Investor Saham vs Trader Saham, apa bedanya?
Investor Saham vs Trader Saham, apa bedanya?
Assalamu'alaikum...
Waah...sebentar lagi mau ganti tahun ya?
Apa yang moms rasakan selama tahun 2019?
Sudah berinvestasi dalam bentuk apa saja ini?
Hari ini kita akan bahas mengenai perbedaan antara Investor saham dan Trader saham ya, karena suka bikin rancu. InsyaAllah akan saya bahas secara sederhana.
__
Selama ini ada beberapa pemain di pasar forex ataupun saham yang menganggap dirinya sebagai investor. Namun tidak dipungkiri kadangkala mereka mengaku bahwa dirinya adalah seorang trader.
So, mana yang benar?
Istilah investor dan trader sering kali dianggap sama saja, atau diartikan bahwa seorang trader juga merupakan seorang investor karena mereka menganggap telah menginvestasikan sejumlah dana, dan seorang investor dianggap sebagai trader karena mereka tentu akan melakukan transaksi trading suatu saat nanti.
Dan....memang keduanya sama-sama memiliki tujuan: memperoleh keuntungan.
Padahal sejatinya ini tidak tepat.
Mari kita telaah perlahan perbedaan antara investor dan trader.
Investor
Dalam dunia investasi pada umumnya yang dikategorikan sebagai investor adalah mereka yang menempatkan dananya dalam instrumen investasi jangka panjang dalam industri skala besar maupun kecil, atau berinvestasi di pasar komoditi atau pasar saham untuk ditahan dalam jangka waktu panjang hingga sangat panjang (puluhan tahun).
Yes, disini yang perlu digaris bawahi: Jangka waktu panjang.
Buy and hold adalah prinsip dasar seorang investor. Mereka akan menyimpan investasi dengan jangka waktu lebih dari 1 tahun.
Menurut seorang pakar investasi waktu minimal yang ideal dalam berinvestasi adalah 5-7 tahun.
Investor akan mencari cuan atau keuntungan dengan melihat saham yang "salah harga" via analisis fundamental.
Maksudnya?
Idealnya Investor akan membeli saham berbasis analisa fundamental pada saat harga saham turun dari yang seharusnya, yang kemudian saham itu akan mereka hold dalam jangka waktu yang lama.
Tujuan analis fundamental adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang parameter penting dari kinerja uang dari laporan arus kas, neraca, laporan laba rugi,laporan perubahan modal, dll.
Analis fundamental percaya pada konsep investasi dengan berpegangan pada saham yang bagus harganya dalam kurun waktu tertentu atau untuk jangka waktu yang panjang, sehingga mereka dapat memperoleh dividen dengan melihat investasi yang dilakukan pada perusahaan tersebut. Dan...pastinya akan mengharapkan keuntungan dari selisih yang diperoleh dari harga beli saham yang semula rendah dengan harga saham dikemudian waktu yang mengalami kenaikan (capital gain)
Trader
Trader adalah seseorang yang memanfaatkan perubahan harga guna mencari keuntungan.
Seorang trader akan membeli saham pada harga yang rendah dan menjualnya pada harga yang lebih tinggi. Rentang waktu yang dilakukan biasanya jangka pendek, bisa per 15 menit, 30 menit atau paling lama jangka 1 minggu.
Trader berfokus pada sentimen dan kondisi pasar. Seorang trader di pasar saham cukup jarang mempedulikan performa saham perusahaan yang akan dibeli, sepajang sentimen pasar terhadap perusahaan tersebut positif, ia akan membeli sahamnya untuk secepatnya dijual kembali.
Prinsip dasar seorang trader adalah buy and sell. Mereka akan selalu memanfaatkan fluktuasi harga untuk mendapatkan keuntungan dari selisih beli jual tersebut.
Trader saham cenderung menggunakan analisis teknikal.
Analis teknikal cukup dengan melihat historis harga dalam rangka untuk memprediksi tren pergerakan harga masa depan.
Analis teknikal jarang melihat atau memperhatikan kinerja ekonomi, mereka lebih tertarik untuk mengetahui tentang kinerja pergerakan harga.
Jadi pada dasarnya,seorang analis teknikal lebih tertarik untuk mengetahui bagaimana harga di jam berikutnya, hari, atau minggu.
Mereka tidak memiliki rencana jangka panjang untuk tetap berinvestasi, dan sebagian besar transaksi dilakukan dalam sepersekian detik. Jadi...mereka mencari manfaat dari volatilitas harga di pasar dengan jangka waktu pendek.
Berikut saya sampaikan secara ringkas perbedaannya:
Bisa dibilang, aktivitas trading ini memang sangat berisiko. Karena, ketika saham yang kita beli ternyata anjlok, maka kita harus melakukan cut loss demi menyelamatkan modal kita.
Cutloss adalah strategi dalam trading yang membatasi maksimal berapa kerugian yang bisa kita terima.
Trading saham merupakan bisnis yang paling banyak melibatkan emosi: euphoria atau kesenangan yang berlebihan setelah mendapatkan profit, namun didalamnya juga mengandung kekhawatiran dan ketakukan. Jika trader menderita kerugian, jelas hal ini akan mempengaruhi ketidakstabilan emosinya sehingga dimungkinkan trading selanjutnya akan ada perilaku emosional yang semakin besar dan terus berharap untuk cepat mengembalikan modal.
Hmmm....emosi serasa naik roller coaster dan kita harus jago berspekulasi bukan??
__
Untuk seorang muslim, menjadi trader saham tidak diperkenankan karena mengandung unsur maisir, gharar dan riba.
Ups....sepertinya bukan kapasitas saya untuk sharing mengenai ini.
Jika moms ingin baca-baca, sudah ada penelitian atau bacaan perihal ini yang bisa kita intip via google.
Apapun pilihan apakah ingin menjadi investor saham ataupun trader saham, semua dikembalikan ke preferensi moms semua.
" always love your choice if it makes you feel happy and grateful "
*ilustrasi gambar dari google
Waah...sebentar lagi mau ganti tahun ya?
Apa yang moms rasakan selama tahun 2019?
Sudah berinvestasi dalam bentuk apa saja ini?
Hari ini kita akan bahas mengenai perbedaan antara Investor saham dan Trader saham ya, karena suka bikin rancu. InsyaAllah akan saya bahas secara sederhana.
__
Selama ini ada beberapa pemain di pasar forex ataupun saham yang menganggap dirinya sebagai investor. Namun tidak dipungkiri kadangkala mereka mengaku bahwa dirinya adalah seorang trader.
So, mana yang benar?
Istilah investor dan trader sering kali dianggap sama saja, atau diartikan bahwa seorang trader juga merupakan seorang investor karena mereka menganggap telah menginvestasikan sejumlah dana, dan seorang investor dianggap sebagai trader karena mereka tentu akan melakukan transaksi trading suatu saat nanti.
Dan....memang keduanya sama-sama memiliki tujuan: memperoleh keuntungan.
Padahal sejatinya ini tidak tepat.
Mari kita telaah perlahan perbedaan antara investor dan trader.
Investor
Dalam dunia investasi pada umumnya yang dikategorikan sebagai investor adalah mereka yang menempatkan dananya dalam instrumen investasi jangka panjang dalam industri skala besar maupun kecil, atau berinvestasi di pasar komoditi atau pasar saham untuk ditahan dalam jangka waktu panjang hingga sangat panjang (puluhan tahun).
Yes, disini yang perlu digaris bawahi: Jangka waktu panjang.
Buy and hold adalah prinsip dasar seorang investor. Mereka akan menyimpan investasi dengan jangka waktu lebih dari 1 tahun.
Menurut seorang pakar investasi waktu minimal yang ideal dalam berinvestasi adalah 5-7 tahun.
Investor akan mencari cuan atau keuntungan dengan melihat saham yang "salah harga" via analisis fundamental.
Maksudnya?
Idealnya Investor akan membeli saham berbasis analisa fundamental pada saat harga saham turun dari yang seharusnya, yang kemudian saham itu akan mereka hold dalam jangka waktu yang lama.
Tujuan analis fundamental adalah untuk mendapatkan pemahaman tentang parameter penting dari kinerja uang dari laporan arus kas, neraca, laporan laba rugi,laporan perubahan modal, dll.
Analis fundamental percaya pada konsep investasi dengan berpegangan pada saham yang bagus harganya dalam kurun waktu tertentu atau untuk jangka waktu yang panjang, sehingga mereka dapat memperoleh dividen dengan melihat investasi yang dilakukan pada perusahaan tersebut. Dan...pastinya akan mengharapkan keuntungan dari selisih yang diperoleh dari harga beli saham yang semula rendah dengan harga saham dikemudian waktu yang mengalami kenaikan (capital gain)
Trader
Trader adalah seseorang yang memanfaatkan perubahan harga guna mencari keuntungan.
Seorang trader akan membeli saham pada harga yang rendah dan menjualnya pada harga yang lebih tinggi. Rentang waktu yang dilakukan biasanya jangka pendek, bisa per 15 menit, 30 menit atau paling lama jangka 1 minggu.
Trader berfokus pada sentimen dan kondisi pasar. Seorang trader di pasar saham cukup jarang mempedulikan performa saham perusahaan yang akan dibeli, sepajang sentimen pasar terhadap perusahaan tersebut positif, ia akan membeli sahamnya untuk secepatnya dijual kembali.
Prinsip dasar seorang trader adalah buy and sell. Mereka akan selalu memanfaatkan fluktuasi harga untuk mendapatkan keuntungan dari selisih beli jual tersebut.
Trader saham cenderung menggunakan analisis teknikal.
Analis teknikal cukup dengan melihat historis harga dalam rangka untuk memprediksi tren pergerakan harga masa depan.
Analis teknikal jarang melihat atau memperhatikan kinerja ekonomi, mereka lebih tertarik untuk mengetahui tentang kinerja pergerakan harga.
Jadi pada dasarnya,seorang analis teknikal lebih tertarik untuk mengetahui bagaimana harga di jam berikutnya, hari, atau minggu.
Mereka tidak memiliki rencana jangka panjang untuk tetap berinvestasi, dan sebagian besar transaksi dilakukan dalam sepersekian detik. Jadi...mereka mencari manfaat dari volatilitas harga di pasar dengan jangka waktu pendek.
Berikut saya sampaikan secara ringkas perbedaannya:
Bisa dibilang, aktivitas trading ini memang sangat berisiko. Karena, ketika saham yang kita beli ternyata anjlok, maka kita harus melakukan cut loss demi menyelamatkan modal kita.
Cutloss adalah strategi dalam trading yang membatasi maksimal berapa kerugian yang bisa kita terima.
Trading saham merupakan bisnis yang paling banyak melibatkan emosi: euphoria atau kesenangan yang berlebihan setelah mendapatkan profit, namun didalamnya juga mengandung kekhawatiran dan ketakukan. Jika trader menderita kerugian, jelas hal ini akan mempengaruhi ketidakstabilan emosinya sehingga dimungkinkan trading selanjutnya akan ada perilaku emosional yang semakin besar dan terus berharap untuk cepat mengembalikan modal.
Hmmm....emosi serasa naik roller coaster dan kita harus jago berspekulasi bukan??
Untuk seorang muslim, menjadi trader saham tidak diperkenankan karena mengandung unsur maisir, gharar dan riba.
Ups....sepertinya bukan kapasitas saya untuk sharing mengenai ini.
Jika moms ingin baca-baca, sudah ada penelitian atau bacaan perihal ini yang bisa kita intip via google.
Apapun pilihan apakah ingin menjadi investor saham ataupun trader saham, semua dikembalikan ke preferensi moms semua.
" always love your choice if it makes you feel happy and grateful "
*ilustrasi gambar dari google



Komentar
Posting Komentar