Kapan Boleh Berutang ???
Berutang tanpa mengukur kemampuan bayar akan mencelakakan keharmonisan rumah tangga.
Sehingga memberikan batasan berutang hukumnya adalah wajib, jangan sampai kita terlena oleh aji mumpung: mumpung banyak yang menawari utang, mumpung saat ini ambil utang sangat mudah karena bertebarannya pinjaman online, mumpung limit kartu kredit melimpah, mumpung beli apa-apa bisa bayarnya dengan berapa kali cicilan, dan lain sebagainya.
Jika ingin atau terpaksa berutang, batasi besarnya angsuran maksimal 30% dari penghasilan bulanan supaya hidup tetap ayem karena dana untuk keperluan pos kebutuhannya lain tetap terpenuhi dengan baik.
Lalu kira-kira kapan kita boleh berutang?
1. Berutanglah jika utang itu digunakan untuk keperluan yang produktif.
Misalnya untuk berbisnis.
Pertimbangannya yaitu kita dapat berharap penghasilan dari berbisnis. Karena penghasilan dari berbisnis suatu ketika akan terakumulasi dan harapannya nilainya akan lebih besar dibandingkan dengan bunga pinjaman yang telah kita bayarkan selama melakukan angsuran pinjaman.
Namun...bukan berarti saat ingin berbisnis semuanya modal kita peroleh dari utang. Tetap hitung kemampuan bayar dan beri batasan maksimal 50% modal bisnis berasal dari utang.
2. Berutanglah jika utang itu digunakan untuk membeli barang yang nilainya pasti naik.
Misalnya untuk membeli rumah.
Meskipun pada saat kita membeli rumah nilai bangunan mengalami penyusutan, namun harga tanah berpotensi mengalamai kenaikan dari tahun ke tahun.
Sehingga jumlah nilai kenaikan tersebut akan lebih besar daripada jumlah bunga KPR yang kita bayarkan.
3. Boleh berutang untuk membeli barang yang benar-benar kita butuhkan meskipun nilai barang menurun.
Yaitu dengan syarat barang tersebut super urgent kita butuhkan.
Misalnya utang untuk membeli laptop.
Karena tidak memiliki uang tunai dan benar-benar butuh laptop untuk kuliah anak yang baru proses menyelesaikan skripsinya, maka kondisi darurat ini bisa ditempuh.
Tapi kita tetap harus konsisten bahwa poin ketiga ini hanya untuk barang yang super urgent dan jika memang masih bisa ditunda, lebih baik diupayakan untuk dibeli secara cash dari dana tabungan yang sudah tersedia.
---
Berutang memang sangat mudah untuk dilakukan, namun pada saat waktu cicilan tiba, kita akan dibuat pusing apalagi jika nominal angsurannya melebihi batas kemampuan sumber daya kita.
Always be wise ya moms
*ilustrasi gambar dari google
*versi video Kapan Boleh Berutang ???
Bagaimana cara untuk terbebas dari hutang piutang Bun ���� sudah pusing saya untuk berhutang alasannya karena saudara da ortu tidak pernah mau memberikan kepercayaan kepada saya untuk meminjamkan uang kepada saya ������
BalasHapusLangkah awal yg bs dilakukan:
Hapus1. Membuat list daftar utang yg saat ini dimiliki. Bikin urutan yg paling besar bunganya, yg paling cepat hrs dilunasi.
2. Segera atur arus cash: catat berapa penghasilan, catat pengeluaran.
Setelah melakukan pencatatan, fokus dg pengeluaran, evaluasi pengeluaran mana yg paling memakan porsi penghasilan yg akhirnya menjadi pemicu berutang.
Bikin anggaran, supaya arus cash selanjutnya tdk besar pasak drpd tiang.
3. Lakukan penghematan supaya bs menyelesaikan utang satu persatu.
4. Setelah ada 1 utang yg sdh selesai, bikin komitmen utk tdk berutang lagi
5. Bikin komitmen utk terus tertib mengelola keuangan (fokus pd poin 2).
6. Jika memang penghasilan dirasa kurang, mau tdk mau hrs nambah ikhtiar utk membuka kran penghasilan, bs mencoba bisnis² online yg tanpa modal.
7. Tahan hasrat utk membeli barang yg value nya turun dg berutang.
Semangat ya mba. Sabar dan disiplin kuncinya supaya tdk perlu berutang.