Merencanakan Masa Pensiun
Merencanakan Masa Pensiun
Aha...i'm back...Sepertinya nyaris 2 minggu ini saya tidak menyentuh blog saya.
Maklum, saya harus berhibernasi dengan lembaran koreksian yang semester ini jumlahnya ada 8 kelas 😅
__
Yup, kali ini kita curhat mengenai masa tua. Masa dimana kita dalam posisi sudah tidak produktif lagi.
Rata-rata nantinya kita akan pensiun diusia 55-60 tahun. Kebanyakan jika teman-teman bekerja sebagai karyawan, maka akan pensiun diusia 55 tahun.
Jika diasumsikan karyawan itu adalah saya, maka 18 tahun lagi saya akan pensiun. Dan jika yang diasumsikan adalah suami saya, maka... 6 tahun lagi suami saya bakal pensiun. Inilah risiko pasutri dengan beda usia yang cukup jauh.
Bagaimana dengan usia suami teman-teman?
Dan haruskah kita resah?
Jawabnya adalah Jangan.
Mengapa?
Jika kita sudah membuat perencanaan keuangan sebaik mungkin hingga memikirkan dana pensiun yang harus kita siapkan sedini mungkin. Maka kita tidak perlu risau.
Namun jika sebaliknya. Efek ketidakpedulian terhadap persiapan dana pensiun akan memicu ketidaksiapan kita untuk menghadapi masa tua. Pada akhirnya dimasa yang tidak produktif itu akan menjadi beban untuk anak-anak kita.
Apakah teman-teman akan rela mengganggu kebahagiaan mereka? Pastinya kita semua tidak ingin hal tersebut terjadi pada saat masa pensiun tiba.
Di dalam kehidupan ini, kita akan temui risiko-risiko yang berada di luar kendali. Begitu juga dengan masa pensiun. Akan banyak hal yang tidak dapat kita duga sebelumnya akan terjadi.
Tapi... pastilah masalah kesehatan yang tidak bisa kita hindarkan.
Bismillah disaat kita tua, saat kita sudah pensiun, kita selalu diberi kesehatan.
Seperti kita ketahui biaya rumah sakit dan obat untuk support kesehatan pastilah tidak murah.
So... yuk kita siapkan semuanya dengan baik.
__
Tips sederhana dari saya sebenarnya sudah saya sampaikan di tema "Saya Selektif" the series, namun ada baiknya jika kita recall kembali.
Hal-hal yang bisa kita lakukan adalah:
1. Cek kembali penataan keuangan rumah tangga.
Rumusan simple: minimal 2,5% (sedekah)- minimal 10% (investasi) - maksimal 30% (utang), dapat digunakan sebagai dasar untuk otak atik budgeting.
Jadi... jika ada kenaikan pendapatan, 2 point untuk 2,5% dan 10% lah yang harus dinaikkan prosentasenya.
Sebaiknya jangan menuruti atau meninggikan gaya hidup. Setting hasrat kita untuk membeli sesuatu sesuai kebutuhan, karena keinginan selalu unlimited.
2. Buat skala prioritas
Hal ini terkait dengan minimal 10% alokasi untuk investasi.
Prioritas kita yang utama adalah dana pendidikan anak-anak. Posisi ini harus kita amankan dulu. Cara menyisihkannya, teman-teman bisa pilih mana yang membuat nyaman apakah dalam bentuk aset fisik ataukah dalam bentuk financial aset atau mau mengambil asuransi pendidikan.
Nah..setelah itu kita harus menyisihkan dana untuk persiapan menyambut masa pensiun kita. Teman-teman tetap bisa pilih mau berinvestasi dalam bentuk aset fisik, financial aset ataukah asuransi jiwa dan kesehatan.
Intinya, jangan hanya puas menyisihkan dirate mininal untuk budget investasi. Jika ada peningkatan pendapatan, pos satu ini ratenya juga harus ditingkatkan.
3. Memulai home business
Hmm...maksudnya?
Begini, teman-teman sebagai ibu rumah tangga pernah tidak merenung hingga akhirnya menemukan passion yang sebenarnya terpendam dalam diri teman-teman.
Sebagai misal teman-teman suka berias diri, suka masak, suka bikin kue, suka menjahit, dan lain-lain.
Kita ambil contoh jika teman-teman suka berias diri, bagaimana kalau ditekuni misal dengan mengambil kursus MUA (make up artist), kemudian kalau sudah lulus, teman-teman bisa coba buka order semisal Make Up untuk wisuda atau untuk acara-acara simple dulu.
Maksud saya disini adalah:
Kita sebagai ibu rumah tangga juga dapat memulai membangun usaha meski dalam skala kecil saat usia masih produktif guna menyiapkan masa pensiun nanti.
Suami difokuskan untuk mempersiapkan investasi apa yang dijadikan pilihan untuk pensiun dan kita dapat membantunya melalui usaha kita tersebut.
4. Menyelesaikan utang
Jika teman-teman memiliki utang untuk membeli aset, upayakan utang ini sudah terselesaikan sebelum pensiun. Jangan sampai dana untuk pensiun digerogoti oleh utang.
Kita harus selalu ingat bahwa masa pensiun merupakan masa holiday dimana penghasilan yang akan kita terima tidak seberapa dibandingkan saat kita masih aktif bekerja, sementara kebutuhan hidup dimasa tua harus terus terpenuhi sampai usia kita berakhir.
Jika rata-rata usia hidup hingga 80 tahun, maka kita harus menyiapkan dana untuk kebutuhan hidup selama 20-25 tahun lagi setelah pensiun pada usia 55-60 tahun.
Masih sangat panjang khan?
Kita harus mulai berhitung, kira-kira uang pensiun yang akan kita terima dari tempat kita bekerja ( jika kita karyawan ), apakah dapat mencukupi kebutuhan hidup sekaligus biaya perawatan kesehatan di hari tua.
Oleh karena itu, menyiapkan dana pensiun adalah suatu kewajiban jika kita ingin memiliki masa pensiun yang nyaman dan bahagia. Kuncinya dengan memulai persiapan itu dari sekarang. Semakin cepat dilaksanakan, maka akan semakin matang persiapannya.
" Remember that as one chapter ends, another begins and... are you ready for this?. Be prepared "
* ilustrasi gambar mengambil dari google




Komentar
Posting Komentar