Tips Investasi Tanah

Tips Investasi Tanah




Hallo moms...
Jika moms memiliki dana cukup besar kemudian ingin berinvestasi dan kebetulan moms bersama suami merupakan pasangan dengan type risk averse (type konservatif: pilih main aman dalam berinvestasi), maka investasi pada TANAH bisa menjadi pilihan.

Moms, tentunya dalam memilih tanahnya jangan asal ya, karena niat kita adalah investasi, sehingga dimungkinkan pada suatu saat nanti tanah tersebut akan kita jual karena dananya akan kita pergunakan untuk tujuan tertentu (misal untuk memasukkan anak ke jenjang universitas, melunasi biaya haji, dan lain sebagainya).

Moms, cara investasi tanah yang menguntungkan ditentukan dari proses awal pembeliannya supaya nantinya kita dapat memperoleh keuntungan sesuai harapan. Jangan sampai kita salah langkah dan malah menderita kerugian.


Dalam berinvestasi, tentu hal yang diinginkan adalah keuntungan untuk menabung di masa depan. Moms berikut adalah beberapa cara investasi tanah supaya menguntungkan:

Pilihlah lokasi yang prospektif:
Lokasi prospektif dapat menghasilkan nilai tambah bila suatu saat nanti di atasnya akan kita dirikan rumah, ruko, maupun jenis properti lainnya. Tapi rencana pembangunan ini opsional saja moms, jika memang belum memiliki dana yang cukup, maka kondisi tanah yang masih berupa hamparan, kita keep saja karena value tanah tetap akan merangkak.

Pemilihan lokasi yang prospektif akan membuat tanah menjadi marketable.
Jika mengintip dari cara team appraisal perbankan saat menilai sebuah agunan, beberapa parameter berikut bisa digunakan sebagai acuan untuk menilai apakah tanah yang moms taksir cukup marketable:
a. Apakah lokasi tanah cukup strategis?
Berada di area perniagaan, pendidikan (kawasan kampus), dekat dengan perkantoran, dekat dengan pusat keramaian.

b. Perhatikan negative list lokasi
Apakah lokasi tanah dekat dengan SUTET (Saluran Udara Tegangan Ekstra Tinggi) karena ‎dapat menimbulkan radiasi yang dimungkinkan memengaruhi kesehatan.
Apakah lokasi tanah dekat makam?
Apakah lokasi tanah berada di pojokan lampu lalu lintas?
Apakah akses jalan menuju ke tanah dan jalan depan tanah lebarnya kurang dari 4 meter?
Apakah tanah tidak mendapatkan akses jalan (tanah helikopter).
Apakah tanah berada di bantaran sungai?

Bukan berarti jika moms sudah tertarik dengan sebidang tanah namun lokasinya berada di salah satu negative list di atas, lalu moms tidak boleh membelinya?
Moms tetap boleh melakukan transaksi pembelian, namun karena tujuan kita adalah untuk investasi, maka peluang kemudahan untuk menjual di masa mendatang juga harus menjadi pertimbangan.
Mengapa?
Karena biasanya calon pembeli tanah yang kita miliki, jarang sekali yang melakukan pembayaran secara cash, terlebih jika luas tanah cukup besar. Pembeli biasanya akan menggunakan jasa perbankan. Nah, dengan kondisi lokasi tanah yang berada di salah satu negative list, maka bank memerlukan pertimbangan yang cukup detail atau bahkan tidak memberikan persetujuan mengingat tanah tersebut akan menjadi agunan disana.
Pihak bank akan memilih lokasi tanah yang marketable karena mereka memerlukan jaminan/agunan yang liquid, yang jika suatu saat terjadi hal terburuk (kredit/pembiayaan macet), agunan akan mudah untuk dijual kembali.

Negative list di atas juga berlaku untuk lokasi rumah, namun untuk Ruko agak sedikit longgar, yaitu jika kita temui Ruko dengan lokasi dekat dengan makam, masih bisa dipertimbangkan jika memang Ruko tersebut masih dalam komplek perniagaan di tengah kota.

Periksa Peruntukan Status Tanah
Moms, sebelum melakukan transaksi pembelian tanah, ada baiknya untuk memeriksa lokasi tersebut dengan rencana tata kota yang berlaku.
Hal ini terkait dengan rencana jika moms suatu saat nanti ingin mendirikan bangunan di atas tanah tersebut. Apabila menurut ketentuan lokasi tersebut hendak dijadikan sebagai lokasi hunian, maka sebaiknya gunakan untuk perumahan. Namun, jika tidak digunakan sebagai non-hunian, maka moms suatu saat nanti bisa mendirikan sebuah ruko atau properti komersial lainnya. Hindari lokasi yang hendak digunakan untuk jalan atau fasilitas umum lainnya.

Lakukan Cek Harga
Sebelum melakukan negosiasi harga dengan pemilik tanah, sebaiknya moms melakukan perbandingan harga dengan tanah sekitar yang baru saja dijual atau tanya langsung dengan agen properti spesialis area. Setelah mengetahui harga pasaran, moms akan memiliki data yang kuat untuk melakukan tawar menawar harga. Pastikan harga yang didapat bisa memberi keuntungan yang cukup.

Lakukan Cek Legalitas
Indikator legalitas tanah bisa ditinjau dari status tanah dan landasan hukumnya. Saat membeli, moms harus mengetahui status legalitas hukum atas tanah tersebut. Apakah tanah tersebut sudah memiliki status kepemilikan yang kuat? Hindari membeli tanah dengan yang masih berupa tanah girik.

Pastikan tanah tersebut memiliki Sertifikat (SHM/SHGB) untuk status yang jelas dan kemudahan pengurusan proses jual-beli.
Untuk lebih amannya, moms bisa menggunakan jasa notaris untuk memeriksa legalitas tanah. Dan...pada saat jual beli sudah selesai, moms jangan lupa untuk segera balik nama atas kepemilikan sertifikat tanah tersebut. Supaya kita tenang moms. Kalau ditunda sangat berisiko mengingat sertifikat tanah, rumah, ruko merupakan aset waris yang sangat sensitif dengan sengketa.


Kekurangan Investasi Tanah:

1. Memiliki daya jual yang tergantung dengan lokasi. Oleh karena itu perlu dipertimbangkan baik-baik meskipun terkadang kita sudah jatuh hati pada pandangan pertama.
Salah satu kesalahan dalam investasi properti adalah kurang jeli “membaca” lokasi. Faktor ini yang memiliki peran penting dalam permainan investasi tanah. Sama seperti ketika moms berinvestasi properti lain, lokasi adalah hal krusial yang menentukan daya jual dan capital gain tanah yang kita miliki.

2. Kurang Liquid
Memutuskan untuk berinvestasi pada tanah butuh modal besar. Lalu, bagaimana kalau kita mendadak butuh uang?

Berbeda dengan investasi bidang finansial, seperti emas, saham, ataupun reksadana, investasi bidang properti cukup sulit untuk langsung dicairkan dengan segera. Karena itu, pastikan bahwa kita tidak menjadikan investasi tanah sebagai sumber pemasukan utama sejak awal.
Tapi...investasi pada Tanah tetap tidak pernah salah karena kita tidak memerlukan biaya pemeliharaan layaknya investasi pada rumah dan ruko.

Terus semangat ya Moms....🤗

** ilustrasi gambar dari google

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Money Manners dalam Pertemanan

Saya Selektif: Investasi Dengan Dana Minim

Investasi Untuk Generasi Milenial