Diskusi Dengan Anak, Why Not?

Diskusi Dengan Anak, Why Not?



Hallo moms apa kabar?
Nyaris sebulan saya tidak menyambangi halaman blog saya 😔
Alhamdulillah aktivitas sedang heboh-hebohnya ini, yang penting tetap jaga kesehatan dan komit untuk sharing kembali bersama moms hebat yang selalu saya cintai ♥️
__
Sering sekali beberapa teman saya bertanya kok anak-anak saya istiqomah alias awet dengan sebuah aktivitas, sebagai misal les dan penyaluran hobi lainnya.

Terkait dengan les, sejauh ini les yang diikuti anak saya hanyalah les musik dan les bahasa inggris. Dulu pernah ikut les berenang, karena sudah bisa, akhirnya les selesai dan berenang dilanjut sendiri.

Mengapa anak-anak saya tidak les matematika atau les pelajaran lainnya?
Kami kasihan, mereka sudah sekolah di full day school, pastinya bosan kalau setelah itu mesti nguplek lagi dengan pelajaran.

Bagaimana dengan les bahasa inggris? Khan pelajaran juga?
Nah, untuk yang satu ini kami pilih tempat les yang menawarkan metode belajar yang cenderung ke playing, yang membuat anak-anak merasa bahwa belajar bahasa inggris bukanlah hal yang menakutkan dan melelahkan, sehingga mereka dapat selalu enjoy dan menyadari bahwa belajar menguasai salah satu bahasa asing merupakan suatu kebutuhan.

Lalu mengapa kami memberikan les musik kepada anak?
Karena latihan musik tidak sebatas menunjang perkembangan otak anak. Menurut penelitian, musik dapat mendukung semua bidang perkembangan dan keterampilan anak dalam kesiapannya untuk sekolah, baik itu intelektual, sosial, emosional, motorik, bahasa, dan keaksaraan. Yang mana hal ini membantu meningkatkan sinergi antara tubuh dan pikiran untuk bekerja sama.

Next... alasan mengapa mengikutkan les berenang?
Karena olah raga selain menyehatkan, ternyata dapat meningkatkan perkembangan tubuh anak. Kenapa? Karena olahraga akan membantu perkembangan otot lebih kuat sehingga hormon perkembangan tubuh dapat bekerja dengan maksimal.

Ups...maaf prolognya sudah ngelantur kemana-mana 🤭
Tapi secara tidak langsung itulah alasan kami, mengapa kami memilih ketiga jenis les tersebut untuk anak.
Lalu bagaimana anak-anak kami bisa istiqomah menjalaninya?


__
Sebelum kami mengikutkan anak-anak untuk piano sebagai les musiknya, awalnya kami mengajak anak-anak main ke sebuah lembaga kursus musik. Kami buat agenda kapan mereka berkenan kita ajak melakukan observasi kesana. Setelah deal, barulah kami go.

Kami sangat bersyukur karena pihak lembaga mengijinkan kami untuk hanya sekedar mengintip beberapa kelas yang ada disana.
Saat itu yang kami intip adalah kelas drum, keyboard, biola, piano dan electone.
Selepas melakukan observasi itu, anak mulai kami ajak berdiskusi.
Yup, dalam diskusi tersebut tentunya kami sampaikan terlebih dahulu mengapa kami mengajak mereka main ke tempat kursus musik.
Setelah itu anak kami tanya, kira-kira alat musik apa yang menarik perhatiannya.
Saat itu anak saya menjawab: piano.

Nah... itulah metode yang kami terapkan kepada anak-anak, yaitu: diskusi,dan kemudian memberikan kesempatan kepada mereka untuk menentukan pilihannya sendiri.

Diskusi sangat diperlukan karena kita sebagai orang tua dapat memberikan gambaran,alasan, dan options mengenai suatu hal dan kemudian kita dapat memberikan ruang kepada anak untuk menyampaikan feedback-nya.
Ada teman saya yang bertanya kok anak masih kecil sudah diajak berdiskusi? Menurutnya anak belum pas diajak berpikir secara orang dewasa.

Atas pertanyaan teman saya ini, saya menjawab secara sederhana bahwa saya dan suami sudah menerapkan metode berdiskusi sejak anak masih super kecil.
Saya ingat betul saat anak pertama masih bayi merah, sebagai anak pertama, dia merupakan anak "trial" bagi ibu baru seperti saya.
Nah, mini diskusi yang sudah saya lakukan seperti saat saya akan mengganti diapernya. Saya ajak bicara dulu, kira-kira mau ganti di atas tempat tidur ataukah ganti di atas meja mandinya.
Mungkin terkesan lucu karena bayi baru berusia beberapa hari sudah saya ajak bicara dan saya berikan pertanyaan yang jelas dia belum bisa merespon.
Namun, bagi saya, inilah asal muasal saya membiasakan berdiskusi dengan anak-anak saya.
Diskusi dari hal remeh temeh hingga keuangan. Saya dan suami selalu melibatkan anak-anak untuk memberikan pendapatnya, karena bagi kami keluarga merupakan team yang harus bisa berjalan beriringan dan tentunya saling berempati.
__
Nilai plus Diskusi dengan anak adalah: kita dapat belajar memperlakukan anak sebagai human being.
Jika sejak dini kita ajarkan pada anak melalui kegiatan sehari-hari bahwa kita sebagai orang tua adalah pihak yang nyaman untuk diajak berdiskusi, maka mereka akan nyaman pula untuk menyampaikan segala sesuatu apalagi terkait mengenai sebuah pilihan.
Yup, salah satunya mengenai pilihan kegiatan yang akan dia ambil yang tentunya kita sudah memberikan gambaran-gambaran sisi positif dan negatifnya.

Bagi kami melalui diskusi, anak-anak menjadi happy dalam melakukan kegiatan yang dia pilih sendiri. Diskusi secara fair, tidak melibatkan emosi, pun pemaksaan kepada anak untuk menuruti keinginan kita. Pemberian ruang kepada anak untuk menyampaikan pendapatnya dan memberikan kesempatan mereka untuk menentukan pilihannya akan mengajarkan anak ketika dewasa mereka akan belajar membuat keputusan mana pilihan yang akan diambilnya.
Kita harus menyadari bahwa anak juga manusia. Bukan benda yang tidak tahu apa-apa sehingga semua keputusan ada ditangan orangtua. Anak bukan juga orang dewasa mini yang bisa bersikap sama sesuai keinginan orangtua.
Ketika orangtua memahami bahwa anak adalah manusia, melalui diskusi orangtua juga dapat memberikan informasi bahwa hidup kita ada aturannya. Anak boleh memilih segala sesuatu dalam hidupnya yang sesuai dengan aturan yang sudah disiapkan sang Pencipta.
Membiarkan anak untuk memilih sejak kecil merupakan sebuah keharusan. Kita sebagai orang tua tetap harus mendukung dan memberikan perspektif akan pilihan-pilihannya hingga ia sendiri yang akan menentukan sendiri, apakah pilihannya pas atau tidak untuk dirinya dan tentunya pilihan tersebut tidak menyimpang dari ajaranNya.
__
Anak saya yang pertama les musik sudah lebih dari 8 tahun, les bahasa inggris sudah 5 tahun. Dan alhamdulillah hingga hari ini masih enjoy.


Yuk mulai mengajak anak berdiskusi sehingga anak semakin happy 🤗

" The best way to make children good is to make them happy.”

* ilustrasi gambar dari google

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Money Manners dalam Pertemanan

Saya Selektif: Investasi Dengan Dana Minim

Investasi Untuk Generasi Milenial