Traveling abroad with kids
Traveling abroad with kids
Apakah keribetan, cape atau bahkan perjalanan ini bakal menguras banyak biaya, yang sudah terlintas dibenak teman-teman?
Please... do not think about these bad conditions, karena kalau kita sudah berpikir negatif maka yang akan menjadi kenyataan juga bakal tidak jauh dari apa yang kita pikirkan tadi.
Okay... saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman pertama kami saat berpergian ke luar negeri (hanya ke negara sebelah) dan saat itu kami baru memiliki balita berusia 2,5 tahun.
Sebagai pasangan orang tua baru, pastinya kami harus meraba-raba apa saja yang mesti kami siapkan supaya disana kami tidak kesulitan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terlebih jika hal itu terkait dengan kebutuhan anak kami.
Oiya, mengapa kami memilih mencoba bepergian ke negara tetangga saja?
Saat itu pertimbangan awal adalah cuaca. Kita mencari negara yang kurang lebih typenya sama dengan Indonesia.
Saat itu kami memilih Singapura dan Vietnam.
Jujur saja sebagai orang tua baru, kami benar-benar heboh dalam hal bawaan. Kami bawa diaper dan baju anak dalam jumlah yang banyak.
Kalau diingat kembali, kadang kami merasa konyol dengan kehebohan itu karena kami membawa koper ukuran xxl yang khusus menampung kebutuhan anak, yang sebenarnya bisa direduksi 😄
Hal-hal yang perlu diperhatikan jika kita bepergian ke LN bersama anak-anak kurang lebih sebagai berikut:
1. Intip keadaan cuaca disana. Jika kita bepergian di negara tropis, hal ini tidak menjadi kendala karena paling-paling suhu, lalu apakah hujan ataukah panas, pastinya tidak berbeda jauh dengan di negara kita. Tapi kalau kita perginya ke negara dengan 4 musim, kita harus concern kira-kira disana sedang musim apa dan kira-kira suhunya kisaran berapa.
Kita harus menyiapkan baju jenis apa yang dibutuhkan dan disesuaikan dengan cuacanya. Jangan sampai salah kostum seperti yang kami alami sewaktu kami berkunjung ke Jepang.
Saat itu memang sedikit misinfo jadi kami menyiapkan jaket hanya jaket biasa dan tanpa membawa longjohn, dan... saat itu suhu minus 7.
Bisa dibayangkan dinginnya sampai menusuk tulang.
Naah...akhirnya mau tidak mau kami harus belanja disana. Tapi saat itu kami nekat hanya beli longjohn saja. Jaket tetap memakai yang ada. Dan alhamdulillah anak-anak juga kuat. Saat itu kami membawa 2 anak kami.
Jadi alangkah baiknya semua disiapkan. Jika kita kesana sewaktu musim dingin, tips saya: jangan terlalu banyak membawa pakaian, lebih baik membawa beberapa atau lebih banyak jaket tebal. Karena jika musim dingin badan kita cenderung tidak berkeringat bahkan tidak kotor karena tertutupi oleh jaket.
Jika anak kita masih suka belepotan sewaktu makan, bawalah lebih banyak celemek makan dan tissue basah. Jadi nanti sesampainya di penginapan kita bisa langsung cuci celemeknya, lalu kita angin-anginkan.
Nah, celemek lebih praktis daripada membawa banyak pakaian.
Oiya,atau pilih celemek yang terbuat dari bahan plastik atau mungkin silikon yang mudah dibersihkan.
2. Botol plastik kosong.
Botol plastik yang dibawa haruslah yang bahannya aman atau BPA free.
Botol plastik ini nantinya bisa kita isi dengan air minum karena kebanyakan di LN airnya drinkable. Tapi kita harus cari info dulu karena ada juga yang tidak demikian.
Oiya, beli air kemasan disana harganya cukup mahal, lebih mahal daripada beli jus 😄, padahal kita harus cukup minum supaya tidak dehidrasi.
Nah,pengalaman kami karena anak-anak kami saat itu tidak ngedot. Botol plastik yang kami bawa,kami gunakan untuk ngeshake susu mereka. Jadi kami membawa 4 botol plastik karena kami membawa 2 anak. 2 botol kami biarkan kosong, 2 botol lainnya kami isi dengan air minum.
Jadi jika sewaktu-waktu butuh susu, kami tinggal tuang susu ke dalam botol kosong dan airnya.
Kami suka membawa susu dalam bentuk sachet atau coklat kesukaan anak-anak.
Kami tidak menyeduhnya dengan air hangat.
Jika anak masih minum susu formula, hal ini juga tidak perlu dikhawatirkan jika memang disaat mendesak perlu dibuatkan susu dan teman-teman tidak menemui air hangat. Air hangat dan air dingin sama-sama bisa digunakan untuk melarutkan susu formula. Meski demikian, melarutkan susu formula dengan air dingin sebaiknya hanya dilakukan dalam keadaan mendesak karena hal ini terkait dengan bakteri kontaminan yang bisa menyebabkan sakit.
Jadi, jika berkenan membawa termos kecil sangat disarankan.
3. Magicjar mini
Hahaha...saya tertawa dulu ya..
Kami adalah keluarga yang tidak bisa disapih dengan nasi. Jika teman-teman bepergian ke negara dimana untuk menemui nasi merupakan suatu keajaiban, magicjar mini sangatlah menolong.
Kami suka membawa sekitar 1-2 kg beras (jumlah kami sesuaikan dengan berapa lama kami disana).
Memang tidak banyak, tapi at least dalam seharian perut kami tetap menyentuh nasi. Kalau orang jawa bilang: perut sudah terasa adem 😄.
Selain itu kami suka membawa kecap manis, abon, nori, keripik atau bahkan kering tempe. Nah, kalau pagi atau malam kami suka makan sedikit nasi dan ubo rampe tersebut. Jadi...pagi sebelum breakfast di hotel, kami makan beberapa sendok nasi baru kemudian lanjut sarapan ala-ala bule. Demikian juga di malam hari.
Oiya, bisa juga bawa indomie atau beli indomie disana lalu dimasak memakai magicjar itu kalau dimalam hari teman-teman kangen dengan cita rasa Indonesia.
Banyak lho mini market yang menyediakan indomie. Keren yah.
Eits hampir kelupaan, bawa juga universal adapter atau colokan listrik universal karena beda negara, kadang model colokannya juga berbeda.
4. Obat-obatan
Kami biasanya hanya membawa obat-obat biasa saja, seperti obat penurun panas, obat batuk dan obat sakit perut (diare).
Biasanya anak-anak dan juga kita sendiripun cukup sensitif dengan suasana dan makanan di negara asing. Tapi bismillah, lambat laun badan kita akan makin tahan banting jika sering kita uji dengan hal-hal baru.
Jika memang si anak masih menggunakan diaper, bawalah secukupnya saja. Nanti kalau kehabisan, teman-teman bisa membeli di mini market terdekat sehingga space koper masih bisa kita gunakan untuk membawa kebutuhan yang lain. Dan jangan lupa bawa satu atau dua mainan mini kesayangan anak-anak kita, supaya mereka makin happy.
Nah, tidak heboh khan pergi jauh dengan anak-anak?
Asik banget kok.
Untuk trial atau menguji kesabaran kita menghadapi anak-anak, sebaiknya saat teman-teman bepergian ke luar kota tidak perlu mengajak nanny nya. Jadi kita (suami-istri) harus hand in hand melatih kerja sama dalam mengurus anak. Kalau sudah terbiasa, maka disaat kita bepergian ke luar negeri kita sudah tidak kaget lagi.
Bagi kami bepergian mengajak anak-anak merupakan suatu kenikmatan yang luar biasa. Tidak ada keribetan, kecapean yang terlintas.
Tujuan kami mengajak serta mereka yaitu supaya mereka bisa belajar bersyukur atas ciptaan Tuhan yang tiada tara dan mereka bisa belajar kehidupan (culture) selain yang ada di negaranya.
Mengenai perencanaan budget sudah saya bahas di tema sebelumnya.
Saya dan suami memang kompak sepemikiran bahwa kami tidak akan bepergian (diluar keperluan pekerjaan) tanpa mengajak anak-anak. Jika memang budget belum memenuhi untuk pergi berempat, maka kami akan tunda hingga budget kami bisa untuk berempat.
Memberikan pengalaman kepada anak-anak lebih berarti dibandingkan dengan kesenangan kita berdua. So...sangat asik kesana kemari membawa rombongan sirkus, so much fun indeed.
"School is probably the best place to expand your academic knowledge, but when it comes to learning about life, there is nothing more enriching than traveling. Whether it’s the people you meet or the things you see, traveling provides more valuable life lessons than school, mainly because instead of being told something, you experience it."
Yuk agendakan pergi bersama anak-anak karena sungguh ini bakal bikin ketagihan ❤
Apakah keribetan, cape atau bahkan perjalanan ini bakal menguras banyak biaya, yang sudah terlintas dibenak teman-teman?
Please... do not think about these bad conditions, karena kalau kita sudah berpikir negatif maka yang akan menjadi kenyataan juga bakal tidak jauh dari apa yang kita pikirkan tadi.
Okay... saya akan sedikit bercerita tentang pengalaman pertama kami saat berpergian ke luar negeri (hanya ke negara sebelah) dan saat itu kami baru memiliki balita berusia 2,5 tahun.
Sebagai pasangan orang tua baru, pastinya kami harus meraba-raba apa saja yang mesti kami siapkan supaya disana kami tidak kesulitan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan terlebih jika hal itu terkait dengan kebutuhan anak kami.
Oiya, mengapa kami memilih mencoba bepergian ke negara tetangga saja?
Saat itu pertimbangan awal adalah cuaca. Kita mencari negara yang kurang lebih typenya sama dengan Indonesia.
Saat itu kami memilih Singapura dan Vietnam.
Jujur saja sebagai orang tua baru, kami benar-benar heboh dalam hal bawaan. Kami bawa diaper dan baju anak dalam jumlah yang banyak.
Kalau diingat kembali, kadang kami merasa konyol dengan kehebohan itu karena kami membawa koper ukuran xxl yang khusus menampung kebutuhan anak, yang sebenarnya bisa direduksi 😄
Hal-hal yang perlu diperhatikan jika kita bepergian ke LN bersama anak-anak kurang lebih sebagai berikut:
1. Intip keadaan cuaca disana. Jika kita bepergian di negara tropis, hal ini tidak menjadi kendala karena paling-paling suhu, lalu apakah hujan ataukah panas, pastinya tidak berbeda jauh dengan di negara kita. Tapi kalau kita perginya ke negara dengan 4 musim, kita harus concern kira-kira disana sedang musim apa dan kira-kira suhunya kisaran berapa.
Kita harus menyiapkan baju jenis apa yang dibutuhkan dan disesuaikan dengan cuacanya. Jangan sampai salah kostum seperti yang kami alami sewaktu kami berkunjung ke Jepang.
Saat itu memang sedikit misinfo jadi kami menyiapkan jaket hanya jaket biasa dan tanpa membawa longjohn, dan... saat itu suhu minus 7.
Bisa dibayangkan dinginnya sampai menusuk tulang.
Naah...akhirnya mau tidak mau kami harus belanja disana. Tapi saat itu kami nekat hanya beli longjohn saja. Jaket tetap memakai yang ada. Dan alhamdulillah anak-anak juga kuat. Saat itu kami membawa 2 anak kami.
Jadi alangkah baiknya semua disiapkan. Jika kita kesana sewaktu musim dingin, tips saya: jangan terlalu banyak membawa pakaian, lebih baik membawa beberapa atau lebih banyak jaket tebal. Karena jika musim dingin badan kita cenderung tidak berkeringat bahkan tidak kotor karena tertutupi oleh jaket.
Jika anak kita masih suka belepotan sewaktu makan, bawalah lebih banyak celemek makan dan tissue basah. Jadi nanti sesampainya di penginapan kita bisa langsung cuci celemeknya, lalu kita angin-anginkan.
Nah, celemek lebih praktis daripada membawa banyak pakaian.
Oiya,atau pilih celemek yang terbuat dari bahan plastik atau mungkin silikon yang mudah dibersihkan.
2. Botol plastik kosong.
Botol plastik yang dibawa haruslah yang bahannya aman atau BPA free.
Botol plastik ini nantinya bisa kita isi dengan air minum karena kebanyakan di LN airnya drinkable. Tapi kita harus cari info dulu karena ada juga yang tidak demikian.
Oiya, beli air kemasan disana harganya cukup mahal, lebih mahal daripada beli jus 😄, padahal kita harus cukup minum supaya tidak dehidrasi.
Nah,pengalaman kami karena anak-anak kami saat itu tidak ngedot. Botol plastik yang kami bawa,kami gunakan untuk ngeshake susu mereka. Jadi kami membawa 4 botol plastik karena kami membawa 2 anak. 2 botol kami biarkan kosong, 2 botol lainnya kami isi dengan air minum.
Jadi jika sewaktu-waktu butuh susu, kami tinggal tuang susu ke dalam botol kosong dan airnya.
Kami suka membawa susu dalam bentuk sachet atau coklat kesukaan anak-anak.
Kami tidak menyeduhnya dengan air hangat.
Jika anak masih minum susu formula, hal ini juga tidak perlu dikhawatirkan jika memang disaat mendesak perlu dibuatkan susu dan teman-teman tidak menemui air hangat. Air hangat dan air dingin sama-sama bisa digunakan untuk melarutkan susu formula. Meski demikian, melarutkan susu formula dengan air dingin sebaiknya hanya dilakukan dalam keadaan mendesak karena hal ini terkait dengan bakteri kontaminan yang bisa menyebabkan sakit.
Jadi, jika berkenan membawa termos kecil sangat disarankan.
3. Magicjar mini
Hahaha...saya tertawa dulu ya..
Kami adalah keluarga yang tidak bisa disapih dengan nasi. Jika teman-teman bepergian ke negara dimana untuk menemui nasi merupakan suatu keajaiban, magicjar mini sangatlah menolong.
Kami suka membawa sekitar 1-2 kg beras (jumlah kami sesuaikan dengan berapa lama kami disana).
Memang tidak banyak, tapi at least dalam seharian perut kami tetap menyentuh nasi. Kalau orang jawa bilang: perut sudah terasa adem 😄.
Selain itu kami suka membawa kecap manis, abon, nori, keripik atau bahkan kering tempe. Nah, kalau pagi atau malam kami suka makan sedikit nasi dan ubo rampe tersebut. Jadi...pagi sebelum breakfast di hotel, kami makan beberapa sendok nasi baru kemudian lanjut sarapan ala-ala bule. Demikian juga di malam hari.
Oiya, bisa juga bawa indomie atau beli indomie disana lalu dimasak memakai magicjar itu kalau dimalam hari teman-teman kangen dengan cita rasa Indonesia.
Banyak lho mini market yang menyediakan indomie. Keren yah.
Eits hampir kelupaan, bawa juga universal adapter atau colokan listrik universal karena beda negara, kadang model colokannya juga berbeda.
4. Obat-obatan
Kami biasanya hanya membawa obat-obat biasa saja, seperti obat penurun panas, obat batuk dan obat sakit perut (diare).
Biasanya anak-anak dan juga kita sendiripun cukup sensitif dengan suasana dan makanan di negara asing. Tapi bismillah, lambat laun badan kita akan makin tahan banting jika sering kita uji dengan hal-hal baru.
Jika memang si anak masih menggunakan diaper, bawalah secukupnya saja. Nanti kalau kehabisan, teman-teman bisa membeli di mini market terdekat sehingga space koper masih bisa kita gunakan untuk membawa kebutuhan yang lain. Dan jangan lupa bawa satu atau dua mainan mini kesayangan anak-anak kita, supaya mereka makin happy.
Nah, tidak heboh khan pergi jauh dengan anak-anak?
Asik banget kok.
Untuk trial atau menguji kesabaran kita menghadapi anak-anak, sebaiknya saat teman-teman bepergian ke luar kota tidak perlu mengajak nanny nya. Jadi kita (suami-istri) harus hand in hand melatih kerja sama dalam mengurus anak. Kalau sudah terbiasa, maka disaat kita bepergian ke luar negeri kita sudah tidak kaget lagi.
Bagi kami bepergian mengajak anak-anak merupakan suatu kenikmatan yang luar biasa. Tidak ada keribetan, kecapean yang terlintas.
Tujuan kami mengajak serta mereka yaitu supaya mereka bisa belajar bersyukur atas ciptaan Tuhan yang tiada tara dan mereka bisa belajar kehidupan (culture) selain yang ada di negaranya.
Mengenai perencanaan budget sudah saya bahas di tema sebelumnya.
Saya dan suami memang kompak sepemikiran bahwa kami tidak akan bepergian (diluar keperluan pekerjaan) tanpa mengajak anak-anak. Jika memang budget belum memenuhi untuk pergi berempat, maka kami akan tunda hingga budget kami bisa untuk berempat.
Memberikan pengalaman kepada anak-anak lebih berarti dibandingkan dengan kesenangan kita berdua. So...sangat asik kesana kemari membawa rombongan sirkus, so much fun indeed.
"School is probably the best place to expand your academic knowledge, but when it comes to learning about life, there is nothing more enriching than traveling. Whether it’s the people you meet or the things you see, traveling provides more valuable life lessons than school, mainly because instead of being told something, you experience it."
Yuk agendakan pergi bersama anak-anak karena sungguh ini bakal bikin ketagihan ❤





Komentar
Posting Komentar