Bagaimana cara mengelola keuangan mahasiswa agar sukses?

 

Walaupun belum bekerja, tetap saja sebagai mahasiswa yang semakin beranjak dewasa perlu semakin dewasa juga dalam mengelola keuangan. Mahasiswa harus belajar untuk mengelola keuangan dan kebutuhannya setiap bulan agar sukses dan menjadi mahasiswa yang mandiri secara financial.

Pernahkah teman-teman membayangkan ketika orangtua mengalami kesulitan untuk membayar uang kuliah di semester depan?

Apa yang akan teman-teman lakukan jika ternyata teman-teman tidak memiliki tabungan karena tidak mengatur keuangan dengan baik?

Di sinilah pentingnya sebagai mahasiswa perlu belajar mengelola keuangan dengan baik karena banyak hal yang tidak kita ketahui tentang hari esok. Hari esok penuh dengan ketidakpastian.

6 Tips dan Cara Mengelola Keuangan Mahasiswa

Berikut ini beberapa tips bagi para mahasiswa dalam mengelola keuangan:

  1.    Sedekah, Tabungan ataupun Investasi

Biasanya mahasiswa menerima uang, baik itu dari orangtua atau ketika sanak keluarga lain memberi uang jajan untuk kita. Selalu prioritaskan untuk menyisihkan berapapun uang yang diterima untuk sedekah dan  tabungan ataupun investasi. Bersedekahlah meskipun jumlah uang yang kita terima masih belum banyak karena merupakan tanda syukur kita kepada Tuhan. Setelah menyisihkan untuk sedekah, sisihkan kembali uang yang diterima untuk ditabung ataupun investasi karena akan sangat berguna bagi kita di masa depan.

Tabungan yang rutin kita lakukan dapat digunakan juga untuk memenuhi kebutuhan jangka pendek seperti membeli laptop, printer, membeli buku-buku yang merupakan kebutuhan seorang mahasiwa untuk mendukung proses kuliahnya.

Lalu jika ingin lebih menantang diri untuk menjadi mahasiwa yang aware dengan masa depan sedini mungkin, cobalah untuk berinvestasi kecil-kecilan, seperti belajar investasi dalam reksa dana. Reksadana (RD) merupakan instrumen investasi yang bisa dilakukan dengan dana minim yang bisa dilakukan melalui perbankan dan lembaga fintech. Dalam hal fintech, pilihlah fintech yang sudah memiliki ijin dari OJK.

Kita bisa mengambil contoh Warren Buffet orang terkaya ke-3 di dunia, memulai investasinya di usia 11 tahun meskipun jumlah uang yang ia investasikan tidak seberapa.

2.    Cari Sumber Pemasukan Lain

Sebagai mahasiswa, biasanya orangtua ada yang masih memberikan support untuk biaya kuliah dan jajan.

Manfaatkan sumber pemasukan itu, di samping juga harus mulai belajar untuk melakukan usaha atau bekerja sampingan dalam membantu orangtua. Bantu orangtuamu agar bisa mengalokasikan dananya ke pos lain, seperti menolong adikmu yang masih sekolah dan sebagainya.


Cobalah untuk mencari pekerjaan sampingan yang tidak menyita waktu kuliah dan belajar. Ada banyak pekerjaan freelance dan part time yang dapat kita peroleh seperti menjadi pramusaji, penjaga toko, guru les, berjualan di online shop dan jenis pekerjaan lain sepanjang waktunya bisa dinegosiasikan.

Manfaat yang dapat diperoleh jika mahasiswa berhasil melakukan pekerjaan sampingan saat masih menjadi mahasiswa yaitu dia akan memiliki skills dalam hal:

  • Disiplin mengatur waktu
  • Berkomunikasi dengan baik
  • Bekerja sama dengan team
  • Fokus pada tanggung jawab
  • Membuat networking

 

Sebenarnya skills ini merupakan manfaat utama jika mahasiswa mau melakukan pekerjaan sampingan. Skills ini akan menjadikan mahasiswa memiliki poin plus saat nantinya dia lulus kuliah dan melamar pekerjaan. Perusahaan akan lebih memilih fresh graduate yang dalam CV nya terdapat pengalaman pekerjaan daripada lulusan yang hanya berIPK tinggi tapi sama sekali tidak memiliki pengalaman pekerjaan.

Disini dapat disampaikan bahwa tambahan penghasilan yang diperoleh saat mahasiswa melakukan pekerjaan sampingan merupakan bonus secara financial. Tujuan utamanya adalah melatih skills yang tentunya tidak sepenuhnya dapat diperoleh dari bangku kuliah.

3.     Catat Pendapatan dan Pengeluaran

Catatlah seluruh pendapatan dan pengeluaran secara teratur. Dengan mencatat, maka kita akan tahu kemana saja kita belanjakan pendapatan yang kita peroleh. Hal-hal yang wajib sebaiknya didahulukan seperti, membayar kos, pulsa telepon, uang transportasi, uang kuliah, uang makan sehari-hari, uang pembelian buku, fotokopi dan alat tulis. Melalui catatan kita juga akan dapat melakukan review jika disuatu ketika kita melakukan pembelanjaan yang berlebihan.

4.    Buatlah Rencana Anggaran Keuangan

Selanjutnya yang harus kita lakukan adalah membuat rencana anggaran keuangan. Atur keuangan dengan baik agar tidak “besar pasak daripada tiang” alias terlalu besar di pengeluaran.

Apabila pengeluaran terasa lebih besar, lihat apakah ada yang bisa kita pangkas atau ada pengeluaran yang sebenarnya bukan kebutuhan tetapi keinginan. Apabila masih belum cukup, tentu saja kita harus menambah sumber pendapatan.

Jika rencana anggaran keuangan sudah dirancang dengan baik, patuhilah anggaran tersebut sedemikian rupa karena jika tidak, anggaran keuangan itu hanya sekadar rencana dan tidak terealisasi.

Jadikan rencana anggaran keuangan ini sebagai pedoman dalam pelaksanaan penggunaan uang. Ketika anggaran belanja sudah ditetapkan dan berkomitmenlah untuk konsekuen dengan anggaran. Terkadang banyak godaan yang menghampiri, seperti diajak teman ke café, nonton, dan jajan hampir setiap hari. Atau ketika berjalan-jalan di mall, kita tergoda untuk belanja barang-barang yang sebetulnya hanya keinginan belaka.Hal ini akan membuat rusaknya kesehatan keuangan. So, kendalikan dirimu

5.    Buatlah Pos Dana Cadangan

Apa perbedaan tabungan dengan pos dana cadangan? Perbedaannya terletak pada fungsi dan tujuannya.

Tabungan diperuntukkan untuk beberapa keperluan yang sudah ditetapkan sebelumnya seperti membeli laptop atau printer dari uang tabungan tersebut.

Dana cadangan hanya untuk memenuhi atau menutupi segala macam kebutuhan yang mendesak. Misalnya ketika motor rusak dan harus diperbaiki ke bengkel. Tentu kerusakan motor tidak selalu terjadi dan tidak tentu besar biaya yang harus dikeluarkan. Supaya dikit-dikit tidak minta kepada orang tua. Mahasiswa harus mulai belajar mandiri

Simpan dana cadangan di tempat yang aman, seperti bank yang dapat ditarik dengan mudah sewaktu-waktu. Pisahkan simpanan ini dari simpanan dana yang lain supaya tidak mudah kita salah gunakan.


6.    Do it now, Kapan Lagi?

Mulailah sejak dini mengelola keuangan dengan teratur dan patuhi anggaran belanja yang telah kita atur. Kalau tidak dari sekarang, kapan lagi?

Kesuksesan keuangan seseorang bukan terletak pada seberapa besar penghasilan yang dia terima, namun terletak pada seberapa baik dia dalam mengelola keuangannya.

Jadikan pengelolaan keuangan ini menjadi kebiasaan dalam hidup kita agar menjadi pribadi yang lebih teratur dan nantinya kebiasaan ini akan sangat membantu kita saat kita sudah menapaki kehidupan berumah tangga.

** ilustrasi gambar dari google

** versi video on momida channel



 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Money Manners dalam Pertemanan

Saya Selektif: Investasi Dengan Dana Minim

Investasi Untuk Generasi Milenial