Kiat Sukses Menabung
Waah...mereka luar biasa ya Moms.
Pasti kita tidak pernah menyangka bahwa nominal yang sesederhana itu jika tertib disisihkan, maka nilainya menjadi luar biasa. Dan...jika kita fokus terhadap tujuan keuangan yang telah kita buat, maka akan semakin membuncahkan niatan kita untuk mewujudkan tujuan keuangan tersebut.
Nah Moms, berikut saya berikan 4 kiat sederhana supaya kita bisa sukses dalam menabung:
1. Fokus:
Buatlah list tujuan keuangan jangka pendek sesuai skala prioritas, karena menabung memang cocoknya untuk meraih tujuan jangka pendek.
Seperti beberapa cerita viral di atas, maka kita harus tulis kira-kira apa yang ingin kita capai dalam kurun waktu 1-3 tahun ke depan, sekaligus tuliskan besar nominalnya.
Sebagai misal, dalam 12 bulan ini kita ingin membelikan anak sebuah laptop seharga Rp.6.000.000,- karena dia akan naik kelas dan membutuhkan laptop untuk mendukung proses belajarnya.
2. Komitmen:
Kita harus membuat sebuah komitmen diri untuk menyisihkan penghasilan, bukan menunggu sisanya baru menabung, karena bakal sering gagalnya.
Terkait dengan contoh pembelian laptop untuk anak di atas, maka kita harus berkomitmen untuk menyisihkan penghasilan setiap bulan sebesar Rp.500.000,- supaya dalam 12 bulan kemudian bisa terkumpul dana sebesar Rp.6.000.000,-.
Agar kita bisa berhasil menyisihkan penghasilan alias supaya tangan kita tidak usil untuk gesek-gesek kartu ATM, maka hemat saya, Moms membuka rekening Tabungan berjangka di bank, secara tabungan ini jika dibreak sebelum saat jatuh temponya, maka kita akan dikenakan pinalty. Atau bisa dalam bentuk lain sepanjang "tempat persembunyiannya" aman dari bisikan hasrat belanja.
3. Friendship:
Moms, sebaiknya kita memiliki setidaknya sebuah pertemanan yang satu frekuensi, yang memiliki semangat yang sama dalam mengelola keuangan, karena lingkungan sangat mempengaruhi perilaku seseorang. Tapi bukan maksud saya meminta moms untuk menghindari teman-teman yang lain lho ya. Bukan begitu maksudnya.
Moms bisa berteman dengan siapa saja, namun setidaknya ada pertemanan yang memang memiliki semangat yang sama dengan kita dalam mengelola keuangan keluarga, supaya kalau kita lengah alias terlena karena di kelompok pertemanan yang lain sedang heboh membahas salah satu brand sepatu atau tas, maka nantinya kita masih ada yang menjewer, supaya kita kembali ke jalan yang benar.
Tidak dapat kita pungkiri bahwa kesalahan kita dalam memilih pertemanan, akan mempengaruhi life style kita. Bahaya khan kalau sampai mengganggu kesehatan keuangan keluarga?
4. Do it now
Nah Moms, jika kita punya tujuan keuangan yang ingin kita raih, jangan pernah tunda untuk menabung. Jangan menunggu baru akan menabung kalau gaji naik, baru akan menabung kalau penghasilan bertambah. Jika kita berprinsip " dipikir entar " alhasil semua akan acak kadut, tujuan keuangan hanya sebatas khayalan yang entah kapan akan terealisasi. Upayakan membeli sesuatu apalagi yang bersifat barang konsumtif tidak melalui utang apalagi gesek kartu kredit terlebih jika kartu kredit itu sistem bayarnya minimum payment. Kenekatan ini akan membuat jumlah utang membumbung tinggi. Jangan menumpuk utang karena akan memperkeruh pikiran kita yang endingnya akan menjadi pemicu keretakan rumah tangga.
Moms, sebenarnya penghasilan kita tidak akan terasa kurang jika kita bisa mengalokasikannya dengan baik. Karena pengeluaran penghasilan sebenarnya hanya untuk 3 hal: untuk membayar kewajiban, memenuhi kebutuhan, dan memenuhi keinginan.
Nah...jika kita tidak selektif dan hanya menuruti keinginan, maka dijamin kita akan terus menganggap bahwa penghasilan yang diperoleh keluarga masih saja terasa kurang. Kita harus dapat memilah mana yang prioritas ya Moms. Dan...selalu sisihkan penghasilan untuk ditabung.
Selalu ingat bahwa cashflow keuangan keluarga yang sehat yaitu minimal 10% dari penghasilan perbulan dialokasikan untuk simpanan ataupun investasi.
Terus semangat ya Moms....
Nah...jika kita tidak selektif dan hanya menuruti keinginan, maka dijamin kita akan terus menganggap bahwa penghasilan yang diperoleh keluarga masih saja terasa kurang. Kita harus dapat memilah mana yang prioritas ya Moms. Dan...selalu sisihkan penghasilan untuk ditabung.
Selalu ingat bahwa cashflow keuangan keluarga yang sehat yaitu minimal 10% dari penghasilan perbulan dialokasikan untuk simpanan ataupun investasi.
Terus semangat ya Moms....
** ilustrasi gambar dari google
** video dengan topik serupa di Youtube: Mom ida


Komentar
Posting Komentar