Berlatih Disiplin Melalui Tabungan Berjangka

Berlatih Disiplin Melalui Tabungan Berjangka


Hallo moms...
Moms, jika moms ingin memiliki keadaan finansial keluarga yang teratur, kunci utama untuk mewujudkannya yaitu: kita mesti memiliki perencanaan keuangan yang benar plus setting short & term goal supaya semakin terarah, sehingga kita akan semakin disiplin demi mewujudkan goal-goal keluarga kita.
Lalu bagaimana cara untuk melatih kedisiplinan?
Moms, masih ingatkah dengan formula nomor 2 untuk mengelola pendapatan?
Yup...benar sekali: Sisihkan minimal 10% pendapatan utk pos tabungan ataupun investasi.
Sehingga disini dapat disampaikan bahwa menabung merupakan salah satu hal yang vital dalam perencanaan keuangan keluarga.
__

Menjadi alasan jamak bagi banyak orang bahwa menabung merupakan hal yang sulit untuk direalisasikan.
Beberapa teman saya menyampaikan, mereka suka gagal dalam menabung. Alasannya: tidak ada sisa dana untuk ditabung dan juga ada yang menyampaikan sudah bisa menabung tapi saldo hanya kuat bertahan beberapa bulan karena tidak tahan godaan untuk memakainya. Alhasil saat mereka benar-benar membutuhkan dana, akhirnya back to the old story: kelimpungan.
___
Moms, jika kita berniat untuk memperbaiki pengelolaan keuangan keluarga, maka untuk pos menabung jangan diupayakan dari sisa pendapatan. Kita harus prioritaskan, yaitu dengan sengaja menyisihkan pendapatan. Kalau dari sisa, sampai kapanpun saldo tabungan tidak akan menggendut.

Lalu bagaimana solusinya?
Yuk moms ke bank dan ambillah produk bank yang bernama Tabungan Berjangka. Tabungan ini cukup ampuh membuat kita belajar disiplin.
Kok bisa?
Karena...kita akan (dipaksa) menyisihkan pendapatan sesuai dengan nominal dan jangka waktu yang nasabah dan bank sepakati.
Oiya, kadang di bank tertentu produk ini bernama Tabungan Terencana.
Kisaran besaran nominal bulanan yang mesti moms sediakan ada bermacam-macam, dari Rp.100.000,- an dengan jangka waktu minimal 6 bulan, 12 bulan, sampai 60 bulan.
Nah...sisihan pendapatan ini akan aman karena kalau moms mengambilnya di tengah jalan, tidak sesuai dengan waktu yang disepakati, maka moms akan dikenakan pinalti.
Sayang khan??
__
Yuk kita hitung, jika kita ambil yang bulanan Rp.100.000,- dengan jangka waktu 12 bulan. Maka nantinya kita akan dapatkan sebesar Rp.1.200.000,- (jumlah pokok belum termasuk return yang diberikan oleh bank)

Coba kita pegang uang Rp.100.000,- dalam dompet, pasti tidak sampai sehari uang itu sudah berubah bentuk menjadi secangkir kopi kekinian dan sepotong donat untuk menemani kongkow.

Tapi kalau uang sebesar itu sudah kita sisihkan dulu dari pendapatan, maka akan aman dari godaan yang sebenarnya hanya menuruti keinginan kita semata.

Naah...kalau moms ada kenaikan jumlah pendapatan, nominal setoran bisa kok dinaikkan juga. Caranya mudah, moms tinggal datang ke CS bank itu untuk top up setoran bulanan.

Kita harus selalu ingat kalau ada kenaikan pendapatan, bukan gaya hidup yang dinaikkan, tapi pos tabungan ataupun investasilah yang harus ditingkatkan, dan tentunya pos sedekah juga naik supaya rejeki yang kita miliki selalu berkah.
__

Moms jika ada niat, maka pasti ada jalan, maka tidak ada salahnya untuk mencoba menabung pada tabungan berjangka.

Tabungan berjangka adalah produk bank yang bertujuan untuk membantu nasabah merencanakan keuangannya. Pasalnya, pada tabungan berjangka, nasabah harus menabung dengan teratur sampai waktu yang telah disepakati.

Jika moms memiliki rencana jangka pendek, misal dalam waktu 1 tahun ingin mengganti sepeda anak karena sepeda yang lama sudah kekecilan dan akan diberikan untuk hadiah ulang tahunnya, maka tabungan berjangka akan menjadi solusi karena moms bisa perlahan-lahan secara bulanan menyisihkan dan hingga saatnya tiba, moms bisa dapat dananya sehingga kemungkinan untuk mengambil pos lainnya akan bisa diminimalkan.
Asik khan??
Ternyata sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Lalu bisa dicoba lagi untuk mewujudkan goal-goal jangka pendek lainnya.
__
Jika tujuan kita berinvestasi adalah untuk mendapatkan imbal hasil di atas inflasi, maka berinvestasi pada tabungan berjangka bukanlah hal yang bijaksana karena return yang ditawarkan oleh bank pastilah kurang terasa.

Tabungan berjangka bermanfaat untuk mendukung tujuan keuangan jangka pendek, karena besaran investasi dan jangka waktunya bisa disepakati dari awal. Selain itu, tidak diperlukan kemampuan analisis apapun di tabungan berjangka.

Jika moms mengharapkan imbal hasil yang di atas inflasi, dan berani mengambil risiko, ada baiknya mencoba instrumen investasi pasar modal, seperti saham, obligasi dan reksa dana.

Untuk topic mengenai reksa dana sudah saya bahas sebelumnya ya moms...

Yuk kita main ke bank dan membuka rekening tabungan berjangka demi melatih disiplin menyisihkan pendapatan 😍

" The future belongs to those who prepare for it today ".

** ilustrasi gambar dari google

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Money Manners dalam Pertemanan

Saya Selektif: Investasi Dengan Dana Minim

Investasi Untuk Generasi Milenial