Belajar (memulai) Bisnis
Belajar (memulai) Bisnis
Assalamu'alaikum...
Tema sharing saya kali ini adalah seputar "mainan" yang sejak 2017 sudah saya geluti.
Saya sebut sebagai mainan karena saya menjalankannya dengan suka cita seperti layaknya seorang anak kecil yang asik dengan mainannya.
__
Berawal dari hobi saya yang memang sukanya ngusek-ngusek alias ngelap tas dan sepatu. Tapi saya belum menggunakan cairan-cairan yang lebih khusus, saya hanya memakai yang tersedia di toko-toko saja.
Naah...dari asal mula ini, suatu ketika saya bertemu dengan mahasiswa saya yang sedang memulai bisnis dibidang shoes care.
Akhirnya saya mencoba beberapa sepatu saya untuk dia treatment, sekaligus saya ingin tahu bagaimana keadaan workshopnya.
Singkat cerita, setelah saya melihat hasil treatmentnya yang cukup Ok, saya ajak dia bicara mengenai cita-cita bisnisnya.
Anak muda yang cukup visioner, punya harapan yang jauh ke depan. Hanya saat itu yang terbersit dalam hati saya, kalau target market dia hanya seputar pelajar dan mahasiswa, sepertinya untuk mendongkrak omzet akan sedikit berat dengan pertimbangan daya beli mahasiswa di sini yang belum merata.
__
Yup, akhirnya saya tawarkan kerja sama dengan perjanjian bagi hasil. Saya sebagai pihak pemodal utama sekaligus pengelola manajemen dan pemasaran, sementara mahasiswa saya sebagai pihak pengelola operasional, yang mengerjakan treatment saja.
Oiya, jangan dibayangkan modal yang saya keluarkan cukup besar lho ya...
Dana itu hanya cukup untuk sewa sebuah kios mungil dan membeli peralatan serta perlengkapan tempur 🤭
Dan bisnispun mulai running dengan lancar dan alhamdulillah di bulan pertama kami BEP (Break Event Point) dan dibulan-bulan selanjutnya aman, tanpa ada riwayat saldo minus.
Dalam ilmu ekonomi, terutama akuntansi biaya, BEP atau titik impas adalah sebuah titik dimana biaya atau pengeluaran dan pendapatan adalah seimbang sehingga tidak terdapat kerugian atau keuntungan.
__
Mengapa saya memilih sebagai pemodal sekaligus mengelola manajemen dan pemasarannya?
Pertimbangan saya saat itu karena saya ingin sekali suatu saat usaha ini memiliki mitra di kota lain dan alhamdulillah saya juga memiliki net working yang lumayan baik secara dulunya saya pernah bekerja di unit bisnis perbankan, serta insyaAllah saya sudah cukup familiar dengan beberapa strategi marketing.
Setelah berjalan sekitar 1,5 tahun dan saat itu kami memiliki mitra yang sudah beroperasi di Bekasi dan Tangerang, tepatnya Desember 2018 saya memutuskan untuk mengembangkan bisnis ini sendiri dengan Brand saya sendiri.
Finally, saya membulatkan tekad untuk mengawali semuanya dari Nol.
Saat itu saya mem-PD-kan diri dengan pertimbangan manajemen dan pemasaran saya sudah biasa pegang, insyaAllah lain-lain tinggal menyesuaikan karena saya ingin mengkreasikan ide-ide marketing saya dengan style saya sendiri.
Dengan sedikit bermodal ilmu persensusan, saya yakin setiap orang memiliki sepatu ataupun tas lebih dari 1 biji dan di era semakin cepat ini orang-orang banyak yang tidak memiki cukup waktu untuk merawat sepatu dan tasnya, padahal kebutuhan fashion dan penampilan semakin mereka perhatikan, maka saya semakin yakin bahwa usaha jasa ini cukup pantas untuk diperhitungkan.
Alhamdulillah dalam waktu 8 bulan dengan Brand saya ini, omzet terus bertambah dan saat ini kami memiliki 4 karyawan.
Yang perlu digarisbawahi adalah: Modal untuk memulai usaha ini sangatlah terjangkau dan return on investmentnya (ROI) cukup baik. Sehingga hingga hari ini alhamdulillah usaha berjalan tanpa suntikan dana dari lembaga keuangan.
Apakah ROI?
ROI disebut juga sebagai pengembalian investasi, yaitu ukuran atau rasio profitabilitas yang mengevaluasi kinerja bisnis dengan membagi laba bersih dengan kekayaan bersih.
Melalui ROI, keuntungan atau kerugian dari investasi tertentu terhadap jumlah uang yang diinvestasikan dapat diukur dengan mudah. Cara paling sering digunakan untuk mengukur ROI adalah dengan membagi laba bersih dengan biaya modal awal investasi. Semakin tinggi rasionya, semakin besar pula manfaat yang didapat dari investasi.
Dari pengalaman belajar bisnis kecil-kecilan yang usianya baru sejengkal ini, saya berpendapat bahwa jika kita memiliki hobi yang jika ditelateni bisa memberikan efek tambahan penghasilan, maka segera bulatkan tekad untuk diseriusi. Sejatinya bisnis yang baik adalah bisnis yang dimulai, bukan bisnis yang masih diangan-angan.
Jangan lupa untuk menetapkan target market. Jika kita sudah tahu siapa market kita, segera atur strategi pemasarannya.
Manfaatkan jalur-jalur virtual melalui sosial media untuk memasarkan, selain murah meriah juga borderless, serta kita akan terasa lebih dekat dengan konsumen karena nantinya mereka akan lebih mudah memberikan feedback terhadap product kita.
Selalu jaga kejujuran dan etika, baik kepada konsumen, supplier dan pembisnis sejenis. Karena kita tengah membangun trust yang kemudian akan melambungkan reputasi kita yang pastinya membutuhkan waktu yang tidak singkat.
Quality kontrol terhadap hasil pekerjaan juga terus dijadikan perhatian, selain itu yang tidak kalah penting adalah merangkul karyawan. Menciptakan suasana kekeluargaan tanpa jarak sehingga dapat tercipta suasana nyaman bagi mereka, insyaAllah akan membuat mereka betah untuk membantu bisnis kita. A solid team would be my dream ever 😍
__
Sepenggal sharing sederhana ini semoga bisa memotivasi teman-teman untuk berani memulai bisnis. Tidak perlu takut untuk melangkah, karena bisnis tidak harus dimulai dengan modal yang besar. Yang penting terus keep the spirit untuk menjaga keberlangsungannya 😉
" Life is such a beautiful web of challenges and triumphs. From every experience comes a valuable lesson "
* ilustrasi gambar diambil dari google
Assalamu'alaikum...
Tema sharing saya kali ini adalah seputar "mainan" yang sejak 2017 sudah saya geluti.
Saya sebut sebagai mainan karena saya menjalankannya dengan suka cita seperti layaknya seorang anak kecil yang asik dengan mainannya.
__
Berawal dari hobi saya yang memang sukanya ngusek-ngusek alias ngelap tas dan sepatu. Tapi saya belum menggunakan cairan-cairan yang lebih khusus, saya hanya memakai yang tersedia di toko-toko saja.
Naah...dari asal mula ini, suatu ketika saya bertemu dengan mahasiswa saya yang sedang memulai bisnis dibidang shoes care.
Akhirnya saya mencoba beberapa sepatu saya untuk dia treatment, sekaligus saya ingin tahu bagaimana keadaan workshopnya.
Singkat cerita, setelah saya melihat hasil treatmentnya yang cukup Ok, saya ajak dia bicara mengenai cita-cita bisnisnya.
Anak muda yang cukup visioner, punya harapan yang jauh ke depan. Hanya saat itu yang terbersit dalam hati saya, kalau target market dia hanya seputar pelajar dan mahasiswa, sepertinya untuk mendongkrak omzet akan sedikit berat dengan pertimbangan daya beli mahasiswa di sini yang belum merata.
__
Yup, akhirnya saya tawarkan kerja sama dengan perjanjian bagi hasil. Saya sebagai pihak pemodal utama sekaligus pengelola manajemen dan pemasaran, sementara mahasiswa saya sebagai pihak pengelola operasional, yang mengerjakan treatment saja.
Oiya, jangan dibayangkan modal yang saya keluarkan cukup besar lho ya...
Dana itu hanya cukup untuk sewa sebuah kios mungil dan membeli peralatan serta perlengkapan tempur 🤭
Dan bisnispun mulai running dengan lancar dan alhamdulillah di bulan pertama kami BEP (Break Event Point) dan dibulan-bulan selanjutnya aman, tanpa ada riwayat saldo minus.
Dalam ilmu ekonomi, terutama akuntansi biaya, BEP atau titik impas adalah sebuah titik dimana biaya atau pengeluaran dan pendapatan adalah seimbang sehingga tidak terdapat kerugian atau keuntungan.
__
Mengapa saya memilih sebagai pemodal sekaligus mengelola manajemen dan pemasarannya?
Pertimbangan saya saat itu karena saya ingin sekali suatu saat usaha ini memiliki mitra di kota lain dan alhamdulillah saya juga memiliki net working yang lumayan baik secara dulunya saya pernah bekerja di unit bisnis perbankan, serta insyaAllah saya sudah cukup familiar dengan beberapa strategi marketing.
Setelah berjalan sekitar 1,5 tahun dan saat itu kami memiliki mitra yang sudah beroperasi di Bekasi dan Tangerang, tepatnya Desember 2018 saya memutuskan untuk mengembangkan bisnis ini sendiri dengan Brand saya sendiri.
Finally, saya membulatkan tekad untuk mengawali semuanya dari Nol.
Saat itu saya mem-PD-kan diri dengan pertimbangan manajemen dan pemasaran saya sudah biasa pegang, insyaAllah lain-lain tinggal menyesuaikan karena saya ingin mengkreasikan ide-ide marketing saya dengan style saya sendiri.
Dengan sedikit bermodal ilmu persensusan, saya yakin setiap orang memiliki sepatu ataupun tas lebih dari 1 biji dan di era semakin cepat ini orang-orang banyak yang tidak memiki cukup waktu untuk merawat sepatu dan tasnya, padahal kebutuhan fashion dan penampilan semakin mereka perhatikan, maka saya semakin yakin bahwa usaha jasa ini cukup pantas untuk diperhitungkan.
Alhamdulillah dalam waktu 8 bulan dengan Brand saya ini, omzet terus bertambah dan saat ini kami memiliki 4 karyawan.
Yang perlu digarisbawahi adalah: Modal untuk memulai usaha ini sangatlah terjangkau dan return on investmentnya (ROI) cukup baik. Sehingga hingga hari ini alhamdulillah usaha berjalan tanpa suntikan dana dari lembaga keuangan.
Apakah ROI?
ROI disebut juga sebagai pengembalian investasi, yaitu ukuran atau rasio profitabilitas yang mengevaluasi kinerja bisnis dengan membagi laba bersih dengan kekayaan bersih.
Melalui ROI, keuntungan atau kerugian dari investasi tertentu terhadap jumlah uang yang diinvestasikan dapat diukur dengan mudah. Cara paling sering digunakan untuk mengukur ROI adalah dengan membagi laba bersih dengan biaya modal awal investasi. Semakin tinggi rasionya, semakin besar pula manfaat yang didapat dari investasi.
Dari pengalaman belajar bisnis kecil-kecilan yang usianya baru sejengkal ini, saya berpendapat bahwa jika kita memiliki hobi yang jika ditelateni bisa memberikan efek tambahan penghasilan, maka segera bulatkan tekad untuk diseriusi. Sejatinya bisnis yang baik adalah bisnis yang dimulai, bukan bisnis yang masih diangan-angan.
Jangan lupa untuk menetapkan target market. Jika kita sudah tahu siapa market kita, segera atur strategi pemasarannya.
Manfaatkan jalur-jalur virtual melalui sosial media untuk memasarkan, selain murah meriah juga borderless, serta kita akan terasa lebih dekat dengan konsumen karena nantinya mereka akan lebih mudah memberikan feedback terhadap product kita.
Selalu jaga kejujuran dan etika, baik kepada konsumen, supplier dan pembisnis sejenis. Karena kita tengah membangun trust yang kemudian akan melambungkan reputasi kita yang pastinya membutuhkan waktu yang tidak singkat.
Quality kontrol terhadap hasil pekerjaan juga terus dijadikan perhatian, selain itu yang tidak kalah penting adalah merangkul karyawan. Menciptakan suasana kekeluargaan tanpa jarak sehingga dapat tercipta suasana nyaman bagi mereka, insyaAllah akan membuat mereka betah untuk membantu bisnis kita. A solid team would be my dream ever 😍
__
Sepenggal sharing sederhana ini semoga bisa memotivasi teman-teman untuk berani memulai bisnis. Tidak perlu takut untuk melangkah, karena bisnis tidak harus dimulai dengan modal yang besar. Yang penting terus keep the spirit untuk menjaga keberlangsungannya 😉
" Life is such a beautiful web of challenges and triumphs. From every experience comes a valuable lesson "
* ilustrasi gambar diambil dari google



Komentar
Posting Komentar