Mengelola keuangan yang baik, dimulai dari mana ya?
Sering sekali saya mendapatkan pertanyaan seperti ini.
Yup, berikut 6 langkah yang bisa kita lakukan:1. Tetapkan tujuan keuangan, sebagai misal ingin membeli rumah senilai Rp.xx di daerah xx pada tahun xx, supaya lebih jelas apa yang ingin kita capai sehingga kita bisa segera membuat rencana untuk merealisasikan.
2. Kenali dan pahami cashflow
Kita harus tahu secara detail berapa penghasilan dan pengeluaran rutin kita. Untuk memudahkan pelacakan, buatlah catatan.
3. Evaluasi pengeluaran
Dengan memiliki catatan, juga akan memudahkan kita melakukan evaluasi, mana pengeluaran yang benar-benar untuk kebutuhan dan mana pengeluaran yang hanya menuruti keinginan. Pengeluaran untuk kebutuhanpun, juga perlu untuk disortir lagi sesuai dengan yang paling prioritas.
4. Buat anggaran dan taati
Setelah mendapatkan daftar pengeluaran sesuai dengan kebutuhan prioritas, saatnya menentukan anggaran.
Bagilah anggaran tersebut dalam pos: Giving (2,5%-10%), Saving dan Investing (minimal 10%), Spending (40%-60%).
Komposisi anggaran tersebut jika belum memiliki utang (Borrowing), maka masih tampak ada celah sisa penghasilan. Sehingga sisa penghasilan tersebut bisa diupayakan untuk menambah pos Saving dan Investing.
Untuk pos Spending menthok maksimal 60% (idealnya 50%), so jangan pernah coba-coba menambah porsinya. Porsi ini sudah include kebutuhan untuk life style (maksimal 10%).
Jika memang memerlukan pos Borrowing, buat anggaran cicilannya maksimal 30% dari penghasilan dan sebaiknya pinjam untuk membeli sesuatu yang value nya tidak mengalami penurunan.
2. Kenali dan pahami cashflow
Kita harus tahu secara detail berapa penghasilan dan pengeluaran rutin kita. Untuk memudahkan pelacakan, buatlah catatan.
3. Evaluasi pengeluaran
Dengan memiliki catatan, juga akan memudahkan kita melakukan evaluasi, mana pengeluaran yang benar-benar untuk kebutuhan dan mana pengeluaran yang hanya menuruti keinginan. Pengeluaran untuk kebutuhanpun, juga perlu untuk disortir lagi sesuai dengan yang paling prioritas.
4. Buat anggaran dan taati
Setelah mendapatkan daftar pengeluaran sesuai dengan kebutuhan prioritas, saatnya menentukan anggaran.
Bagilah anggaran tersebut dalam pos: Giving (2,5%-10%), Saving dan Investing (minimal 10%), Spending (40%-60%).
Komposisi anggaran tersebut jika belum memiliki utang (Borrowing), maka masih tampak ada celah sisa penghasilan. Sehingga sisa penghasilan tersebut bisa diupayakan untuk menambah pos Saving dan Investing.
Untuk pos Spending menthok maksimal 60% (idealnya 50%), so jangan pernah coba-coba menambah porsinya. Porsi ini sudah include kebutuhan untuk life style (maksimal 10%).
Jika memang memerlukan pos Borrowing, buat anggaran cicilannya maksimal 30% dari penghasilan dan sebaiknya pinjam untuk membeli sesuatu yang value nya tidak mengalami penurunan.
Nah...jika semisal tujuan keuanganmu ingin membeli rumah, maka pos ini bisa digunakan sebagai way out untuk merealisasikan yaitu dengan mengambil fasilitas KPR.
Taati anggaran,
Buat komitmen untuk disiplin mentaati anggaran yang sudah kita tetapkan. Jika semisal dalam perjalanan mendapati pengeluaran yang belum dianggarkan, maka lakukan evaluasi. Pengeluaran-pengeluaran yang memang sifatnya rutin dikeluarkan (bisa jadi bukan untuk membeli kebutuhan), maka pengeluaran itu mesti dianggarkan.
Misal, setiap bulan harus mengirim uang ke orang tua, membayar sekolah adik, dan lain-lain.
5. Dana Darurat (DD),
Bentuk DD meskipun pelan-pelan jika belum dapat menyediakan secara sekaligus.
Pada pos anggaran Saving dan Investing (minimal 10% dari penghasilan bulanan), gunakan dulu pos saving untuk memenuhi DD. Jika DD posisinya sudah aman, maka bisa beranjak untuk memulai investing.
Taati anggaran,
Buat komitmen untuk disiplin mentaati anggaran yang sudah kita tetapkan. Jika semisal dalam perjalanan mendapati pengeluaran yang belum dianggarkan, maka lakukan evaluasi. Pengeluaran-pengeluaran yang memang sifatnya rutin dikeluarkan (bisa jadi bukan untuk membeli kebutuhan), maka pengeluaran itu mesti dianggarkan.
Misal, setiap bulan harus mengirim uang ke orang tua, membayar sekolah adik, dan lain-lain.
5. Dana Darurat (DD),
Bentuk DD meskipun pelan-pelan jika belum dapat menyediakan secara sekaligus.
Pada pos anggaran Saving dan Investing (minimal 10% dari penghasilan bulanan), gunakan dulu pos saving untuk memenuhi DD. Jika DD posisinya sudah aman, maka bisa beranjak untuk memulai investing.
Besaran DD untuk single (belum menikah) minimal 3-6 kali pengeluaran bulanan. Jika sudah menikah minimal 9-12 kali pengeluaran bulanan.
6. Miliki proteksi
Minimal asuransi kesehatan Pemerintah jika belum memungkinkan untuk memiliki asuransi yang lain. Namun jika penghasilan masih longgar, upayakan untuk membeli polis lain yang disesuaikan dengan kebutuhan kita.
Minimal asuransi kesehatan Pemerintah jika belum memungkinkan untuk memiliki asuransi yang lain. Namun jika penghasilan masih longgar, upayakan untuk membeli polis lain yang disesuaikan dengan kebutuhan kita.
Jika masih mengeluh tidak bisa mentaati anggaran yang sudah ditetapkan, maka saatnya menanyakan kepada diri sendiri " Hei diriku, maumu apa??"
Memang pengennya apa saja bisa kita beli, apa saja yang kita inginkan dapat kita miliki kalau bisa sesegera mungkin.
Tapi....kita juga harus sadar diri bagaimana kemampuan sumber daya yang kita miliki?
Jika ingin meraih financial freedom di masa depan, kini saatnya memperjuangkannya.
Karena tidak ada pencapaian tanpa usaha, dan dalam usaha, pastinya diperlukan komitmen, kesabaran dan kedisiplinan.
Memang pengennya apa saja bisa kita beli, apa saja yang kita inginkan dapat kita miliki kalau bisa sesegera mungkin.
Tapi....kita juga harus sadar diri bagaimana kemampuan sumber daya yang kita miliki?
Jika ingin meraih financial freedom di masa depan, kini saatnya memperjuangkannya.
Karena tidak ada pencapaian tanpa usaha, dan dalam usaha, pastinya diperlukan komitmen, kesabaran dan kedisiplinan.
**ilustrasi gambar dari google
Terimakasih Bu ida, Alhamdulillah berkesempatan mendapat ilmu yang sangat bermanfaat๐๐๐
BalasHapusSehat selalu Bu Ida dan keluarga... Aamiin
Sama² mba...Mohon maaf jika baru secuil ilmu sederhana ๐ค๐ค
Hapus