Tips Memulai Berinvestasi
Dalam sesi tulisan ini, saya ingin menyampaikan beberapa tips simple untuk memulai berinvestasi:
1. Miliki Dana Darurat
Memang benar, sebelum kita memulai untuk berinvestasi, alangkah baiknya kita miliki dulu pos Dana Darurat (DD), mengingat DD difungsikan sebagai pos emergency untuk berjaga-jaga jika kita mengalami sesuatu yang tidak terencana.
Jika kita berinvestasi namun belum memiliki DD, dikhawatirkan jika sesuatu yang tidak terencana mengenai kita, dimungkinkan kita akan break, melakukan redemption atau menjual aset investasi yang kita miliki tidak pada waktu yang tepat dikarenakan kebutuhan urgent tersebut. Nah, tindakan ini tentunya akan membuat hasil investasi yang kita harapkan tidak tercapai optimal karena kita sedang BU (Butuh Uang). Sehingga...DD adalah prioritas. Setelah pos DD aman, baru kita eksekusi next plan-nya, yaitu Investasi.
2. Jangan pakai dana hasil berhutang
Jika ingin berinvestasi, jangan pernah mencoba menggunakan dana dari hasil berhutang jika kita bukan seseorang dengan jiwa " Risk Taker"
Kita harus selalu ingat bahwa investasi memiliki risiko penurunan nilai. Ini merupakan hal yang wajar karena dalam kehidupan akan selalu ada return (imbal hasil) dan risiko. Dua hal ini bak mata uang yang tidak bisa dipisahkan, seperti halnya ada suka dan ada duka, ada sehat pasti ada sakit. Tapi...untuk meminimalkan risiko dalam berinvestasi, kita harus melakukan diversifikasi. Intinya, jangan pernah taruh telur-telurmu dalam satu keranjang. Nanti satu pecah, yang lain bakal ikutan pecah. Repot khan??
Dengan alasan inilah kita diharapkan untuk tidak melakukan investasi dengan dana hasil hutang, karena pastinya hutang wajib untuk dikembalikan bagaimanapun kondisi kita.
3. Tentukan tujuan investasi
Setelah kita siap untuk berinvestasi, jangan lupa untuk bertanya kepada diri kita, kira-kira kita ingin berinvestasi dalam rangka untuk apa? Jangan sampai alasannya hanya pengen saja, karena kalau kita sudah setting goal nantinya kita akan semakin fokus dan akan semakin membuat rencana-rencana yang lain juga ikutan well-planned.
Sebagai misal berinvestasi karena ingin punya rumah, ingin umroh, ingin haji, nyiapin dana pendidikan anak, dana pensiun dan lain-lain. Tujuannya harus jelas.
4. Tentukan target jumlah hasil dan waktunya
Misal target dana Rp.200 Juta dalam kurun waktu 12 tahun untuk persiapan kuliah anak (jika saat ini anak masih sekolah di TK B). Atau misal Rp.240 Juta untuk berhaji plus sekitar 6 tahun lagi.
Jadi...harus ada angka yang ditetapkan supaya kita bisa segera susun strateginya.
5. Kenali profil risiko investasi
Nah...disini kita harus kenali diri kita, apakah kita type seorang yang konservatif, moderat ataukah agresif.
Jangan sampai jika kita seorang yang konservatif lalu memilih investasi pada saham. Bisa-bisa keringat dingin mengalir terus mengingat harga saham sangat fluktuatif.
Untuk topik mengenai profil risiko akan saya bahas di tulisan selanjutnya ya...supaya lebih fokus 🤗
Dari lima tips di atas, saya hanya berpesan bahwa kita harus terus menjadi sosok yang bijak dan cerdas dalam memilih investasi. Untuk investasi yang menjanjikan return atau imbal hasil yang besar diluar nalar setiap bulannya, patut kita waspadai. Jangan lupa cek toko sebelah untuk perbandingan, apakah imbal hasil yang ditawarkan masih masuk akal.
Selamat memulai berinvestasi!
**ilustrasi gambar dari google
** versi video Tips memulai Investasi



Komentar
Posting Komentar