"Kejutan" manis saat baby girl berubah menjadi teenager.
"Kejutan" manis saat baby girl berubah menjadi teenager.
Mungkin tulisan saya kali ini terkesan alay atau bahkan saya seperti mendramatisir suasana. Namun hingga detik ini, saya dibuat takjub dengan perkembangan "kedewasaan" anak pertama saya yang memasuki usia remaja.
Ya benar, anak perempuan saya yang pertama, yang tahun ini sudah berusia 11 tahun.
Perkembangan secara psikis dan fisik yang memang berbeda dengan saya disaat saya seusia dia. Jelas asupan nutrisi menjadi jawaban terbenar secara jaman saya makan enak pastilah menjadi hal yang cukup istimewa 😂
__
Saya mendapati kejutan-kejutan luar biasa dimasa-masa ini.
Seperti kita ketahui Pubertas adalah masa dimana anak mengalami perubahan fisik, psikis dan kematangan fungsi seksual.
Mengenai hal yang terkait menarche alhamdulillah tidak menjadi big problem karena sudah sejak dini saya kenalkan.
Menurut saya timing yang baik untuk mengenalkan yaitu pada saat saya sedang dalam monthly period. Saya jelaskan pelan-pelan kepada anak saya kenapa ini bisa terjadi yang mana memang ini merupakan kodrat sebagai perempuan, sehingga rutinitas ini adalah hal yang wajar dan tidak perlu untuk ditakutkan.
Penjelasan yang saya berikan pastilah menggunakan bahasa sederhana yang harapannya bisa ditangkap dengan mudah untuk anak-anak.
Menarche (menars) adalah haid pertama dari uterus yang merupakan awal dari fungsi menstruasi dan tanda telah terjadinya pubertas pada remaja putri.
__
Di masa pubertas yang biasa kita kenal sebagai masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, kita akan jumpai si anak sudah tidak mau lagi dianggap sebagai bocah. Mereka mulai menganggap dirinya memiliki hak penuh untuk mengontrol dirinya sendiri.
Nah, dimasa-masa ini anak mulai merasa nyaman dengan teman-temannya. Menurut saya, disinilah saya harus menambah proporsi keberadaan saya dengan perlahan bermetamorfosa untuk menjadi seorang teman,sahabat dan pendengar yang baik bagi anak.
Mengapa?
Dimasa-masa ini mereka akan semakin curious terhadap segala hal terlebih yang berhubungan dengan seks dan lawan jenis.
Masa ini merupakan masa dimana tubuh mereka memproduksi hormon-hormon seks sehingga alat reproduksi berkembang secara matang dan pastinya mulai berfungsi.
Jangan sampai mereka mencari jawaban atas rasa penasarannya dari sumber lain.
Manfaatkan waktu saat makan bersama, berkendara, menonton tv untuk menggali sikap kritis anak dengan melontarkan pertanyaan atau meminta pendapat anak mengenai sesuatu yang barusan ia lihat.
Dengan pola seperti ini, mereka akan terbiasa bertanya dan mengungkapkan opini. Kita dan anak menjadi terbuka satu sama lain. Sehingga percakapan yang mengarah pada alat reproduksi ataupun mengenai reaksi ketika anak mulai ada signal tertarik dengan lawan jenis tidak lagi terasa saru.
Saya menyakini bahwa orangtua tidak akan kehilangan kehormatan saat harus menjadi teman, sahabat bagi anak.
Jika kita bersikap hanya menjadi penasihat, saat emosi mereka sedang labil, dan kita semangat menghujani mereka dengan omelan, pastilah mereka akan segera mengunci telinganya atas saran-saran tersebut.
Perubahan emosi yang bergejolak yang mereka rasakan saat ini, mau tidak mau juga akan mempengaruhi emosi kita. Hal ini memang tidak dapat kita dipungkiri, terlebih saat kita dalam kondisi lelah karena mungkin seharian hectic dengan urusan pekerjaan.
Moms, kita harus berusaha tidak mengimbangi emosi labil mereka dengan kemarahan. Kita harus extra sabar dan menerima segala perubahan anak dengan ikhlas serta penuh rasa syukur. Inilah fase dimana anak-anak akan belajar menjadi pribadi dewasa.
Buatlah mereka memprioritaskan kita sebagai teman, sahabat dan pendengarnya. Buatlah mereka selalu merindukan kita dalam setiap sesi curhatannya.
Jujur saja kadang saya merasa geli atau bahkan konyol saat anak saya menceritakan kejadian simple di kelasnya.
Tapi saya tidak bereaksi untuk menertawakan cerita itu di hadapan anak saya.
Saya terus dengarkan sampai dia selesai bercerita. Nah, ketika sudah selesai saya akan ganti bertanya bagaimana pendapatnya mengenai kejadian itu.
Coba kita perhatikan mimik wajah si anak saat dia kita mintai pendapat dari kejadian yang dia ceritakan. Subhannallah... matanya akan berbinar, senyumnya merekah, dia akan sangat bersemangat untuk menyampaikan pendapatnya.
That's the point..
Perkembangan mood yang masih up and down juga otomatis akan mempengaruhi semangatnya. Tapi mood kita juga jangan ikutan ya....😄
Jujur saja saya juga masih dalam taraf belajar. Kadang sayapun khilaf dan langsung menerocos bernasihat dan kadang pula muncul suara berfrekuensi tinggi.
But i have to stop it. Saya harus segera menghentikan peringai buruk saya ini. Saya harus segera ingat dengan komitmen awal saya bahwa saya harus menjadi: teman, sahabat dan pendengar terbaiknya.
Untuk kesalahan saya itu, saya tidak akan pernah malu untuk meminta maaf kepada anak saya.
__
Menjadi seorang ibu tidak ada sekolahnya. Namun tanpa kita sadari, anak-anak kitalah guru terbaik kita. Dari mereka kita akan belajar mengenai kesabaran, cinta kasih tanpa syarat, tertawa bahagia nan lepas. Dari merekalah kita belajar sebuah awal kehidupan.
__
Terima kasih anakku, kamu sudah membuat hidup bundamu semakin berarti, semakin indah dan penuh warna ♥️
*ilustrasi gambar dari google
Mungkin tulisan saya kali ini terkesan alay atau bahkan saya seperti mendramatisir suasana. Namun hingga detik ini, saya dibuat takjub dengan perkembangan "kedewasaan" anak pertama saya yang memasuki usia remaja.
Ya benar, anak perempuan saya yang pertama, yang tahun ini sudah berusia 11 tahun.
Perkembangan secara psikis dan fisik yang memang berbeda dengan saya disaat saya seusia dia. Jelas asupan nutrisi menjadi jawaban terbenar secara jaman saya makan enak pastilah menjadi hal yang cukup istimewa 😂
__
Saya mendapati kejutan-kejutan luar biasa dimasa-masa ini.
Seperti kita ketahui Pubertas adalah masa dimana anak mengalami perubahan fisik, psikis dan kematangan fungsi seksual.
Mengenai hal yang terkait menarche alhamdulillah tidak menjadi big problem karena sudah sejak dini saya kenalkan.
Menurut saya timing yang baik untuk mengenalkan yaitu pada saat saya sedang dalam monthly period. Saya jelaskan pelan-pelan kepada anak saya kenapa ini bisa terjadi yang mana memang ini merupakan kodrat sebagai perempuan, sehingga rutinitas ini adalah hal yang wajar dan tidak perlu untuk ditakutkan.
Penjelasan yang saya berikan pastilah menggunakan bahasa sederhana yang harapannya bisa ditangkap dengan mudah untuk anak-anak.
Menarche (menars) adalah haid pertama dari uterus yang merupakan awal dari fungsi menstruasi dan tanda telah terjadinya pubertas pada remaja putri.
__
Di masa pubertas yang biasa kita kenal sebagai masa peralihan dari anak-anak menuju dewasa, kita akan jumpai si anak sudah tidak mau lagi dianggap sebagai bocah. Mereka mulai menganggap dirinya memiliki hak penuh untuk mengontrol dirinya sendiri.
Nah, dimasa-masa ini anak mulai merasa nyaman dengan teman-temannya. Menurut saya, disinilah saya harus menambah proporsi keberadaan saya dengan perlahan bermetamorfosa untuk menjadi seorang teman,sahabat dan pendengar yang baik bagi anak.
Mengapa?
Dimasa-masa ini mereka akan semakin curious terhadap segala hal terlebih yang berhubungan dengan seks dan lawan jenis.
Masa ini merupakan masa dimana tubuh mereka memproduksi hormon-hormon seks sehingga alat reproduksi berkembang secara matang dan pastinya mulai berfungsi.
Jangan sampai mereka mencari jawaban atas rasa penasarannya dari sumber lain.
Manfaatkan waktu saat makan bersama, berkendara, menonton tv untuk menggali sikap kritis anak dengan melontarkan pertanyaan atau meminta pendapat anak mengenai sesuatu yang barusan ia lihat.
Dengan pola seperti ini, mereka akan terbiasa bertanya dan mengungkapkan opini. Kita dan anak menjadi terbuka satu sama lain. Sehingga percakapan yang mengarah pada alat reproduksi ataupun mengenai reaksi ketika anak mulai ada signal tertarik dengan lawan jenis tidak lagi terasa saru.
Saya menyakini bahwa orangtua tidak akan kehilangan kehormatan saat harus menjadi teman, sahabat bagi anak.
Jika kita bersikap hanya menjadi penasihat, saat emosi mereka sedang labil, dan kita semangat menghujani mereka dengan omelan, pastilah mereka akan segera mengunci telinganya atas saran-saran tersebut.
Perubahan emosi yang bergejolak yang mereka rasakan saat ini, mau tidak mau juga akan mempengaruhi emosi kita. Hal ini memang tidak dapat kita dipungkiri, terlebih saat kita dalam kondisi lelah karena mungkin seharian hectic dengan urusan pekerjaan.
Moms, kita harus berusaha tidak mengimbangi emosi labil mereka dengan kemarahan. Kita harus extra sabar dan menerima segala perubahan anak dengan ikhlas serta penuh rasa syukur. Inilah fase dimana anak-anak akan belajar menjadi pribadi dewasa.
Buatlah mereka memprioritaskan kita sebagai teman, sahabat dan pendengarnya. Buatlah mereka selalu merindukan kita dalam setiap sesi curhatannya.
Jujur saja kadang saya merasa geli atau bahkan konyol saat anak saya menceritakan kejadian simple di kelasnya.
Tapi saya tidak bereaksi untuk menertawakan cerita itu di hadapan anak saya.
Saya terus dengarkan sampai dia selesai bercerita. Nah, ketika sudah selesai saya akan ganti bertanya bagaimana pendapatnya mengenai kejadian itu.
Coba kita perhatikan mimik wajah si anak saat dia kita mintai pendapat dari kejadian yang dia ceritakan. Subhannallah... matanya akan berbinar, senyumnya merekah, dia akan sangat bersemangat untuk menyampaikan pendapatnya.
That's the point..
Perkembangan mood yang masih up and down juga otomatis akan mempengaruhi semangatnya. Tapi mood kita juga jangan ikutan ya....😄
Jujur saja saya juga masih dalam taraf belajar. Kadang sayapun khilaf dan langsung menerocos bernasihat dan kadang pula muncul suara berfrekuensi tinggi.
But i have to stop it. Saya harus segera menghentikan peringai buruk saya ini. Saya harus segera ingat dengan komitmen awal saya bahwa saya harus menjadi: teman, sahabat dan pendengar terbaiknya.
Untuk kesalahan saya itu, saya tidak akan pernah malu untuk meminta maaf kepada anak saya.
__
Menjadi seorang ibu tidak ada sekolahnya. Namun tanpa kita sadari, anak-anak kitalah guru terbaik kita. Dari mereka kita akan belajar mengenai kesabaran, cinta kasih tanpa syarat, tertawa bahagia nan lepas. Dari merekalah kita belajar sebuah awal kehidupan.
__
Terima kasih anakku, kamu sudah membuat hidup bundamu semakin berarti, semakin indah dan penuh warna ♥️
*ilustrasi gambar dari google



Komentar
Posting Komentar