing in the world that do not want to wait us. We call it: TIME "


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Money Manners dalam Pertemanan

Saya Selektif: Investasi Dengan Dana Minim

Investasi Untuk Generasi Milenial