Beli Fungsi, Bukan Gengsi
Hallo moms apa kabar, kali ini saya hanya ingin bercerita yah...
Bukan maksud saya untuk berghibah ya moms, saya hanya ingin mengajak moms untuk mengambil lesson learned atau hikmah dari cerita ini.
Sebut saja namanya Bunga.
Bunga cukup dekat dengan saya. Suatu ketika dia datang menghampiri saya & bertanya, " Pernah pakai Hp ini ngga? " Sembari menunjukkan gambar Hp edisi high-end dari layar Hp nya.
Saya jawab sewot ," Kalau aku punya Hp itu, mana mungkin saat ini aku bawa Hp ini ". Sembari saya tunjukkan Hp saya ke arah dia.
Bunga auto ketawa.
"Emang kenapa?, mau beli ya?" Timpal saya.
"Iya nih, aku bosan sama Hpku yang ini, hasil fotonya juga kurang keren, khan jadi ngga kece kalau dipost di instagram. So, aku mau beli yang ini, bisa nyicil sampai 6 bulan lho".
" Tapi Hp lama kamu masih berfungsi normal khan?"
" Masihlah...tapi hasil fotonya aku kurang cocok, jadul banget ".
Yup, cerita mengenai Bunga cukup sekian ya moms.
Mari kita buat telaah sederhana:
- Hp Bunga yg lama masih berfungsi dengan baik, hanya dia tidak suka dengan hasil fotonya.
- Apakah profesi Bunga?
Inilah basic reason kita untuk membuat sebuah pertimbangan.
Jika Bunga bekerja sebagai seorang fotografer yang memang membutuhkan hasil gambar yang perfect untuk memenuhi kebutuhan client, sehingga produktifitas Bunga mendapatkan apresiasi yang mana endingnya dapat meningkatkan "cuan". It's Ok jika Bunga ingin mendapatkan Hp high-end itu meskipun dengan cara mencicil, secara hitungannya masih worth it.
Bagaimana jika Bunga bukan seorang fotografer atau mungkin dia adalah seseorang yang berprofesi lain yang memang harus membutuhkan Hp dengan hasil gambar yang kece badai?
Yup moms, jika memang profesi Bunga membutuhkan tampilan foto yang harus dishare di sosmed terkait untuk kebutuhan bisnis dan tentunya menghasilkan profit, memperjuangkan untuk mendapatkan sebuah Hp high-end dengan cara berdarah-darah (mencicil), masih dapat ditoleransi.
Sebaliknya, jika tidak ada motivasi bisnis, namun hanya memenuhi hasrat ingin memiliki tampilan sosmed bak selebgram, tapi mesti mencicil sampai 6 bulan dan kita ketahui bahwa harga Hp semakin lama harganya semakin down, apakah ini worth it?? 🤔
Padahal...ada alternatif lain jika kita ingin memiliki foto-foto yang lebih aesthetic, banyak aplikasi photo editor yang bisa free kita download.
Sepertinya ini lebih ekonomis khan moms. Terlebih Hp lama kita masih berfungsi dengan baik.
Moms, hanya diri kitalah yang dapat mengidentifikasi keuangan keluarga kita.
Kita sebagai mama yang hebat harus jago melakukan money creation, bukan jago spending money.
Harus jago memilah mana kebutuhan, dan mana yang hanya sekedar keinginan.
Mari kita semangat untuk meningkatkan prosentase Pos Dana Sedekah & Pos Dana Tabungan maupun Investasi.
Mari kita persiapkan masa depan keluarga kita sedini mungkin, karena segala sesuatu yang well-prepared hasilnya akan lebih opimal.
Mari kita lebih selektif lagi, jangan sampai keputusan mengeluarkan uang akan malah mengganggu ketahanan keuangan keluarga kita.
Jangan lupa jika kita ingin membeli sesuatu, mari kita beli atas dasar FUNGSI, bukan karena GENGSI.
Kebutuhan hidup sebenarnya jika kita selektif ya segitu-gitu saja Moms. Yang mahal adalah Gaya Hidup 🥺
Mari kita takar keuangan keluarga kita sesuai dengan kemampuan kita, jangan pernah kita berusaha membandingkan dengan keuangan keluarga lain atau bahkan ingin seperti yang orang lain miliki disaat kemampuan keuangan kita belum mampu untuk mengikutinya.
** ilustrasi gambar dari google



Komentar
Posting Komentar