Mengapa Saya Memilih Reksa Dana?
Mengapa Saya Memilih Reksa Dana?
Yup, reksa dana merupakan salah satu alternatif yang saya pilih sebagai instrumen berinvestasi untuk mempersiapkan pendidikan anak. Bahasan ini sebenarnya sudah pernah saya ulas pada topic
" Saya Selektif: Investasi Dengan Dana Minim."
Sebagai investor, tentunya istilah reksa dana sangat familiar di telinga kita, bahkan sekarang mulai ditawarkan secara online. Ini merupakan produk investasi di pasar modal, yang kalau didefinisikan kira-kira artinya adalah semacam keranjang yang isinya bisa terdiri atas saham, obligasi, ataupun produk pasar uang.
Sehingga reksa dana macamnya terdiri dari: reksa dana saham (reksa dana equity), reksa dana obligasi (reksa dana fixed income), reksa dana campuran yang isinya bisa berupa campuran saham dan obligasi, serta reksa dana pasar uang, berupa SBI dan produk-produk pasar uang lainnya.
Sebagai investor, kita memang bisa membeli semua produk tersebut secara langsung. Jika berminat terhadap saham, kita bisa memilih sendiri saham yang kita suka. Demikian juga dengan obligasi, kita bisa membeli ORI (obligasi ritel) ataupun sukuk ritel dan menempatkan dana di bank secara langsung.
Jika isi dari reksa dana adalah saham, obligasi, dan atau produk pasar uang seperti yang saya sebutkan diatas, jadi mengapa kita harus berinvestasi di reksa dana???
Beberapa alasan yang dapat saya sampaikan mengapa kita mesti menjadikan reksa dana sebagai alternatif investasi antara lain:
Pertama, reksa dana dikelola oleh manajer investasi yang notabene terdiri atas orang-orang yang relatif kompeten di bidang investasi. Dapat disimpulkan bahwa manajer investasi lebih jagoan ketimbang investor pemula atau investor awam seperti saya karena mereka memiliki tools untuk melakukan analisa dan istilah yang sering saya pakai mereka memiliki kemampuan watch dog yang luar biasa dalam melakukan analisa fundamental ataupun analisa teknikal suatu perusahaan.
Kedua, reksa dana bisa terdiri atas berbagai instrumen. Sebut saja reksa dana saham, isinya bisa 10 saham (dari berbagai perusahaan), yang jika kita beli sendiri, bisa jadi, dana kita tidak mencukupi atau kita tidak memahami karakteristik semua saham tersebut.
Sebagai misal reksa dana saham. Setiap manajer investasi memiliki pandangan berbeda dalam membentuk reksa dana yang tentunya ini adalah salah satu strategi mereka untuk meminimalkan risiko. Misalnya, tujuannya untuk diversifikasi, maka mereka akan isi keranjang reksa dana tersebut bisa terdiri atas saham yang berasal dari sejumlah sektor yang pergerakannya saling bertolak belakang atau tidak selalu beriringan.
Mengapa?
Ini mudah dipahami jika kita melihat pergerakan harga saham di pasar. Setiap hari ada saham yang naik dan ada yang turun. Dan dalam jangka panjang juga demikian. Oleh karena itu manajer investasi memasukkan saham-saham yang berbeda karakternya dalam rangka diversifikasi. Sehingga meskipun ada saham yang anjlok, tetap akan ada saham yang mengalami kenaikan harga sehingga nilai reksa dananya tetap positif.
Benar-benar otak saya tidak bakal sampai untuk melakukan analisa sepelik ini ðŸ¤
Belum lagi memilah saham growth stock ataupun blue chip.
Jika kita adalah investor type Risk Aversion (menolak risiko atau yang cenderung menghindari risiko investasi tetapi tetap mengharapkan imbal hasil), pilihan yang aman adalah reksa dana yang relatif konservatif, yakni reksa dana fixed income dan reksa dana pasar uang. Reksa dana fixed income berisikan obligasi-obligasi, baik obligasi pemerintah, obligasi BUMN, maupun obligasi korporasi swasta. Dari sisi risiko relatif lebih rendah dibandingkan dengan reksa dana saham. Namun, dari sisi return juga umumnya di bawah NAV (Nilai Aktiva Bersih) reksa dana saham.
Jika ingin memperoleh keuntungan dan risiko yang moderate, kita bisa pilih reksa dana campuran.
Lalu, bagaimana memilih reksa dana yang baik?
Pertama, jangan segera tergiur dengan janji atau tawaran iming-iming NAV tinggi. Saat ini ada banyak sekali reksa dana yang dipasarkan oleh sejumlah manajer yang umumnya menawarkan janji NAV yang tinggi. Kita harus berhati-hati dengan tawaran tersebut karena yang kita butuhkan tentunya bukan NAV tinggi untuk sesaat, namun NAV tinggi yang terus berkelanjutan. Oleh karena itu, kita mesti siaga akal sehat.😅
Kedua, pilihlah manajer investasi yang pengelolanya sudah memiliki ”jam terbang” tinggi sehingga kita tidak sangsi dengan reputasinya. Beberapa investor besar bahkan mempersyaratkan manajer investasi yang layak dipertimbangkan memiliki masa operasi di atas 5 tahun. Dalam kurun waktu 5 tahun, sudah cukup untuk melihat kinerja secara berkesinambungan. Ini juga untuk melihat apakah dana kelolaannya mengalami peningkatan atau tidak. Tapi jangan kuatir, informasi tentang mereka bisa kita intip dulu via google, sehingga sepak terjang ataupun porto folionya bisa kita raba terlebih dahulu. Tak kenal maka tak sayang khan?? ðŸ¤
Yuk jangan tunggu lama lagi? Segera main ke bank kesayangan teman-teman. Disana bakal ada tenaga sales yang telah memegang sertifikat waperd yang akan membantu.
InsyaAllah aman kok.
Oiya, bagi teman-teman yang prefer dengan produk syariah, reksa dana syariah juga telah tersedia.
WAPERD adalah sebutan untuk perorangan yang telah mendapatkan sertifikasi dari OJK untuk menjalankan kegiatan pemasaran reksa dana.
A man who does not plan long ahead will find trouble at his door.” ― Confucius, Chinese philosopher
* ilustrasi gambar dari google
Yup, reksa dana merupakan salah satu alternatif yang saya pilih sebagai instrumen berinvestasi untuk mempersiapkan pendidikan anak. Bahasan ini sebenarnya sudah pernah saya ulas pada topic
" Saya Selektif: Investasi Dengan Dana Minim."
Sebagai investor, tentunya istilah reksa dana sangat familiar di telinga kita, bahkan sekarang mulai ditawarkan secara online. Ini merupakan produk investasi di pasar modal, yang kalau didefinisikan kira-kira artinya adalah semacam keranjang yang isinya bisa terdiri atas saham, obligasi, ataupun produk pasar uang.
Sehingga reksa dana macamnya terdiri dari: reksa dana saham (reksa dana equity), reksa dana obligasi (reksa dana fixed income), reksa dana campuran yang isinya bisa berupa campuran saham dan obligasi, serta reksa dana pasar uang, berupa SBI dan produk-produk pasar uang lainnya.
Sebagai investor, kita memang bisa membeli semua produk tersebut secara langsung. Jika berminat terhadap saham, kita bisa memilih sendiri saham yang kita suka. Demikian juga dengan obligasi, kita bisa membeli ORI (obligasi ritel) ataupun sukuk ritel dan menempatkan dana di bank secara langsung.
Jika isi dari reksa dana adalah saham, obligasi, dan atau produk pasar uang seperti yang saya sebutkan diatas, jadi mengapa kita harus berinvestasi di reksa dana???
Beberapa alasan yang dapat saya sampaikan mengapa kita mesti menjadikan reksa dana sebagai alternatif investasi antara lain:
Pertama, reksa dana dikelola oleh manajer investasi yang notabene terdiri atas orang-orang yang relatif kompeten di bidang investasi. Dapat disimpulkan bahwa manajer investasi lebih jagoan ketimbang investor pemula atau investor awam seperti saya karena mereka memiliki tools untuk melakukan analisa dan istilah yang sering saya pakai mereka memiliki kemampuan watch dog yang luar biasa dalam melakukan analisa fundamental ataupun analisa teknikal suatu perusahaan.
Kedua, reksa dana bisa terdiri atas berbagai instrumen. Sebut saja reksa dana saham, isinya bisa 10 saham (dari berbagai perusahaan), yang jika kita beli sendiri, bisa jadi, dana kita tidak mencukupi atau kita tidak memahami karakteristik semua saham tersebut.
Sebagai misal reksa dana saham. Setiap manajer investasi memiliki pandangan berbeda dalam membentuk reksa dana yang tentunya ini adalah salah satu strategi mereka untuk meminimalkan risiko. Misalnya, tujuannya untuk diversifikasi, maka mereka akan isi keranjang reksa dana tersebut bisa terdiri atas saham yang berasal dari sejumlah sektor yang pergerakannya saling bertolak belakang atau tidak selalu beriringan.
Mengapa?
Ini mudah dipahami jika kita melihat pergerakan harga saham di pasar. Setiap hari ada saham yang naik dan ada yang turun. Dan dalam jangka panjang juga demikian. Oleh karena itu manajer investasi memasukkan saham-saham yang berbeda karakternya dalam rangka diversifikasi. Sehingga meskipun ada saham yang anjlok, tetap akan ada saham yang mengalami kenaikan harga sehingga nilai reksa dananya tetap positif.
Benar-benar otak saya tidak bakal sampai untuk melakukan analisa sepelik ini ðŸ¤
Belum lagi memilah saham growth stock ataupun blue chip.
Jika kita adalah investor type Risk Aversion (menolak risiko atau yang cenderung menghindari risiko investasi tetapi tetap mengharapkan imbal hasil), pilihan yang aman adalah reksa dana yang relatif konservatif, yakni reksa dana fixed income dan reksa dana pasar uang. Reksa dana fixed income berisikan obligasi-obligasi, baik obligasi pemerintah, obligasi BUMN, maupun obligasi korporasi swasta. Dari sisi risiko relatif lebih rendah dibandingkan dengan reksa dana saham. Namun, dari sisi return juga umumnya di bawah NAV (Nilai Aktiva Bersih) reksa dana saham.
Jika ingin memperoleh keuntungan dan risiko yang moderate, kita bisa pilih reksa dana campuran.
Lalu, bagaimana memilih reksa dana yang baik?
Pertama, jangan segera tergiur dengan janji atau tawaran iming-iming NAV tinggi. Saat ini ada banyak sekali reksa dana yang dipasarkan oleh sejumlah manajer yang umumnya menawarkan janji NAV yang tinggi. Kita harus berhati-hati dengan tawaran tersebut karena yang kita butuhkan tentunya bukan NAV tinggi untuk sesaat, namun NAV tinggi yang terus berkelanjutan. Oleh karena itu, kita mesti siaga akal sehat.😅
Kedua, pilihlah manajer investasi yang pengelolanya sudah memiliki ”jam terbang” tinggi sehingga kita tidak sangsi dengan reputasinya. Beberapa investor besar bahkan mempersyaratkan manajer investasi yang layak dipertimbangkan memiliki masa operasi di atas 5 tahun. Dalam kurun waktu 5 tahun, sudah cukup untuk melihat kinerja secara berkesinambungan. Ini juga untuk melihat apakah dana kelolaannya mengalami peningkatan atau tidak. Tapi jangan kuatir, informasi tentang mereka bisa kita intip dulu via google, sehingga sepak terjang ataupun porto folionya bisa kita raba terlebih dahulu. Tak kenal maka tak sayang khan?? ðŸ¤
Yuk jangan tunggu lama lagi? Segera main ke bank kesayangan teman-teman. Disana bakal ada tenaga sales yang telah memegang sertifikat waperd yang akan membantu.
InsyaAllah aman kok.
Oiya, bagi teman-teman yang prefer dengan produk syariah, reksa dana syariah juga telah tersedia.
WAPERD adalah sebutan untuk perorangan yang telah mendapatkan sertifikasi dari OJK untuk menjalankan kegiatan pemasaran reksa dana.
A man who does not plan long ahead will find trouble at his door.” ― Confucius, Chinese philosopher
* ilustrasi gambar dari google


Komentar
Posting Komentar