Apakah Arisan = Menabung ??


Pastinya kita sangat familiar dengan namanya Arisan. Sebagai orang Indonesia, istilah ini jelas tidak asing lagi. Arisan merupakan kegiatan bersama dalam suatu komunitas untuk mengumpulkan dana pada suatu periode tertentu.
Lantas, apakah arisan dapat dikatakan sebagai sarana untuk "menabung" ??

Jika kita ikut arisan, alangkah baiknya uang yang kita dapatkan, kita kelola dengan baik agar kita tetap mendapatkan keuntungan walau kemungkinannya kecil.

Hal ini dapat kita lakukan, dengan catatan: Jika kita mendapatkan kocokan di urutan pertama atau kedua. Mendapatkan kocokan di awal sebenarnya lebih beruntung daripada dapat di bulan akhiran, namun syaratnya kita harus kreatif dalam memanfaatkan uang hasil arisan tersebut. Sebagai misal uang kita tempatkan dalam bentuk deposito, reksadana, atau bisa juga kita belikan logam mulia.

Dari instrumen investasi tersebut, nantinya kita akan mendapatkan imbal hasil dan kita tinggal cicil uang arisan hingga periodenya selesai.

Hal ini akan berbeda hasilnya, jika uang arisan yang kita dapatkan hanya kita manfaatkan untuk hal-hal yang sifatnya konsumtif, seperti belanja baju, tas, sepatu dan gadget. Padahal setelah kita habiskan uang arisan, kita masih punya kewajiban untuk setoran tiap bulannya. Sehingga disini kita tidak mendapatkan manfaat keuangan yang didapat dari arisan.

Nah, bagaimana jika kita dapat kocokan di urutan paling akhir?
Disini kita bisa lihat dari segi time value of money, yaitu jumlah uang yang kita "taruh" dalam periode arisan tidak akan berkembang karena jelas tidak ada imbal hasilnya dan jika suatu saat atau di tengah-tengah periode arisan kita butuh dana mendesak, kita juga tidak bisa sesuka hati request untuk didahulukan.


Dengan kita ikut arisan, bukan berarti tidak mendatangkan manfaat. Melalui arisan, kita akan memperoleh jaringan pertemanan yang lebih luas, karena arisan merupakan salah satu media silaturahmi yang baik untuk memperkuat net working.
Namun kita juga haru aware dengan sisa kelemahan dari kegiatan arisan, yaitu selain simpanan yang kita lakukan tidak memberikan imbal hasil, melalui arisan kita berpotensi menjadi lebih boros karena kita mesti berkumpul dan biasanya diadakan di tempat tertentu, yang mana mau tidak mau kita harus keluar uang. Misal acara diadakan di rumah makan, maka kita harus mengeluarkan kocek yang pastinya tidak sedikit.

Yuk kita berhitung dengan pemisalan sebagai berikut:
Arisan ada 12x kocokan, setiap kali pertemuan diadakan di rumah makan dan kita spending money sebesar Rp.50.000,-, maka dalam 12x kocokan, cost pengeluaran ini sebesar Rp.600.000,-.
Wait...itu kalau kita keluarkan hanya Rp.50.000,-, jika lebih....pastinya makin besar khan???

Hal lain yang perlu kita perhatikan lagi, yaitu arisan tidak memiliki payung hukum. Maka suatu ketika cukup dimungkinkan adanya anggota yang wanprestasi setelah mendapatkan bagiannya. Mau tidak mau kita harus rela kehilangan uang. Sehingga alangkah baiknya kita pilih kelompok arisan yang benar-benar terpercaya. Kenali dulu tiap anggotanya dan pastikan mereka memiliki karakter yang bisa dipercaya.

Back to pertanyaan " Apakah arisan merupakan sarana untuk menabung? "
Jawabannya adalah tergantung pada kita saat memanfaatkan uang arisan yang kita dapatkan. Tapi memang bukan merupakan pilihan yang tepat jika berkaitan dengan peningkatan financial.

So, bagaimana Moms memanfaatkan uang arisan yang didapat selama ini? 

*ilustrasi gambar dari google

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Money Manners dalam Pertemanan

Saya Selektif: Investasi Dengan Dana Minim

Investasi Untuk Generasi Milenial