Kartu Kredit, apakah Monster??


Hallo Moms....
Yuk kita bahas sedikit mengenai kartu sakti ( kartu kredit ).
Kira-kira sejauh mana Moms dalam menggunakannya?


Dewasa ini, hampir setiap orang memiliki kartu kredit, entah sebagai pemegang kartu utama ataukah kartu suplemen (kartu kredit tambahan).
Memang tidak dapat dipungkiri bahwa kartu kredit merupakan aksesori keuangan yang menarik dan membuat orang ingin memilikinya. Terlebih tawaran promo discount menggiurkan dari beberapa merchant yang bekerja sama.
Tapi.....kita harus ingat bahwa kartu kredit adalah utang yang wajib dilunasi, jangan sampai kita terlena menggunakannya bahkan sampai terperosok dalam jerat utang yang membelit.

Berikut simple tips dalam menggunakan kartu kredit:

  1. Selalu pasang dalam otak kita bahwa kartu kredit adalah kartu utang yang mana bunga yang dikenakan tiap bulannya relatif tinggi, yaitu 2,75%-3%.
  2. Jangan terlena. Jika kita lengah dalam menggunakan kartu kredit alias keasikan karena dikit-dikit gesek, terlebih memiliki limit yang besar, disini kartu kredit dapat mendorong kepada gaya hidup konsumtif sehingga mau tidak mau akan berdampak pada ketahanan finansial.
  3. Hindari Gestun ( Gesek Tunai ). Salah satu kemudahan yang ditawarkan kartu kredit adalah kita bisa melakukan penarikan uang tunai dari ATM ( terkadang ada toko yang juga melayani GesTun 😭 ). Meskipun demikian, kuatkan diri supaya tidak menggunakan kemudahan tersebut karena penarikan uang tunai dari kartu kredit dikenai biaya 4-5%. Bikin cekot-cekot kepala kalau kita sampai terperangkap dalam "kenikmatan ini".
  4. Hindari Over Limit. Moms, kita bisa saja menggunakan kartu kredit dengan maksimal, tapi usahakan jangan sampai over limit dan tagihan membengkak. Kita harus mengetahui berapa jumlah limit kartu kredit dan transaksi apa saja yang kita gunakan dalam beberapa minggu terakhir. Pastikan setiap transaksi selalu kita pantau dan kita ketahui dengan detail.Untuk memudahkan, moms bisa buat catatan, kira-kira transaksi mana saja yang dibayar menggunakan kartu kredit.
  5. Bayarlah tepat waktu. Moms, meskipun kartu kredit memberikan kemudahan dalam pembayaran, yaitu kita bisa membayar sebesar tagihan minimum, untuk cara ini saya pribadi tidak menyarankan. Mengapa? Karena jika kita hanya membayar tagihan minimum, maka sisa utang yang belum bisa kita bayar akan dikenakan bunga sebesar 2,75%-3% tadi. Atau kalau kita bayarnya lewat tanggal jatuh tempo, maka kita akan dikenakan late charge fee (biaya keterlambatan). Serem khan moms? Saran saya, tetaplah setting "Pembayaran Penuh" atau full payment dan kalau bisa sekaligus autodebet dari rekening aktif moms di bank issuer kartu kredit.
  6. Hindari memiliki banyak kartu kredit. Moms, hemat saya, maksimal kita cukup memiliki 2 kartu kredit. Seperti kita ketahui bahwa godaan terbesar dalam memiliki kartu kredit adalah menggunakannya untuk hal yang konsumtif di luar kebutuhan pokok. Apalagi dengan segudang cashback dan promo diskon yang melimpah. Jadi, kalau kita memiliki banyak kartu kredit, kemungkinan kita akan semakin dibuat melayang bakal tidak terelakkan.
__
Moms, sebenarnya kartu kredit tidak akan menjadi Monster jika kita menggunakannya secara bijak.
Salah satu tujuan perbankan mengeluarkan kartu ini adalah sebagai alat pembayaran cashless supaya kita tidak repot kemana-mana membawa uang tunai dan adanya tempo pembayaran sehingga kita bisa menggunakan sesaat dana kita untuk keperluan lain, hingga tanggal jatuh tempo tagihan tiba.

Alangkah baiknya moms amati mengenai tanggal cetak dan tanggal jatuh tempo kartu kredit moms:
  •  Tanggal cetak : tanggal ditagihnya transaksi-transaksi dan saldo terutang lainnya. Pencetakan dokumen ini setiap bulannya jatuh pada tanggal yang sama.
  • Tanggal jatuh tempo : batas akhir pembayaran saldo terutang yang sudah harus diterima bank issuer kartu, yaitu 15 hari sejak tanggal cetak.

Jatuh tempo kartu kredit sebenarnya bisa menjadi cukup lama hingga mencapai 45 hari, sehingga kita mendapatkan tenggang waktu yang cukup sebelum melakukan pembayaran.
Berikut ilustrasinya:
Sebagai misal tanggal cetak tagihan moms adalah 5 Juni dan tanggal jatuh tempo tagihan moms adalah 15 hari setelah tanggal cetak transaksi, sehingga disini tanggal jatuh temponya adalah tanggal 20 Juni.
Arti dari tanggal cetak adalah semua transaksi setelah tanggal 5 pada bulan berjalan akan dicatat pada tanggal 5 bulan berikutnya. Sehingga jika moms melakukan transaksi tanggal 6 Juni, maka transaksi tersebut akan dicatat pada tanggal 5 bulan berikutnya yaitu pada bulan Juli dan akan ditagih 15 hari sesudahnya yaitu tanggal 20 Juli.
Nah, coba moms hitung dari tanggal 6 Juni sampai tanggal jatuh tempo bulan depannya tanggal 20 Juli, terhitung ada 45 hari berselang.
Waktu yang cukup panjang sehingga kita bisa menghela nafas sebelum melunasinya.
Jadi...Cara smart supaya bisa merasakan waktu tenggang yang cukup waktu yaitu dengan cara menggunakan kartu kredit jangan jauh-jauh dari tanggal cetaknya 😄

Kita akan merasakan benefits dari kartu kredit jika kita dapat menggunakannya secara bijak. Penggunaan kartu kredit membutuhkan komitmen yang kuat dan juga disiplin yang tinggi, hal ini berkaitan dengan pola hidup dan juga cara kita mengelola keuangan. Ketika kita tidak memiliki kontrol yang baik dalam menggunakan kartu kredit, maka bisa dipastikan jika suatu saat kita akan masuk ke dalam kubangan utang dan mengalami kesulitan keuangan.

Moms, kita harus ingat juga bahwa jika kita memiliki record jelek dalam pembayaran tagihan kartu kredit atau bahkan macet, maka bisa jadi Debt collector akan rajin menyapa moms. Dan...perlu kita ketahui, rekam jejak pemakaian kita terhadap kartu kredit akan tercatat pada Sistem Layanan Informasi yang ada pada Otoritas Jasa Keuangan, sehingga jika suatu saat kita akan mengajukan fasilitas semacam kredit atau pembiayaan lain pada lembaga keuangan di masa yang akan datang, maka rekam jejak tadi akan mereka jadikan salah satu pertimbangan apakah kita masih layak atau tidak untuk diberikan fasilitas yang kita propose tersebut.

Always be wise ya Moms... Kunci dasarnya adalah buatlah catatan keuangan keluarga supaya mempermudah kita membuat perencanaan keuangan, sehingga goals keluarga dapat tercapai secara optimal.

" We must be wise and stay focused on the goals we are trying to reach "

* ilustrasi gambar dari google
* versi video on momida channel






Komentar

Postingan populer dari blog ini

Money Manners dalam Pertemanan

Saya Selektif: Investasi Dengan Dana Minim

Investasi Untuk Generasi Milenial