Apakah Masih Sulit Mengatur Keuangan?
Apakah Masih Sulit Mengatur Keuangan?
Hallo moms...
Apakah mengatur keuangan masih menjadi hal yang sulit untuk dilakukan?
__
Memang tidak dipungkiri bahwa mengatur keuangan apalagi keuangan keluarga merupakan hal yang hingga saat ini menjadi tantangan kita semua. Hal ini akan semakin terasa sulit jika pengeluaran tidak terduga muncul sehingga memporak-porandakan cash flow kita ðŸ˜
Apakah keluarga dengan penghasilan yang fantastic akan terbebas dari masalah keuangan?
Jawabnya adalah NO
Karena masalah keuangan bukan bermula dari besar kecilnya penghasilan yang diterima, namun seberapa baik pengelolaan keuangan yang kita lakukan.
Pertanyaan saya selanjutnya,
• Apakah moms sejauh ini sudah mencatat penghasilan dan pengeluaran secara tertib?
• Apakah moms sudah membuat anggaran keuangan?
• Apakah moms sudah istiqomah menyisihkan penghasilannya untuk pos tabungan ataupun investasi?
Nah, untuk meminimalkan risiko kemungkinan berantakannya cash flow, bagaimana kalau kita dahulukan tabungan atau investasi sebagai pengeluaran primer kita, bukan sebaliknya dan jadikanlah prioritas.
Banyak orang menabung dan atau berinvestasi di saat akhir bulan dan merupakan sisa dari pendapatan bulanan dan semakin mendekati akhir alias tinggal puing-puing saja, sehingga penyisihan dana untuk tabungan dan atau investasi malah tidak ada.
Mengapa kita tidak mengubahnya menjadi yang pertama dan belanjakan sisanya.
Supaya bisa membiasakan menyisihkan untuk pos tabungan ataupun investasi, memang kita mesti membuat anggaran keuangan terlebih dahulu (mapping anggaran keuangan sudah saya ulas di tema-tema sebelumnya).
Oiya, apakah selama ini moms sudah memisahkan antara rekening tabungan dan rekening belanja?
Pemisahan antara rekening tabungan dan rekening belanja merupakan salah satu upaya agar tidak terjadi kebocoran yang seringkali diakibatkan oleh pola kita berpikir bahwa kita masih ada saldo di dalam rekening dan asik saja gesek kartu ATM yang padahal disitu harapannya juga ada dana untuk tabungan.
Pemikiran “masih ada uang” itulah yang membuat kita sering lupa mengerem dan memilah apakah yang kita beli merupakan sesuatu yang kita butuhkan, atau hanya sesuatu yang kita inginkan.
Untuk memilah lagi mengenai Kebutuhan, kita harus lebih selektif. Sebaiknya kebutuhan itu juga ada skala prioritasnya.
__
Kunci keberhasilan dari mengatur keuangan adalah Disiplin.
Disiplin dalam arti mencatat penghasilan dan seluruh pengeluaran supaya kita bisa memonitor penggunaan penghasilan dan meminimalkan terjadinya pengeluaran-pengeluaran yang tidak terkontrol. Disiplin dalam menabung dan berinvestasi demi mempersiapkan masa depan anak dan masa depan kita sendiri dikala tua.
Awalnya mungkin sulit, tapi kita akan terbiasa dan tentunya hidup adalah sebuah perjuangan yang tiada akhir, bukan? 🤗
Yuk moms kita bergandengan tangan untuk semangat bisa mewujudkan. Yakin kita bisa karena kita tidak sendiri. Dan jangan lupa selalu berdiskusi dengan suami serta melibatkan anak-anak supaya mereka belajar mengerti, berempati dengan keadaan yang ada dalam keluarganya.
" There have been people, who passed through a similar struggle, as you are doing now. And, there are people, who are facing it right now. You are certainly not alone in your struggle ".
*ilustrasi gambar dari google
Hallo moms...
Apakah mengatur keuangan masih menjadi hal yang sulit untuk dilakukan?
__
Memang tidak dipungkiri bahwa mengatur keuangan apalagi keuangan keluarga merupakan hal yang hingga saat ini menjadi tantangan kita semua. Hal ini akan semakin terasa sulit jika pengeluaran tidak terduga muncul sehingga memporak-porandakan cash flow kita ðŸ˜
Apakah keluarga dengan penghasilan yang fantastic akan terbebas dari masalah keuangan?
Jawabnya adalah NO
Karena masalah keuangan bukan bermula dari besar kecilnya penghasilan yang diterima, namun seberapa baik pengelolaan keuangan yang kita lakukan.
Pertanyaan saya selanjutnya,
• Apakah moms sejauh ini sudah mencatat penghasilan dan pengeluaran secara tertib?
• Apakah moms sudah membuat anggaran keuangan?
• Apakah moms sudah istiqomah menyisihkan penghasilannya untuk pos tabungan ataupun investasi?
Nah, untuk meminimalkan risiko kemungkinan berantakannya cash flow, bagaimana kalau kita dahulukan tabungan atau investasi sebagai pengeluaran primer kita, bukan sebaliknya dan jadikanlah prioritas.
Banyak orang menabung dan atau berinvestasi di saat akhir bulan dan merupakan sisa dari pendapatan bulanan dan semakin mendekati akhir alias tinggal puing-puing saja, sehingga penyisihan dana untuk tabungan dan atau investasi malah tidak ada.
Mengapa kita tidak mengubahnya menjadi yang pertama dan belanjakan sisanya.
Supaya bisa membiasakan menyisihkan untuk pos tabungan ataupun investasi, memang kita mesti membuat anggaran keuangan terlebih dahulu (mapping anggaran keuangan sudah saya ulas di tema-tema sebelumnya).
Oiya, apakah selama ini moms sudah memisahkan antara rekening tabungan dan rekening belanja?
Pemisahan antara rekening tabungan dan rekening belanja merupakan salah satu upaya agar tidak terjadi kebocoran yang seringkali diakibatkan oleh pola kita berpikir bahwa kita masih ada saldo di dalam rekening dan asik saja gesek kartu ATM yang padahal disitu harapannya juga ada dana untuk tabungan.
Pemikiran “masih ada uang” itulah yang membuat kita sering lupa mengerem dan memilah apakah yang kita beli merupakan sesuatu yang kita butuhkan, atau hanya sesuatu yang kita inginkan.
Untuk memilah lagi mengenai Kebutuhan, kita harus lebih selektif. Sebaiknya kebutuhan itu juga ada skala prioritasnya.
__
Kunci keberhasilan dari mengatur keuangan adalah Disiplin.
Disiplin dalam arti mencatat penghasilan dan seluruh pengeluaran supaya kita bisa memonitor penggunaan penghasilan dan meminimalkan terjadinya pengeluaran-pengeluaran yang tidak terkontrol. Disiplin dalam menabung dan berinvestasi demi mempersiapkan masa depan anak dan masa depan kita sendiri dikala tua.
Awalnya mungkin sulit, tapi kita akan terbiasa dan tentunya hidup adalah sebuah perjuangan yang tiada akhir, bukan? 🤗
Yuk moms kita bergandengan tangan untuk semangat bisa mewujudkan. Yakin kita bisa karena kita tidak sendiri. Dan jangan lupa selalu berdiskusi dengan suami serta melibatkan anak-anak supaya mereka belajar mengerti, berempati dengan keadaan yang ada dalam keluarganya.
" There have been people, who passed through a similar struggle, as you are doing now. And, there are people, who are facing it right now. You are certainly not alone in your struggle ".
*ilustrasi gambar dari google


Komentar
Posting Komentar